Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Pernyataan Resmi Bhayangkara FC Setelah Dinyatakan Menang Atas Mitra Kukar

logo Goal.com Goal.com 08/11/2017

Bhayangkara juga menegaskan bahwa mereka tim yang layak mendapat kemenangan.

Polemik terjadi jelang rampungnya kompetisi Liga 12017. Perebutan menuju tangga juara makin ramai setelahBhayangkara FC mendapat tiga poin tambahan berkat keputusanKomisi Disiplin PSSI.

© 2017 Goal.com

Melalui surat bernomor 116/L1/SK/KD-PSSI/X/2017, Komdismenyatakan MitraKukar telah melanggar kode etik 55 karena memainkan MohammedSissoko pada saat menjamu Bhayangkara FC, di Stadion Aji Imbut.

Keberadaan Sissoko dinilai ilegal karena yang bersangkutan telahdiganjar hukuman bermain melalui surat 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017,yang menyatakan Sissoko bertingkah laku buruk saat Mitra melawanBorneo FC.

Hasil imbang 1-1 antara Mitra dan Bhayangkara akhirnya dianulir,dan Mitra harus menerima hukuman kalah 3-0 dari The Guardiansekaligus denda sebesar Rp100 juta. Hal itu jelas memengaruhiperebutan menuju gelar juara.

Saat ini, Bhayangkara memiliki poin sama dengan Bali United, 65,karena keputusan tersebut. Namun Skuat arahan Simon McMenemy masihmemainkan dua laga tersisa, melawan Madura United dan PersijaJakarta. Sedangkan Bali United tinggal bertemu Persegres GresikUnited.

Bhayangkara pun mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal yangterjadi. Mereka menilai Mitra layak menerima keputusan dari KomdisPSSI, mengacu pada pelanggaran memainkan Sissoko.

"Melihat fakta tanggal diturunkan keputusan itu, yaitu 28Oktober 2017, sedangkan melawan Bhayangkara FC tanggal 3 November2017, sangat tidak masuk jika pihak Mitra Kukar tidak menerimapemberitahuan via email yang sama, karena selama ini komunikasidengan Liga dilakukan via email," tulis Bhayangkara dalam rilismereka.

"Sesuai dengan pasal 57, Regulasi Liga 1 Gojek Traveloka 2017tentang kartu kuning dan merah ayat 13 dan 14 menyebutkan,ketentuan tentang kartu kuning dan kartu merah mengikuti aturanyang ditetapkan dalam kode displin. Klub juga bertanggung jawabuntuk melakukan pengawasan terhadap kartu kuning dan/atau kartumerah serta status hukuman yang diterima oleh pemain dan officialmasing-masing dan memastikan semua pemain dan official tersebutterdaftar dan berhak untuk terlibat dalam pertandingan. Keberatanatau protes yang disampaikan setelah pertandingan berakhir akandiabaikan."

Pihak Bhayangkara pun mengambil contoh Indra Kahfi, kapten timmereka yang akhirnya tidak dimainkan ketika melawan PerselaLamongan karena hukuman Komdis. Bhayangkara mengklaim mereka punbelum menerima pernyataan terkait larangan Indra untuk bermain dilaga itu.

"Saat itu, bahkan Nota Larangan Bermain (NLB) Indra Kahfi belumkeluar ketika Bhayangkara FC hendak melawan Persela (27/10/2017).Namun, kami tetap melakukan komunikasi dengan Liga dan Komdis yangternyata Indra Kahfi mendapatkan hukuman tambahan karenamendapatkan kartu merah ketika melawan PSM Makassar 19 Oktober 2017lalu."

"Artinya, klub harus selalu cek dan ricek terkait status pemainmereka. Seperti juga ketika kami tidak bisa memainkan Indra Kahfiketika melawan Persela. Kami sangat berhati-hati dan bertanyadengan pihak terkait regulasi, kode displin dan perubahan tanggalmain melawan Madura."

"Komdis adalah badan independent yang tidak pernah dan tidakbisa diintervensi. Faktanya kami menang di setiap pertandingantidak pernah mendapatkan bantuan siapapun baik di kandang atautandang. Faktanya, kalau melihat klasemen Bhayangkara adalah tim ygpaling banyak menang dari tim lain di Liga1. Demikian yang bisakami sampaikan agar ke depannya sepakbola Indonesia semakinmaju."

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon