Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

PS TNI Merasa Belum Dinaungi Keberuntungan

logo Goal.com Goal.com 03/09/2017

Gaselly juga mengakui timnya masih bermasalah soal penyelesaian akhir.


PS TNI harus menelan malu saat ditaklukkan Bhayangkara FC padalanjutan liga 1 2017 di Stadion Pakansari, Cibinong, KabupatenBogor, Minggu (3/9) malam. Pada laga itu, PS TNI takluk dengan skortipis 1-0.

Gol tunggal kemenangan Bhayangkara dilesakkan Ilija Spasojevicpada menit ke-37. Selepas pertandingan, asisten pelatih PS TNIGaselly Jun Panam menuturkan timnya pada laga ini hanya kurangberuntung.

Selain itu, dia juga menyoroti penyelesaian akhir ManahatiLestusen dan kawan-kawan di laga tersebut. "Kami main luar biasa,kesempatan banyak, kerja keras dan tanggung jawab luar biasa. Dia(Bhayangkara) sekali dapat kesempatan langsung jadi gol, tidakpeluang lagi. Alasan paling asyik kurang beruntung. Selamat untukBhayangkara. Ke depannya evaluasi lagi. Sangat disayangkan tidakbisa raih poin di kandang," ucap Gaselly.

PS TNI © 2017 Goal.com PS TNI

SIMAK JUGA: Bhayangkara Permalukan PS TNI

"Untuk latihan penyelesaian akhir, kami sering buat. Kalau bicaramasalah ketenangan itu pasti. Karena ketika emosi naik, penampilanmenurun. Jadi saat kehilangan bola dapat kesempatan dan tidakmemanfaatkan itu akhirnya tidak jadi gol," jelasnya.

SIMAK JUGA: Taklukkan PS TNI, McMenemy Enggan Pikirkan Soal GelarJuara

Gaselly juga mengungkapkan alasannya memainkan marquee player BrunoElio Martins yang menggantikan Sansan Fauzi pada babak kedua.Padahal, Elio Martins masih dalam kondisi belum fit.

"Itu karena kami butuh dia, sementara Sansan (Fauzi) ada masalah.Jadi kami tidak ada pilihan lain, walaupun kondisi Elio belum 100persen. Mereka punya pemain tinggi, jadi butuh Elio yang bisa duelatas," tuturnya.

Sementara itu, bek PS TNI Ganjar Mukti menyebut, duel melawanBhayangkara yang selalu diwarnai duel keras adalah hal wajar."Sekali lagi selamat buat Bhayangkara. Tuhan yang menentukan, kitayang berusaha. Harga diri, yang jelas ini kan institusi, cuma namadua tim saja yang beda. Intinya sama-sama aparatur negara, jadiwajar kalau banyak kartu kuning. Intinya masih di aturan sepakbola,itu biasa," ucap Ganjar.(gk-61)

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon