Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Salah Datang Di Waktu Yang Tepat

logo Goal.com Goal.com 23/06/2017

Dikenal luas sebagai "buangan Chelsea", kini Salah kembali ke Inggris sebagai pemain yang jauh lebih matang, tajam, dan sesuai kebutuhan Liverpool.

© 2017 Goal.com

OLEH YUDHADANUJATMIKAIkuti di twitter

“Buangan Chelsea”. Mungkin banyak yang memanggil Mohamed Salah seperti itu ketika Liverpoolmengumumkan peresmian transfer. Adapun itu hanya berlaku bagipenggemar sinis yang tidak menyaksikan permainannya selama duasetengah musim terakhir. Faktanya, Liverpool telah mendapatkanseorang pesepakbola yang lebih matang dan komplet.

Salah memang menjalani periode sulit pada musim pertamanya diStamford Bridge. Tentu sangat sulit bagi seorang pemain muda yangbaru pindah dari Swiss untuk menembus persaingan di Liga Primer,tapi itu jadi semakin mustahil ketika Salah hanya diberi enampenampilan sebagai starter dalam 12 bulan. Sang winger tidakmendapat cukup kesempatan untuk membuktikan diri di StamfordBridge.

SIMAK JUGA - Salah: Saya Pemain yang Lebih Baik sejak TinggalkanChelsea

Hal terbaik yang dilakukan oleh Chelsea dalam karier Salahadalah meminjamkannya ke Serie A. Suasana Fiorentina menjadi titiktolak Salah dalam pemulihan kepercayaan dirinya. Bintang Mesir itumemang hanya mendapat jatah setengah musim, namun enam gol dan tigaassist ia berikan di musim 2014/15. Bagi Salah, pencapaian ituadalah awal dari kebangkitannya.

Setelah bekerja sama dengan Vincenzo Montella di Fiorentina,Salah akhirnya merapat ke AS Roma. Proses transfer ini sempatmenuai kontroversi, tetapi Giallorossi mampu menuntaskannya. Adasedikit kesulitan bagi Salah untuk tampil apik bersama Rudi Garciahingga paruh musim. Hanya saja, situasi itu tak bertahan lamakarena Luciano Spalletti datang.

Spalletti merupakan sosok pelatih yang inovatif dalam meramutaktik. Eksperimen dan tuntutan bermain di posisi tak naturaladalah hal biasa baginya. Siapa sangka, hal ini justru berdampakpositif pada perkembangan Salah. Kecepatan kakinya masih jadisenjata unggulan, tapi Spalletti menumbuhkan kecerdasan dankewaspadaan dalam permainan Salah.

Satu hal yang paling menonjol, seperti diungkap oleh AdamSummerton dalam Football Italia, adalah kerja sama Salah denganEdin Dzeko. Musim perdana Dzeko di Olimpico tidak berjalan lancar,namun itu berubah ketika pemahaman dengan Salah mulai tercipta.Spalletti menyulap kelemahan Roma menjadi kekuatan besar. Hasilnya,Dzeko menjadi topskor dengan 29 gol dan tujuh di antaranyamerupakan buah kerja sama dengan Salah – menjadikan mereka duetpaling efektif di Serie A.

SIMAK JUGA - Salah Bisa Penuhi Ambisi Liverpool

Secara personal, Salah juga mencapai performa terbaiknya musimlalu. Pemain berusia 24 tahun itu berkali-kali memimpin seranganbalik Giallorossi dan membuahkan gol. Dalam 41 penampilan di semuakompetisi, Salah mampu menyarangkan 19 gol dan 15 assist.Pencapaian yang istimewa dan terbilang tinggi sebagai pemain sayap,apalagi bila dibandingkan dengan 15 gol dan sembilan assist padamusim sebelumnya.

Tantangan yang ada di hadapan Salah adalah menemukan chemistrydalam skuat laskar Anfield yang superofensif. Sadio Mane, RobertoFirmino, dan Philippe Coutinho adalah trisula andalan The Redsmusim lalu. Jika Salah bisa menjalin kesepahaman seperti di Roma,niscaya daya gedor Liverpool akan menjadi yang terbaik di Inggris –dan tinggal menambah kekuatan di lini belakang untuk menghindaribanyak blunder dari Dejan Lovren.

Terlepas dari ekspektasi tinggi di Liverpool, Salah patutmendapat kredit karena kebangkitan kariernya. Sempat terasing diChelsea, bocah kelahiran Basyoun itu menuai dan menempa kepercayaandiri di Italia. Kini ia kembali dengan senjata lengkap untukmembawa The Reds ke puncak persaingan. Kekuatan mental inilah yangmungkin dibutuhkan The Reds dalam setiap momen inkonsisten musimdepan.

Salah datang di saat yang tepat, baik dari sudut pandanganyasebagai pemain maupun dari perspektif Liverpool sebagai klub yangmasih berusaha mengulang kejayaan masa lalu.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon