Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

PREVIEW Kualifikasi Piala Dunia 2018: Argentina - Peru

logo Goal.com Goal.com 05/10/2017

Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan akan memasuki dua laga pamungkas nan krusial dan berpotensi melahirkan kisah-kisah dramatis. Pasalnya, peringkat kedua klasemen Uruguay hingga peringkat ke delapan Ekuador masih berpeluang untuk menemani Brasil ke Rusia.

Namun, duel paling menarik bakal terhampar di stadion kebanggaan Boca Juniors, La Bombonera, Jumat (6/10) pagi WIB, ketika Argentina menjamu Peru. Betapa tidak, ini adalah keempat kalinya kedua negara bertemu dalam fase menentukan setelah 1969, 1985, dan 2009. Takdir kembali mengharuskan Argentina dan Peru untuk saling bunuh di kualifikasi Conmebol.

Kisah pertama dimulai pada 1969, juga di La Bombonera, di mana kedua tim bermain imbang 2-2. Peru berhak lolos ke Meksiko 1970 dan momen itu adalah satu-satunya kegagalan Argentina lolos ke putaran final Piala Dunia. Publik Argentina tentu tidak ingin sejarah pahit itu kembali terulang.

Balas dendam La Albiceleste baru terealisasi pada 1985. Meski bermain 2-2 dengan Peru di Estadio Monumental, Argentina tetap berhak lolos ke Meksiko 1986. Adapun Peru harus menjalani play-off kontra Cile dan tereliminasi. Menariknya, Ricardo Gareca, sang pencetak gol penentu Argentina di laga itu, kini menjadi pelatih Peru dan berkesempatan membuat negaranya sakit hati.

Delapan tahun lalu, Argentina kembali berjaya dengan lolos ke Afrika Selatan 2010 setelah menundukkan Peru 2-1 berkat gol injury time Martin Palermo. Kelolosan ke Afrika Selatan ini ditandai dengan momen ikonik ketika pelatih Diego Maradona merayakan gol Palermo dengan meluncur di atas permukaan lapangan Estadio Monumental dalam kondisi hujan.

Drama seperti tiga laga di atas berpotensi kembali terulang dalam duel menuju Rusia 2018 ini. Peru saat ini duduk di peringkat empat, batas minimal sebagai syarat kelolosan otomatis. Sementara Argentina memiliki poin sama dengan Peru namun duduk di peringkat kelima karena kalah agresivitas gol. Jika klasemen akhir tak berubah, Peru bakal lolos ke Piala Dunia untuk pertama kali sejak 1982, sementara Argentina harus menantang kampiun Oseania, Selandia Baru, di babak play-off.

Trauco - Paulo Dybala / Peru – Argentina Eliminatorias Sudamericanas 06102016 © 2017 Goal.com Trauco - Paulo Dybala / Peru – Argentina Eliminatorias Sudamericanas 06102016

Cerita menarik lain yang menjadi penyedap laga ini adalah pemilihan venue di mana Federasi Sepakbola Argentina (AFA) secara mengejutkan menunjuk La Bombonera, yang notabene berkapasitas lebih kecil (49.000) ketimbang Estadio Monumental (61.668) milik River Plate yang biasa digunakan sebagai laga kandang La Albiceleste. AFA disinyalir memanfaatkan berkurangnya kapasitas stadion ini untuk menaikkan harga tiket demi keuntungan sendiri.

Tak hanya itu, Peru juga dilaporkan membawa air minum sendiri ke Buenos Aires untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Peru tidak ingin bernasib sama seperti insiden di Piala Dunia 1990 ketika bek kiri Brasil Branco meminum air dari botol yang sudah “diracun” oleh ofisial Argentina. Namun Peru sebetulnya tidak perlu mengkhawatirkan hal semacam itu karena mereka memiliki kekuatan yang bisa membuat Argentina gentar.

Peru besutan Gareca disebut-sebut sebagai tim Peru terbaik sepanjang masa. Sempat mengalami start buruk, La Blanquirroja kini berkesempatan besar mentas di Rusia setelah bangkit dengan memetik enam kemenangan dalam sepuluh laga terakhir sehingga ranking FIFA mereka melejit ke posisi 12. Mengandalkan trio lini depan Paolo Guerrero, Jefferson Farfan, dan Edison Flores, Peru terlihat menjanjikan untuk bisa mencuri poin dari La Bombonera.

Target itu bisa dicapai asalkan mereka mampu meredam lini depan Argentina yang punya kualitas bintang lima. Sergio Aguero memang bakal absen karena tabrakan dan Gonzalo Higuain masih tak dipanggil Jorge Sampaoli. Namun Argentina masih memiliki Lionel Messi, Paulo Dybala, Mauro Icardi, Angel Di Maria, hingga striker idola publik setempat, Dario Bendetto, yang sukses mengemas 22 gol dari 22 laga bagi Boca di sepanjang tahun ini.

Bagaimana pun, sejarah telah memberikan pelajaran bahwa apa punbisa terjadi ketika Argentina dan Peru berjumpa. Terlepas bakal terjadi drama atau tidak, kedua tim masih menyimpan satu laga terakhir pada Rabu (10/10) depan. Argentina akan menantang tuan rumah Ekuador, sedangkan Peru bakal menjamu Kolombia.

PRAKIRAAN SUSUNAN PEMAIN:

Argentina (4-2-3-1): Romero; Mercado, Mascherano, Otamendi,Acuna; Biglia, Banega; Di Maria, Messi, Gomez; Icardi.

Peru (4-2-3-1): Gallese; Corzo, Araujo, Rodriguez, Trauco;Aquino, Yotun; Carillo, Farfan, Flores; Guerrero.

PREDIKSI GOAL INDONESIA: Argentina 2-1 Peru

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon