Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Segala Hal Yang Perlu Anda Tahu Tentang Espanyol

logo Goal.com Goal.com 13/07/2017

Goal Indonesia mengajak Anda untuk mengenal lebih dekat dengan klub, yang bakal menggelar laga uji coba di Indonesia pada 14 dan 19 Juli tersebut.

Espanyol mendadak jadi perhatian khususkhalayak sepakbola Indonesia, tatkala Evan Dimas menjalani trial diklub tersebut selama empat bulan. Meski mendapat pengalaman yangberharga, sayangnya salah satu bakat sepakbola terbaik di Tanah Airitu gagal mendapat kontrak profesional.

Namun Espanyol seperti tak mau perhatian masyarakat Indonesialepas begitu saja. Pada Awal awal 2017, mereka pun mengumumkanbahwa Indonesia masuk dalam agenda tru pramusim untuk menyambutkampanye 2017/18.

Tak main-main, Espanyol membawa dua tim sekaligus, yakni timutama dan tim B. Tim B bakal melakoni laga terlebih dahulumenghadapi Timnas Indonesia U-19 di Stadion GBLA Bandung, padaJumat (14/7). Sementara tim utama yang diisi pemain sekelas DiegoLopez dan Esteban Granero akan meladeni Persija Jakarta, di StadionPatriot Bekasi, pada Rabu (19/7).

Menyambut dua partai menarik tersebut, Goal Indonesia mengajakAnda untuk berkenalan lebih dekat dengan Espanyol. Karena maklum,di Spanyol nama mereka tak sementereng Real Madrid, AtleticoMadrid, Sevilla, Valencia, apalagi tim sekotanya, Barcelona. Simakpembahasannya berikut ini!

SIMAK JUGA: Kontra Espanyol, Evan TakDisertakan

Espanyol didirikan pada 28 Oktober 1900 oleh seorang mahasiswateknik Universitas Barcelona, Angel Rodriguez. Pertama kalididirikan, klub yang berdomisili di distrik Sarria, Barcelona,tersebut memiliki nama resmi Sociedad Española de Football yangsetahun berselang berganti menjadi Club Espanol de Futbol.

Kostum Espanyol awalnya berwarna kuning terang. Namun warnakebesaran klub kemudian berubah menjadi biru dengan strip putihpada 1910, sekaligus berganti nama lagi jadi Club DeportivoEspanol. Warna itu terinspirasi dari warna dalam perisai LaksamanaAragon-Spanyol, seorang pelaut terkemuka Negeri Matador.

Pada 1912 Espanyol kemudian menjadi salah satu dari sedikit klubSpanyol yang mendapat perlindungan dari Raja Alfonso XIII. Merekapun berhak menyematkan nama Real dan menggunakan mahkota dalamlambang klubnya. Nama resmi klub pun kembali berganti menjadi RealClub Deportivo Espanyol.

Berasal dari wilayah Catalunya, Espanyol bersaing langsungdengan tim sekota yang setahun lebih dahulu berdiri, yakniBarcelona. Pertemuan mereka kemudian dijuluki sebagai DerbiBarceloni.

Walau dalam perkembangannya Espanyol kalah jauh dari Barca baiksecara prestasi maupun basis pendukung, klub berjuluk LosPeriquitos tersebut merupakan salah satu pendiri kompetisi La LigaSpanyol pada 1928. Mereka juga jadi klub pertama dalam sejarahSpanyol yang dibentuk secara eksklusif oleh para penggemarsepakbola daerahnya.

SIMAK JUGA: Harga Tiket Persija Kontra EspanyolDijual Mahal

Sepanjang sejarah Espanyol telah menggunakan tiga stadionberbeda sebagai kandangnya. Estadi de Sarria menjadi kandangpertama sekaligus terlama yang digunakan Espanyol.

Espanyol bermukim di stadion berkapasitas 40 ribu tempat duduktersebut sejak 1923 hingga 1997. Stadion yang juga digunakan untukgelaran Piala Dunia 1982 itu juga jadi saksi bisu sederet gelarperdana dalam sejarah Espanyol.

Pada 1997, Espanyol memutuskan untuk hijrah ke Estadi Olimpic deMontjuic. Lantaran jarak antara penonton dan lapangan yang terlalujauh akibat adanya trek lari, kepindahan ini mendapat banyakkecaman dari suporter garis keras mereka.

Memahami keresahan para pendukungnya, Espanyol pun hanyabertahan selama 12 tahun di sana. Manajemen klub yang mendapatsokongan dana besar dari investor baru kemudian mendirikan stadionanyar yang punya fasilitas lengkap dan modern, yakni EstadioCornellà-El Prat.

Resmi digunakan pada 2009, stadion berkapasitas 40,5 ribupenonton tersebut sempat berganti nama menjadi Power 8 Stadiumsetelah hak namanya dibeli sponsor, pada 2014 hingga 2016. Lepasdari kontrak sponsor, manajemen Espanyol memutuskan untukmenggunakan "RCDE Stadium" sebagai nama baru Estadio Cornellà-ElPrat.

SIMAK JUGA: Alasan Persija Ditunjuk LawanEspanyol

Preskon Espanyol © 2017 Goal.com Preskon Espanyol

Meski tak sementereng La Masia milik Barcelona atau Castillakepunyaan Real Madrid, akademi sepakbola Espanyol termasukdiperhitungkan baik di Spanyol maupun Eropa.

Memiliki pendidikan berjenjang sejak U8 hingga U19, Espanyolmenyempurnakannya dengan mendirikan tim satelit, Espanyol B, pada1994 silam. Langkah itu membuat para pemain akademinya bisamerasakan langsung berkompetisi di level senior.

Hasil impresif mulai dirasakan sejak Espanyol makin seriusmengurusi akademinya dua dekade silam. Nama-nama flamboyandihasilkan, sebut saja Raul Tamudo, David Lopez, Aleix Vidal,Cristian Tello, Oriol Romeu, Marc Bartra, Sergi Darder, hingga EricBailly.

Seperti dibahas sebelumnya, eks kapten Timnas U-19, Evan Dimas,juga pernah merasakan tempaan akademi Espanyol. Belajar selama 100hari pada periode Januari hingga Mei 2016, banyak pelajaran yangdidapat pemain Bhayangkara FC tersebut.

"Saya mendapat pengalaman hebat selama membela Espanyol.Fasilitas latihan di sana sangat lengkap, terutama untk nge-gyim.Tepat latihan dan lapangan pertandingan juga berdekatan, sehinggamemudahkan. Saya tidak menyesal bisa menimba pengalaman di luarnegeri," ujar Evan, sesaat setelah pulang dari Spanyol.

SIMAK JUGA: Timnas U-19 Perlu HadapiEspanyol

Memiliki sejarah panjang, Espanyol tentu punya sederet legendayang namanya selalu dielu-elukan oleh kawan maupun lawan padamasanya.

Jika harus menyebut satu nama yang paling besar, tentu diaadalah Raul Tamudo. Penyerang kelahiran Catalunya ini merupakanproduk asli akademi Espanyol.

Masuk akademi sejak berusia 15 tahun, Tamudo jadi penampilterbanyak dalam sejarah Espanyol. Memulai karier profesionalnyabersama Espanyol pada 1996 hingga mengakhiri masa abdi pada 2010,pemain berpostur 178 centimeter tersebut menorehkan 389penampilan.

Tak heran bila kemudian Tamudo juga jadi top skor sepanjang masaEspanyol, lewat koleksi 129 gol. Jumlah itu unggul jauh dariMaranon (111 gol) dan Julian Arcas (86 gol), yang berada langsungdi belakangnya.

Selain itu ada nama-nama legendaris lain seperti Artaega, JoseMaria, Thomas N'Kono, Antonio Argiles, Mauricio Pochettino, Ivan dela Pena, Daniel Jarque, hingga Luis Garcia.

Khusus Jarque, eks kapten Espanyol itu meninggal dunia disela-sela pemusatan latihan pramusim Blanquiazules di Coverciano,Firenze, Italia. Nomor punggung 21 miliknya kemudian diabadikan danstadion untuk Espanyol B berganti nama jadi "Estadio DaniJarque".

SIMAK JUGA: Evan Ungkap Alasan Performanya TakStabil

Meski eksis beredar di level tertinggi sepakbola Spanyol,Espanyol bukanlah klub yang dipandang top baik di negerinya sendirimaupun Eropa. Hal itu terepresentasi dengan tegas dari catatanprestasinya.

Menginjak usia 116 tahun pada 28 Oktober nanti, baru ada limatrofi yang diakui secara prestise di dalam lemari piala Espanyol.Empat dari kompetisi lokal yang kesemuanya merupakan Copa del Rey,sementara satu lainnya berasal dari turnamen kasta ketiga Eropa,Piala Intertoto.

Gelar terakhir didapat pada musim 2005/06, lewat raihan Copa delRey. Semusim setelah mencomot gelar tersebut, sejatinya Espanyolbisa melanjutkan kejayaan di ajang Piala UEFA. Sayang mereka kalahdi partai final oleh tim senegara, Sevilla, lewat babak adu penaltisetelah duel berakhir imbang 2-2 dalam 120 menit pertandingan.

Selebihnya lemari trofi Espanyol dipenuhi oleh 11 gelarCampionat de Catalunya dan enam Copa Catalunya, yang merupakanturnamen lokal Catalunya.

SIMAK JUGA: Persija Semangat Lawan Espanyol

Musim 2016/17 tidak bisa dibilang mengecewakan buat Espanyol.Mereka berhasil menduduki peringkat delapan di akhir kompetisi LaLiga, yang merupakan posisi tertinggi sejak musim 2010/11.

Dalam prosesnya Espanyol sanggup menahan imbang Atletico Madriddan menumbangkan Sevilla. Kiper utama mereka, Diego Lopez, bahkanberhasil menorehkan rekor klub sebagai kiper dengan clean sheetterpanjang karena tak kebobolan selama 586 menit.

Kegemilangan Espanyol tak lepas dari tangan dingin pelatihnya,Quique Sanchez Flores. Mengedepankan gaya sepakbola menyerang khasSpanyol lewat skema 4-2-4, Espanyol musim lalu tampil jauh lebihatraktif dari yang sebelumnya dikenal sebagai tim pragmatis.

Pemain-pemain dengan kreativitas tinggi layaknya Pablo Piatti,Javi Fuego, dan Javi Lopez jadi maksimal fungsinya. Tugas FelipeCaceido dan Leo Baptistao di lini depan pun jadi terasa lebihringan.

Garansi permainan indah di level tertinggi jadi bisa dimilikimasyarakat Indonesia, kala Timnas IndonesiaU-19 dan Persija Jakartamenjamu Espanyol nanti.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon