Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Rider Eventing: Pelatihan Pieter Jan Berkers Kelihatannya Mudah, Padahal Susah

logo tribunnews.com tribunnews.com 17/03/2017 Toni Bramantoro
Sebagian dari rider equestrian yang mengikuti pelatihan jumping dan eventing dengan pelatih asal Belanda Pieter Jan Berkers. Ikut berfoto, pelatih Nico Pelealu dan manajer tim Fatchul Anas © ist Sebagian dari rider equestrian yang mengikuti pelatihan jumping dan eventing dengan pelatih asal Belanda Pieter Jan Berkers. Ikut berfoto, pelatih Nico Pelealu dan manajer tim Fatchul Anas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pieter Jan Berkers tidak hanya membantu meningkatkan motivasi dan skill dari para rider yang diproyeksikan ke SEA Games XXIX/2017, instruktur berkuda ketangkasan asal Belanda itu juga memberikan pelatihan pada para rider eventing yang dipersiapkan ke kompetisi equestrian Asian Games XVIII/2018 di Jakarta.

Rider-rider eventing yang diproyeksikan ke Asian Games XVIII/2018 antara lain Anto Budiarto, Jojo Jonathan, Mario Christianto, Albert Pelelalu, Jendery Palandeng, Serda Riko Ganda F, Praka Iwan Saputra, Galih Rasiono, Herdian Ramadhan, dan Joko Susilo.

Mereka merupakan paduan atlet senior dan yunior, sebagian diantaranya bahkan sudah pernah turun di kompetisi equestrian pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara tersebut, yakni Albert Pelealu, Anto Budiarto dan Jendry Palandeng.

Dari keterangan manajer timnas berkuda, Fatchul Anas, di Asian Games XVIII/2018 itu eventing bisa menjadi andalan.

Sebagaimana juga pada pelatihan rider jumping, para atlet eventing mengikuti program pelatihan dengan Pieter Jan Berkers selama Kamis hingga Minggu (16-19/3) ini dengan membawa kudanya masing-masing.

Anto Budiarto, yang menyumbang satu medali perunggu eventing perorangan dari total peraihan 3-2-2 medali di SEA Games XXVI/2011, membawa kuda Autumn Spirit, kepunyaan Fatchul Anas. Jojo Jonathan dengan Gwenn do Empo, Mario Christianto dengan Chaniek, Albert Pelealu membawa Tyra H dari Universitas Budi Luhur, Jendry Palandeng dengan APM Wastle, Serda Riko Ganda F dengan Lelis Blanch, Praka Iwan Saputra membawa Tulis, Galih Rasiono membawa Albatros, Herdian Ramadhan membawa Blackberry, dan Joko Susilo dengan Baroness.

Seperti hari pertama juga, pada Jumat pelatihan untuk rider eventing dilakukan sore hari.

"Latihan lancar, hanya memang semua rider bilang susah walaupun kelihatannya gampang yaah," komentar Galih Rasiono ketika ditanya kesannya tentang pelatihan Pieter Jan Berkers, Jumat (17/3), di APM Equestrian Centre, Tangerang, Banten.

Galih menyatakan, pelatihan Pieter Jan Berkers bisa lebih mudah diikuti jika sejak awal bisa fokus.

"Rider benar-benar mesti kontrol ke kuda, variasi stride dari panjang ke pendek, terus dari pendek ke panjang, tetapi balance kuda tetap harus bagus, rider position juga harus bagus," papar Galih Rasiono.

Pelatihan Pieter Jan Berkers sangat bermanfaat, sebut Galih Rasiono. Rider bisa meningkatkan sinergitas atau harmonisasi dengan kudanya masing-masing.

"Kita bisa lebih faham bagaimana cara menangani kuda masing-masing dengan standar latihan yang baik," kata Galih Rasiono. tb

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon