Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Pendapatan Menurun, Balap F1 Terancam Bangkrut

logo Tempo.co Tempo.co 23/11/2017 Tempo.co

Ajang balap jet darat F1 dikhawatirkan akan bangkrut dalam waktu beberapa tahun ke depan. Hal tersebut diindikasikan dengan penurunan laba F1 dalam setahun terakhir.

Sejak kepemilikan mayoritas Formula One Group dibeli Liberty Media dari tangan Bernie Ecclestone setahun lalu dengan nilai $US 4,4 milar, atau sekitar Rp 59 triliun, belum ada peningkatan laba. Yang muncul justru penurunan.

Pembagian keuntungan tahun ini misalnya. Pemilik F1 hanya akan membagikan keuntungan sebesar $US 273 juta, atau sekitar Rp 3,6 triliun, untuk seluruh peserta yang berjumlah 10 tim. Jumlah itu merosot $US 43 juta dibandingkan pembagian keuntungan tahun 2016 yang mencapai $US 316 juta atau Rp 4,2 triliun.

Mantan pembalap F1 yang saat ini menjadi salah satu pemegang saham di tim Mercedes, Niki Lauda, berkata dalam sebuah kesempatan di GP Brasil pada 2 pekan lalu.

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

"Isu utama untuk F1 saat bukanlah soal perubahan mesin di balap musim 2021 yang membuat Farrari sangat kecewa bahkan ingin mundur dari F1, namun ada hal lain yang lebih besar. Diperkirakan mulai tahun ini hingga 2021, pembiayaan F1 akan meningkat sebesar $US 82,9 juta. Padahal saat ini pendapatan sedang seret, dan keuntungan menurun," kata Lauda.

"Kita belum tahu harus berbuat apa. Pastinya harus ada ide-ide baru yang berportensi mendatangkan sumber pemasukan baru, namun hingga detik ini inovasi itu belum muncul," kata Lauda melanjutkan.

Kendali F1 saat ini berada di tangan Liberty Media. Jika pemilik baru itu tidak mampu melakukan inovasi seperti yang dimaui Lauda dan para pelaku balap F1 lainnya untuk meningkatkan pendapatan, maka bersiaplah melihat balap jet darat ini bangkrut.

AUTOSPORT

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon