Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Si Kembar Yang Tertukar Di Timnas Indonesia U-16

logo Goal.com Goal.com 15/07/2017

Kemiripan Bagas dan Bagus sempat mengecoh Fakhri sehingga posisi bermain mereka tertukar.

Bagus Kahfi - Bagas Kaffa Timnas Indonesia U-16 © 2017 Goal.com Bagus Kahfi - Bagas Kaffa Timnas Indonesia U-16


Tim nasional (timnas) Indonesia U-16 memiliki sepasang pemainkembar yaitu Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi dan Amiruddin BagusKahfi Alfikri. Keduanya pun sejauh ini memberikan performa yangcukup memuaskan selama Piala AFF U-15 2017 di Chonburi,Thailand.

Namun, di balik terpilihnya dua pemain itu ke dalam skuat asuhanFakhri Husaini, ternyata ada cerita menarik di dalamnya. Menyusul,kemiripan keduanya sempat mengecoh Fakhri sehingga posisi bermainmereka tertukar pada saat seleksi dilakukan.

"Kami berdua sebenarnya striker. Tapi pas seleksi di Subang,Bagus menjadi bek kiri, sedangkan saya sebagai striker. Habis itu,saya seleksi di Yogyakarta dari pertamanya ditaruh di depan,setelah itu ditaruh di belakang (karena dikira Bagus). Ketika diYogyakarta, Bagus enggak ikut," cerita Bagas, kepada GoalIndonesia.

"Ketika masuk daftar 55 pemain, nama saya ternyata terterasebagai pemain belakang, sementara Bagus sebagai pemain depan,"tambahnya.

Hal itu juga sempat diutarakan administrator Indonesia U-16Ricky Riskandi. "Waktu itu keduanya tak berbicara ke pelatih saatdiberikan posisi dan menerima saja. Coach Fakhri pun sempat kagetketika sudah berjalan beberapa lama mereka baru bilang kalauposisinya tertukar," ucap Ricky.

SIMAK JUGA: PREVIEW: Indonesia U-16 - Laos U-16

"Tapi ketika ditanyakan apakah mereka nyaman bermain diposisinya saat ini, mereka bilang nyaman. Akhirnya, tetapditeruskan hingga sekarang," ujarnya.

SIMAK JUGA: Cetak Hat-Trick, Striker Timnas U-16 Sedih

Bagas pun menuturkan tak masalah dengan posisi bermainnya saatini sebagai bek sayap. Meski memang, dia membutuhkan adaptasikembali dengan posisi barunya itu.

"Pertamanya saja agak bingung. Tapi setelah mempelajari,akhirnya saya bisa sekarang bermain di posisi bek," tutur pemainasal Magelang ini.

Begitu juga dengan Bagus, yang akhirnya kini menjadi salah satuandalan di lini depan Indonesia U-16. Bahkan, dia menjadi topskorsementara Indonesia U-16 dengan torehan tiga golnya, yang dialesakkan seluruhnya ketika melawan Australia U-16, Kamis (13/7)lalu.

Fakhri juga memberikan pujian kepada Bagus yang disebutnyasebagai salah satu striker potensial yang dimiliki tim Garuda Asia."Gaya bermain Bagus dan Rendy (Juliansyah) tentu berbeda, merekapunya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kalau lawan sepertiAustralia dan Thailand, Bagus bisa merepotkan mereka. Tiga gol yangdia cetak ke gawang Australia, menunjukkan dia punya kualitas yangbaik sebagai striker," kata Fakhri.

Sementara itu, Bagas pun sedikit membeberkan cara bagaimanamembedakan antara dirinya dengan Bagus. "Selain tingginya yang bedasedikit, kalau saya di bawah mata ada jahitannya sedangkan Bagusenggak. Orang di kampung saya cara membedakannya seperti itu,"ungkap putra pasangan Yuni Puji Istiono dan Ari Susanti itu.

Berbicara soal kariernya ke depan, Bagas pun berharap bisamemperkuat klub luar negeri. Yang menjadi tujuannya adalah Jepangdan Spanyol. "Itu kalau Allah SWT mengizinkan. Kalaupun main diIndonesia, saya ingin berharap bisa memperkuat Arema,"pungkasnya.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon