Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Piala Dunia 2018 Dalam Ancaman VAR?

logo Goal.com Goal.com 22/06/2017

Keputusan akan lebih adil, tapi mereduksi keseruan sebuah laga. Apakah VAR tepat diterapkan dalam “the beautiful game” yang kita cintai ini?

OLEH SANDYMARIATNAIkuti di twitter

EduardoVargas kebingungan. Bola yang diceploskannya ke gawang Kamerunjelang turun minum telah disahkan wasit Damir Skomina dan penyerangCileitu berselebrasi bersama rekan setimnya. Namun Skomina tiba-tibamengubah keputusannya. Wasit asal Slowakia itu menggambar kotak diudara dan dalam sekejap gol itu dibatalkan. Lenyap sudahkegembiraan Vargas dkk.

Video Assistant Referee (VAR) memungkinkan hal itu terjadi.Berdasarkan pengamatan Clement Turpin, Milovan Ristic, dan MalangDiedhiou -- tiga asisten wasit yang menganalisis video tayanganulang di sebuah ruangan -- Vargas dinilai berada dalam posisioff-side ketika menerima umpan terobosan Arturo Vidal. Kesimpulanitu lantas diteruskan kepada Skomina yang kemudian menganulir golVargas.

Padahal, tayangan ulang di televisi menunjukkan bahwa posisiVargas sebetulnya tidak terlalu gamblang untuk dikatakan off-side.“Jelas-jelas dia onside. Gol yang indah. Saya tidak tahu mengapawasit menganulirnya, saya tidak tahu apa yang mereka lihat dalamtayangan ulang. Hal ini membuat saya marah. Ini tidak masuk akal.Keputusan yang konyol. Konyol,” timpal Damien Duff, pundit RTE daneks winger Chelsea.

Sekelumit insiden itu untungnya cuma terjadi di fase grup PialaKonfederasi 2017, Minggu (18/6) lalu. Untungnya lagi, Cile menang2-0 atas Kamerun. Tentu tidak terbayangkan betapa hebohnya jikainsiden serupa terjadi di final Piala Dunia.

Vargas akhirnya benar-benar mencatatkan namanya di papan skordengan mencetak gol pamungkas. Kali ini situasinya terbalik. Saatmenceploskan bola muntah hasil tembakan Alexis Sanchez, Vargasdisemprit Skomina karena dianggap off-side. Namun setelahintervensi VAR, Skomina mengesahkan gol Vargas di menit ke-91tersebut.

Laga persahabatan Prancis kontra Inggris pada pekan sebelumnyajuga kembali mencuatkan pro kontra soal VAR. Dalam sebuahpelanggaran di kotak penalti, Raphael Varane mendapat kartu merahdari wasit David Massa atas rekomendasi VAR. Keputusan ini tepat,tetapi memicu kontroversi lantaran wasit terkesan membuat keputusanrobotik dan tidak manusiawi.

Seperti inikah masa depan sepakbola?

SIMAK JUGA: GoalPedia: Kontroversi VAR, Akankah Sepakbola LebihBaik?

Tak bisa dimungkiri, teknologi dalam sepakbola adalah hal yangtidak terpisahkan. Dengan teknologi, kita semakin dimudahkan untukmenikmati sepakbola: keberadaan kamera dan satelit yangmemungkinkan disiarkannya pertandingan secara langsung, vanishingspray untuk penanda visual di lapangan, hingga mengetahui sahtidaknya gol lewat teknologi garis gawang.

VAR, meski pada akhirnya nanti akan menghadirkan keputusan yangseadil-adilnya, tetap berpotensi mengurangi sisi emosional, drama,dan keseruan dalam sepakbola. Bukankah nilai-nilai itu yang menjadialasan mengapa miliaran orang jatuh cinta pada olahraga ini?

Dikhawatirkan, ketika nanti seorang pemain mencetak gol, kitatidak akan larut dalam selebrasi emosional sang pemain, melainkanharus menahannya sembari menunggu keputusan final wasit. Ini tentubukan situasi yang lazim bagi pemain, pelatih, wasit, dan fans.

Pelatih Cile Juan Antonio Pizzi selepas laga kontra Kamerunmengatakan bahwa VAR masih butuh waktu sebelum benar-benar layakdiimplementasikan. “Kita masih berada dalam fase uji coba sistemini. Kita harus menunggu dan melihat. Mungkin seiring berjalannyawaktu, sistem ini akan semakin baik,” ungkapnya.

“Kejadian di babak pertama [penganuliran gol Vargas] jelasmembuat kami bingung, tapi kami juga belum terbiasa. Hemat saya,teknologi ini bisa memberikan keadilan dalam sepakbola. Tapi untuksaat ini, rasanya masih sulit untuk diterapkan. Sekalipun keputusanitu tepat, para pemain tetap terkena dampak emosional,” jelasPizzi.

Meski demikian, kita tidak boleh langsung menghakimi VAR secaragegabah, mengingat teknologi ini masih merupakan barang baru dalamsepakbola. Sebagaimana dikatakan Pizzi, barangkali kita masih belumterbiasa mengalaminya, terlepas dari segala pro kontra seputarVAR.

VAR sebetulnya sudah menghadirkan dampak bagus dalam laga ujicoba Prancis dan Spanyol pada Maret lalu. Ketika itu, VAR dua kalimenentukan keabsahan gol dalam laga tersebut secara tepat, yaknidengan menganulir gol Antoine Griezmann dan mengesahkan gol GerardDeulofeu.

SIMAK JUGA: Video Replay Bantu Spanyol Bekap Prancis

Yang perlu dicatat, dalam laga itu wasit Felix Zwayer bersamaseluruh asistennya telah melakukan latihan menggunakan VAR sebelumpertandingan. Zwayer, bersama wasit-wasit Jerman lainnya, memangmendapat keistimewaan ini karena Bundesliga Jerman akan menerapkanVAR mulai musim depan.

© 2017 Goal.com

FIFA harus memastikan bahwa ofisial mereka mendapatkan latihandan persiapan matang sebelum memutuskan untuk menerapkan VAR kedalam turnamen utama, yakni Piala Dunia 2018. Apabila penerapan VARdi Piala Konfederasi 2017 menunjukkan hasil yang kurang memuaskan,FIFA seharusnya tidak memaksakan penggunaan teknologi video ini diRusia tahun depan.

Sebab taruhannya besar. Jika kejadian seperti Vargas terulang diajang sekelas Piala Dunia, sepakbola bukan cuma kehilangan aspekdrama, emosional, dan keseruannya, namun pada akhirnya juga akankehilangan penontonnya. Mari menunggu keputusan terbaik dari GianniInfantino.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon