Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Semoga Nasib Djadjang Nurdjaman Tak Seperti Stefano Pioli Di Inter

logo Goal.com Goal.com 18/06/2017

Ada kesamaan yang terjadi antara Djanur dan Pioli ketika menukangi klubnya masing-masing.

OLEH MUHAMMAD RIDWAN

Seorang pria berkumis lebat meratapi kekalahan dua gol yangbaru saja menimpa timnya di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu 4Juni 2017. Ia seperti limbung tanpa arah karena derasnya desakanmundur dari suporter yang begitu fanatik terhadap klub yangdilatihnya.

Rasa bersalah akibat raihan negatif yang menimpa Persib Bandungdi Liga 1, terus berkecamuk dalam diri Djadjang Nurdjaman. Bobotohyang awalnya begitu memujanya kini berubah jadi mencacinya. Duniapun seolah berhenti putar.

Asal mula Bobotoh kesal terjadi ketika Persib ditahan SemenPadang tanpa gol dan Borneo FC 2-2. Teriakan Djadjang mundur mulaimenyeruak ke permukaan melalui media sosial, hingga jadi sorotanpublik nasional.

Seperti ogah bangkit dari keterpurukan, Persib malah terjungkalketika melawat ke kandang Bali United 1-0. Walau itu merupakankekalahan perdana yang dialami Pangeran Biru pada kompetisi musimini. Tapi Bobotoh tetap tidak dapat menerima dengan besar hati.

Kondisi itu diperparah ketika Persib tertinggal dua gol saatbertandang ke markas Bhayangkara FC. Bobotoh yang dikenal begitusantun dengan klub kesayangannya tersebut, hingga menginvasi kelapangan ketika laga menyisakan enam menit lagi.

SIMAK JUGA: Djadjang Nurdjaman: Performa Persib Bandung Jauh DiBawah Harapan

Aksi ekstrem ini merupakan bentuk protes yang dilakukan paraBobotoh. Mereka merasa sangat geram dengan performa yangditampilkan Atep Rizal dan kawan-kawan karena bertanding dibawahekspetasi.

Tak kuasa dengan gelombang besar yang menimpanya, Djanur -sapaanDjadjang- memutuskan meletakkan jabatannya. Ia pun sudah berpamitankepada pemain dan manajemen Persib di dalam ruang ganti pemain,usai takluk 2-0 dari Bhayangkara FC.

Bulir bening air mata pun berjatuhan sesaat setelah Djanurmengucapkan salam perpisahannya. Para pemain tak rela pria asalMajalengka tersebut meninggalkan tim yang sudah dibangunnyaini.

Manajemen tak gegabah menyetujui permintaannya. Meski sempathilang beberapa hari dalam latihan Persib, Djanur akhirnyamenunjukkan batang hidungnya. Ia pun berjanji akan bersikapprofesional sampai manajemen membuat keputusan tentang masadepannya.

Djanur tetap memegang komando ketika Persib mengalahkan PersibaBalikpapan susah payah dengan skor 1-0, pada pekan sepuluh. Akantetapi, kemenangan tersebut terasa hampa layaknya hubunganpercintaan yang tak saling percaya lagi, karena Bobotoh memilihmemboikot laga itu.

Hasil itu juga yang membuat hasrat Djanur buat pergi takdiijabat. Manajemen memutuskan untuk tetap memberi kepercayaankepada mantan penggawa Mercu Buana Medan ini memegang kendaliformasi permainan Maung Bandung.

Ditolaknya pengunduran diri Djanur sama persis dengan kisahStefano Pioli. Keinginan mantan juru kemudi Palermo itu meletakkantonggak komando tak diperbolehkan oleh Inter Milan.

Namun, Persib yang saja bangkit mesti ambruk lagi ketika melawatke Banjarmasin. Pangeran Biru takluk 1-0 dari Barito Putera.Kekalahan ini buat Djanur tidak bisa menikmati jeda Idul Fitrikarena harus memutar otak demi membuat pasukannya moncer lagiketika Liga 1 kembali bergulir.

Permulaan yang indah buat Pioli

Rasa percaya Inter Milan sudah hilang terhadap Frank de Boer.Manajemen memutuskan mendepak mantan pemain Barcelona tersebut darijuru strategi. Padahal De Boer ketika itu baru melatih selama 84hari.

Petaka buat Inter bersama De Boer sudah mulai terasa saat merekaditaklukkan Chievo dua gol tanpa balas pada laga perdana Serie A.Kekalahan inilah yang menimbulkan tanda tanya apakah sanggup priaasal Belanda ini memegang tongkat komando Samir Handanovic dankolega sampai akhir musim.

Partai berikutnya Inter menjamu Palermo. Di mana hasil yangdidapatkan juga begitu mengecewakan, karena klub Italia pertamayang tiga gelar dalam satu musim itu hanya bermain imbang 1-1.

Walau pada partai berikutnya Inter dapat meraih tiga kemenangansecara beruntun atas Pescara, Juventus, dan Empoli. Tapi,Nerazzurri jatuh lagi ke lubang nestapa, karena hanya bisa memetiksatu angka dari empat pertandingan.

SIMAK JUGA: Inter Tolak Pengunduran Diri Stefano Pioli

Titik kesabaran manajemen akhirnya habis ketika Inter takluk 1-0dari Sampdoria. De Boer pun didepak dengan cara yang terbilangtragis. Petinggi La Beneamata menggelar rapat darurat via aplikasiSkype untuk memutuskan perihal penghentian De Boer.

Kekosongan posisi yang ditinggalkan De Boer tak berlangsunglama. Inter langsung menujuk Stefano Pioli jadi allenatore yangbaru tepatnya pada 8 November 2017. Pioli diharapkan dapat membawapasukannya finis di zona Liga Champions.

Tugas awal Pioli bisa dikatakan sukses. Pria asal Parma inisukses membawa Inter menahan rival satu kotanya AC Milan denganskor 2-2. Raihan satu poin ini melambungkan namanya ke langit untuksementara waktu.

Kegeniusan Pioli dalam meramu strategi kembali ditunjukkannya.Kali ini ia membawa Inter meraih kemenangan besar 4-2 atasFiorentina. Namun, di laga selanjutnya Nerazurri takluk tiga goltanpa balas dari Fiorentina.

Rasa sakit dari kekalahan yang diterima dari Napoli tersebutmembakar semangat juang Inter. Setelah itu, Antonio Candreva sertabak kerasukan roh halus dengan menyambet tujuh kemenangan secaraberuntun di Liga Italia.

Pioli seperti tuhan yang disembah oleh umatnya berkat torehantersebut. Namanya begitu harum hingga ke gang kecil kota Milan, dantidak ada yang meragukan Inter bisa bermain di turnamen palingbergengsi di benua biru pada musim depan.

Hilangnya magis Pioli

Menghadapi Juventus pada awal Februari, Inter yang tengah dalamkepercayaan diri yang tinggi tak dapat berkutik. Klub peraih tujuhgelar Coppa Italia itu harus mengakui kehebat Si Nyonya Tua denganskor 1-0.

AS Roma menjadi klub kedua yang mengalahkan Inter diakhir bulanyang penuh cinta itu. Padahal, sebelum pertandingan tersebutdigelar Inter berhasil dua kemenangan secara beruntun atas Empolidan Bologna.

Periode terpuruk kembali hinggap di Maret. Walau sempat meraihdua kemenangan dengan angka yang fantastis yakni atas Cagliari 5-1,dan Atalanta 7-1, Inter harus puasa mendapatkan poin sempurnasampai awal Mei 2017.

Cercaan dan makian jadi santapan yang harus dinikmati Piolisetiap harinya. Suporter Inter yang awalnya begitu memujanya kiniberubah 180 derajat. Mereka semua menuntut agar Pioli dapat segerapergi meninggalkan Stadion Giuseppe Meazza.

SIMAK JUGA: RESMI: Inter Pecat Stefano Pioli

Sadar dengan desakan dan anjloknya performa infanterinya, Piolimemutuskan mengundurkan diri dari pelatih Inter, selepas digebukFiorentina 5-4, pada akhir April. Namun, seperti Djanur dan Persib,keinginan Pioli tidak iyakan oleh manajemen Nerazurri.

Djadjang Nurdjaman Persib Bandung © 2017 Goal.com Djadjang Nurdjaman Persib Bandung

Pria berusia 51 tahun ini tetap dipercaya jadi allenatore Inter.Akan tetapi dua kekalahan beruntun dari Napoli dan Genoa, membukamata manajemen kalau Pioli, memang tidak layak lagi berada di timini.

Posisi Pioli kemudian langsung digantikan oleh pelatih timprimavera, Stefano Vecchi, di tiga laga sisa musim ini. Dalampertandingan tersebut Vecchi berhasil meraup enam poin yakni menangatas Udinese dan Lazio, serta takluk dari Sassuolo.

Semoga kisah pilu yang dialami Pioli dengan Inter tidak menimpaDjanur. Karena situasi yang menimpa kedua pelatih ini hampir mirip,begitu dipuja suporter kemudian dihina dan sempat mengundurkan diritapi ditolak. Kini Luciano Spalletti sudah dipercaya jadi arsitekanyar La Beneamata.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon