Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

PP Pordasi Mulai Menatap Raihan Emas SEA Games 2017 dari TC Pieter Jan Berkers di APM

logo tribunnews.com tribunnews.com 15/03/2017 Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Instruktur disiplin berkuda equestrian Pieter Jan Berkers tiba di Jakarta Rabu (15/3) sore ini dan Kamis (16/3) pagi sudah memulai coaching-clinic kepada rider-rider atau atlet yang diproyeksikan ke SEA Games XXIX/2017 di Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Centre, Tapos, Tangerang.

Kendati Pieter Jan Berkers sementara ini hanya "dikontrak" memberikan pelatihan dalam training-camp (TC) selama empat hari, yakni sejak Kamis hingga Minggu (19/3) mendatang, apa yang dilakukan oleh Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) ini sangat bermanfaat.

Pieter Jan Berkers, kelahiran 1972, diharapkan mampu meningkatkan semangat dan militansi dari para rider yang masuk dalam pantauan tim manajemen timnas berkuda SEA Games XXIX/2017. Apalagi, Pieter Jan Berkers bukan orang baru bagi Pordasi mau pun sebagian besar rider utama Indonesia saat ini.

"Pieter Jan Berkers termasuk dalam jajaran pelatih yang berhasil mengantarkan tim berkuda Indonesia meraih tiga medali emas di SEA Games 2011," ungkap Ketua Umum PP Pordasi, Mohammad Chaidir Saddak, Rabu.

Pieter Jan Berkers Bersama Brayen Brata Coolen saat di Belanda © ist Pieter Jan Berkers Bersama Brayen Brata Coolen saat di Belanda

Timnas berkuda Indonesia menjadi juara umum equestrian SEA Games 2011 dengan perolehan tiga medali emas, dua perak dan dua perunggu (3-2-2).

Tiga medali emas disumbangkan oleh tim jumping yang terdiri atas Andry Prasetyono, Ardy Hamidjoyo, Putri Hamidjoyo, dan Dennis Christian Sanjaya, serta Larasati Gading di kompetisi Dressage perorangan, dan tim Dressage yang terdiri atas Ferry Wahyu Hadiyanto, Djolfie Momongan, Alvaro Menayang dan Larasati Gading.

Peraihan 3-2-2 set medali di SEA Games 2011 adalah pencapaian besar pertama bagi tim berkuda equestrian setelah tampil di beberapa kali SEA Games sebelumnya.

Perolehan medali emas kemudian menjadi tradisi menyusul keberhasilan membawa pulang dua medali emas, dua perak dan empat perunggu dari SEA Games 2013 di Myanmar, serta dua medali emas dan satu perunggu dari SEA Games 2015 di Singapura.

Hanya di SEA Games 2013 timnas berkuda equestrian Indonesia tidak menjadi juara umum karena diungguli Malaysia yang menggaet tiga medali emas.

"Kita harus optimistis kalau di SEA Games XXIX/2017 ini posisi juara umum equestrian bisa direbut lagi," jelas Mohammad Chaidir Saddak.

Kata Ketum PP Pordasi, equestrian Indonesia saat ini sangat konstruktif.

"Sangat kondusif dan dinamis. Kondisi ini membuat para atlet bisa bersaing secara fair. Untuk pembentukan tim SEA Games, saya kira tinggal bagaimana para pelatih memilih yang terbaik diantara mereka yang sudah masuk dalam pantauan manajemen timnas," jelas Mohammad Chaidir Saddak.

Ditengah situasi yang baik inilah Peter Jan Berkers datang. Pelatih berkuda asal Belanda ini diharapkan bisa mengulang suksesnya di SEA Games 2011 ketika bersama Susanne Rueben (Jerman) dan Joss Gray (Inggris) mampu meningkatkan motivasi rider timnas sehingga akhirnya merebut 3-2-2 set medali.

Susanne Rueben kala itu khusus menangani rider tunggang serasi (Dressage) sementara Joss Gray eventing dan Pieter Jan Berkers sendiri untuk palang rintang (jumping).

Sebagian dari rider yang berjasa dalam peraihan medali di tiga SEA Games terakhir masih berpeluang untuk kembali tampil di SEA Games XXIX/2017 Kuala Lumpur, yang digelar 19-31 Agustus mendatang.

Termasuk Ferry Wahyu Hadiyanto, Djolfie Momongan dan Anto Budiarto yang sudah memperkuat timnas di SEA Games 2011, di Arthayasa Stable, Cinere.

Pieter Jan Berkers selama empat hari ini secara marathon akan memberikan kepelatihan kepada rider jumping dan eventing. Ia tidak hanya memberikan pelatihan kepada rider, akan tetapi juga "menyentuh" kuda masing-masing.

Setelah lulus dan memperoleh sertifikat kepelatihan dari NHB Deurne, salah satu sekolah khusus berkuda ternama di Belanda, Pieter Jan Berkers antara lain menjadi pengendara dan pelatih kuda muda.

Salah satu kuda yang dilatihnya, Montender, pernah menjadi juara di Belanda untuk kelas (divisi) 4 tahun. Menurut catatan, Montender pada pentas equestrian Olimpiade 2004, Athena, Yunani, menjadi tunggangan dari Marco Kutcher (Jerman) saat turut mengantar timnya meraih medali emas jumping dan medali perunggu perorangan.

Untuk kompetisi multievent seperti SEA Games setiap rider diperbolehkan tampil dengan kuda tungganganya masing-masing. tb

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon