Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Pembangunan Sarana Equestrian Asian Games Kurang Mendukung Persiapan Atlet

logo tribunnews.com tribunnews.com 03/12/2017 Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kompetisi berkuda ketangkasan (equestrian) Asian Games XVIII/2018 seluruhnya akan dipusatkan di Jakarta International Equestrian Park (JIEP).

Pusat berkuda ketangkasan internasional di Pulomas yang mengorbankan arena pacuan kuda tersebut proses pembangunannya baru sekitar 60 persen.

Sarana yang sudah selesai dibangun adalah gedung untuk penonton, gedung kompetisi indoor, dan gedung untuk kandang-kandang kuda.

Untuk sarana pertandingannya, baik ground dressage (tunggang serasi), jumping (lompat rintangan) dan eventing (trilomba, khususnya cross country), belum lagi digarap. PT Jakarta Propertindo (Jakpro), BUMD Pemprov DKI Jakarta yang membangun proyek senilai Rp 417 Miliar dari dana APBN itu, entah mengapa lebih memprioritaskan pembangunan gedung penonton, sarana indoor yang belum akan terpakai, serta gedung untuk kandang kuda.

Logikanya memang PT Jakpro bisa lebih mendahulukan pembangunan sarana pertandingan, bukan malah membangunannya paling akhir.

Akbar Maulana dan Akbar Kurniawan bersama kedua orangtuanya © ist Akbar Maulana dan Akbar Kurniawan bersama kedua orangtuanya

Dengan kemungkinan pembangunan sarana pertandingan baru akan diselesaikan Maret atau April 2018 mendatang, maka persiapan atlet/rider Indonesia menyambut persaingan perebutan enam medali emas equestrian di Asian Games XVIII/2018 itu menjadi terlambat.

Apalagi, rider-rider Indonesia belum pernah bertanding dengan standar yang ditetapkan oleh Federasi Equestrian Internasional (FEI), terutama untuk eventing yang memadukan tiga disiplin sekaligus yakni dressage eventing, cross country dan jumping eventing.

"Saya juga tidak habis pikir mengapa harus pembangunan gedung-gedungnya yang didahulukan, bukan sarana pertandingannya," ujar Ir.Fatchul Anas, dari PP Pordasi.

Manajer timnas berkuda di SEA Games XXIX/2017 Malaysia dan Asian Games XVIII/2018 itu mengisyaratkan jika persiapan atlet atau ridernya memang menjadi agak kurang maksimal.

Untungnya, pemilik Kurnia Stable yang juga ayah kandung dari dua rider remaja potensial Mohammad Akbar Maulana dan Mohammad Akbar Kurniawan alias Aan itu merasa terbantu karena entry batas waktu untuk pengiriman entry form by name untuk penentuan rider nasional ke Asian Games XVIII/2018 tersebut baru pada Juli 2018.

Persiapan rider yang diproyeksikan ke Asian Games XVIII/2018 bisa dikebut setelah JIEP selesai dibangun, dengan mempertimbangkan bahwa Indonesia sebagai tuan rumah diberikan kesempatan oleh Inasgoc untuk berlatih sepenuhnya di JIEP.

Apalagi, pasca Asian Games, JIEP tampaknya akan lebih dikomersialkan. Menurut keterangan, harga sewa JIEP sudah dipatok Rp 350 juta/hari.

Bagaimana komunitas equestrian bisa memanfaatkan JIEP tersebut secara optimal untuk pengembangan berkuda ketangkasan kedepannya bila harga sewanya demikian mahal?

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon