Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Soal Kuda Untuk SEA Games XXIX/2017, Bisa Juga Dari Klub

logo tribunnews.com tribunnews.com 20/03/2017 Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajemen timnas sudah berencana untuk kembali menggelar training-camp bagi rider-rider jumping yang dipersiapkan ke pentas equestrian SEA Games XXIX/2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, 19-31 Agustus mendatang.

Training-camp dengan instruktur Marc Boes (Belgia) akan digelar medio April mendatang di APM Equestrian Centre, Tangerang, Banten.

Training-camp pertama sudah dilaksanakan pada Kamis-Minggu (16-19/3) dengan instruktur Pieter Jan Berkers, dari Belanda.

Bagaimana dengan rider-rider dari disiplin dressage (tunggang serasi), yang juga diproyeksikan ke SEA Games XXIX/2017 tersebut? Dari dressage ini PP Pordasi selaku NF (federasi nasional) equestrian bahkan mengharapkan peraihan dua medali emas, sementara dari jumping hanya satu.

Menurut keterangan Jose Rizal Partokusumo, Wakil Ketua Umum PP Pordasi bidang equestrian, rider-rider dressage bukannya tidak diperhatikan. Jose memaparkan, dari setiap kelangsungan event nasional equestrian, rider tunggang serasi mengikuti semacam clinic singkat yang diberikan oleh judge/juri dari FEI yang bertugas di kejuaraan tersebut.

Ia kemudian mencontohkan dari apa yang diikuti oleh para rider yang diproyeksikan ke SEA Games XXIX/2017 tersebut di kejuaraan APM Classic kemarin, khususnya mereka yang tampil di kelas Prix St Georges (PSG).

"Penampilan mereka di hari pertama PSG pada Sabtu itu dievaluasi oleh dua judge yang bertugas di sini. Sangat bermanfaat, sebab evaluasi itu diberikan oleh judge dari level tinggi di FEI," papar Jose Rizal.

Dua judge yang bertugas di APM Classic adalah Peter Hansaghy dari Hungaria dan Maria Schwennesen dari Australia, keduanya FEI Level 4.

Disinggung tentang adanya keluhan terkait kuda yang akan ditampilkan di kontes dressage SEA Games XXIX itu, Jose menuturkan, hal itu tidak perlu dipermasalahkan.

"Kuda yang baik itu bisa saja dibeli oleh klub, bisa juga dananya dari patungan para pengurus," ujar Jose.

Untuk dressage ini rider Indonesia disebut-sebut kurang diperkuat oleh kuda yang benar-benar bisa diandalkan bisa bersaing dengan kuda dari negara peserta lainnya.

Kecuali rider senior dan berpengalaman seperti Larasati Gading, rider proyeksi SEA Games XXIX lainnya disebut-sebut sedikit bermasalah dengan kuda-kudanya.

Rider proyeksi dressage SEA Games XXIX lainnya antara lain adalah Jolfie Momongan, Rahmat Natsir, Dara Ninggar Prameswari, M.Akbar Maulana.

Rahmat Natsir tidak berkompetisi di APM Classic karena sedang tidak punya kuda yang bisa diandalkan. Namun, ia tengah menunggu datangnya kuda warmblood dari Belanda.

Anantya Riding Club (ARC), klubnya Rahmat Natsir, sudah membeli dua kuda, satu milik Jusmin Suwoko dan satunya milik Joss Suharti, ayah dari Dara Ninggar Prameswari.

Apa yang dilakukan oleh ARC ini diapresiasi oleh Jose. Dan, Jose cukup yakin jika Rahmat Natsir dan Dara Ninggar bisa cepat beradapatasi, menyesuaikan diri atau bersinergi dengan tunggangan barunya masing-masing.

Albert Pelealu, salah satu peserta training camp dengan Peter Jan Berkers © ist Albert Pelealu, salah satu peserta training camp dengan Peter Jan Berkers

"Saya kira tidak perlu waktu lama untuk bersinergi dengan kuda-kuda warmblood," kata Jose.

Satu-satunya rider dressage yang tidak punya masalah dengan kudanya mungkin hanya Larasati Gading. Banyak kuda bagus yang dimiliki Laras, dan rutin ditunggangginya dalam latihan serta rangkaian pertandingan yang diikutinya di Jerman.

"Kami optimis dengan Laras," seru Jose. tb

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon