Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Sensasi Transfer Everton: Siap Dobrak Kemapanan The Big Six?

logo Goal.com Goal.com 18/08/2017

Rekor transfer klub yang pecah tiga kali hingga romantisisme dengan Wayne Rooney. Everton tampak siap mengusik papan atas Liga Primer Inggris.

Di tengah riuhnya bursa transfer musim panas ini, Everton membuat situasi tersebut makin gaduhlewat transaksi besar-besaran yang mereka lakukan. Ya, belanjapemain Everton rupanya sudah bukan di level puluhan jutapoundsterling seperti tahun-tahun yang lalu, melainkan mencapairatusan juta poundsterling layaknya klub-klub elite Eropa.

Kedatangan GylfiSigurdsson ke Goodison Park dengan rekor transfer klub £45juta, Rabu (16/8), kembali menegaskan bahwa inflasi harga pemain diLiga Primer Inggris sudah berada dalam level yang membuat oranggeleng-geleng kepala. Komersialisasi EPL, terutama melalui hak siartelevisi, menjadi tersangkanya. Mendengar kabar bahwa sebuah timsemenjana EPL telah memecahkan rekor transfer klub kini tak lagimengejutkan.

Faktanya, Everton sudah tiga kali membuat rekor pembeliantermahal di musim panas ini. Sebelum Sigurdsson, Everton sudahlebih dulu memecahkan rekor transfer klub dengan memboyong kiperJordanPickford dan bek sentral MichaelKeane, yang masing-masing bisa menembus £30 juta jika turutmenghitung bonus. Menurut laman Transfermarkt, banderol Sigurdsson,Pickford, dan Keane sekitar dua kali lebih mahal dari market valuemereka.

Total, Everton telah menghamburkan uang £131 juta (sekitar Rp2,25 triliun), pengeluaran terbesar ketiga di Inggris setelahManchester City dan Manchester United. Everton sebetulnya bisameraup pemasukan yang lebih besar berkat penjualan Romelu Lukaku,Gerard Deulofeu, Tom Cleverley, dan segera menyusul Ross Barkley,James McCarthy, Joel Robles, dan Oumar Niasse.

Pada akhirnya, apa yang dilakukan Everton ini bukan sebatasunjuk kekuatan finansial di bursa transfer. Ini adalah tentangbagaimana The Toffees menyatakan ambisi mereka untuk menembus papanatas Liga Primer. Manajer Ronald Koeman tidak bisa tidak menjadi porosdari proyek besar ini.

“Kami ingin melanjutkan pekerjaan kami di musim lalu. Setiap timmencoba merekrut pemain terbaik. The Big Six telah membelanjakanuang mereka. Kami pun demikian dan ini adalah sinyal yang baguskepada semua pihak bahwa kami siap berkompetisi dengan mereka,”ujar Koeman seperti dikutip The Guardian.

SIMAK JUGA: Everton Belum Ingin Berhenti Belanja

Everton mungkin tidak akan langsung mendobrak empat besar dimusim ini kendati hal itu tidak mustahil. Namun harus diakui jikatarget menuju ke sana memang terlihat menjanjikan mengingat pararekrutan baru ini kebanyakan berusia muda, penuh talenta, dan bisamenjadi investasi jangka panjang.

Pickford, misalnya, masih berusia 23 tahun. Meski diboyong dariSunderland yang terdegradasi, kiper Inggris termahal ini dianggapmemiliki bakat besar dan berpotensi menjadi bintang jika terusdipoles. Hal sama berlaku untuk Keane (24), Davy Klaassen (24),Sandro Ramirez (22), hingga Henry Onyekuru (20), penyerang Nigeriayang langsung dipinjamkan ke Anderlecht karena izin kerjanya diInggris baru keluar tahun depan.

Sayang, strategi transfer ini sedikit tertutupi oleh euforiaWayneRooney yang pulang kampung setelah sukses merantau diManchester United selama 13 tahun. Kepulangan Rooney, yang kinisudah berusia 31 tahun, memang menghadirkan romantisisme. Namunyang pasti Koeman tidak akan bersikap romantis kepada Rooney dalamhal menentukan Starting XI. Tanyakan hal ini pada Barkley,gelandang berbakat Inggris yang kini menjadi bulan-bulananKoeman.

Rooney barangkali akan dijadikan sebagai simbol agar Evertonmemiliki daya pikat -- minimal seperti tetangga sebelah Liverpool-- sekaligus menghadirkan fear factor bagi tim lawan. Ia juga akanmenjadi satu dari sekian banyak sosok vokal di ruang ganti sepertiPhil Jagielka, Leighton Baines, Klaassen, yang akan membuat masalahkepemimpinan di Everton tidak jadi soal.

© 2017 Goal.com

Namun Rooney sudah pasti tidak mau hanya dijadikan simbol. Iaingin berpartisipasi dan berkontribusi penuh dalam proyek ini, demiklub yang dicintainya. Gol tunggal Wazza ke gawang Stoke City dipartai pembuka EPL 2017/18 menjadi bukti bahwa dirinya belum habisdan siap diandalkan.

Berbicara soal gol, Koeman tentu mafhum bahwa ia masih harusmenutup lubang yang ditinggalkan Lukaku. Penyerang Belgia ituadalah mesin gol klub, dengan mampu mengemas 20-an gol dalam tigamusim terakhir di Everton. Koeman pun membenarkan bahwa pihaknyamengincar pengganti Lukaku di jendela transfer ini untuk menjaminlancarnya gol di tiap partai.

“Semua orang tahu kami kehilangan Romelu Lukaku. Kami sudahmendatangkan Wayne Rooney, Sandro Ramirez dan kini Gylfi. Mungkinmereka bisa mencetak gol yang lebih banyak ketimbang musim lalu,namun kami tetap butuh striker yang bisa bermain di No.9. Ketikabermain di Eropa dan EPL, Anda tidak bisa jika hanya memiliki satuatau dua striker,” kata Koeman.

Upaya penguatan Everton ini ternyata bukan cuma fokus di timutama. Tim junior mereka juga mendapat suntikan dana £10 juta untukmerekrut sejumlah youngster berbakat yang diharapkan bisa dipanenhasilnya di masa mendatang. Selain itu, rencana stadion baru diBramley Moore Dock juga bakal menambah antusiasme fans.

Nuansa positif saat ini jelas terasa di kubu Merseyside Biru,namun sebuah pertanyaan mengganjal: apakah investasi besar-besaranini akan membuat Everton naik derajat sebagai tim elite atau hanyasekadar untuk mempertahankan peringkat ketujuh di akhir musim?

Jawabannya mungkin terhampar tak lama lagi. Pasalnya dalam limalaga pembuka EPL, Everton akan langsung berjumpa dengan ManchesterCity, Chelsea, Tottenham Hotspur, dan Manchester United.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon