Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Tak Ada Tempat Lagi Untuk Philippe Coutinho Di Liverpool

logo Goal.com Goal.com 30/08/2017

Kemenangan telak atas Arsenal dan peresmian transfer Keita secara tidak langsung menyiratkan pesan bahwa Liverpool tak lagi membutuhkan Coutinho.

Tak lama setelah Liverpoolgagal mendatangkan Virgil van Dijk dan Naby Keita pada percobaankedua di bursa transfer, Barcelona datang dengan tawaran lebih dari€100 juta untuk memboyong Philippe Coutinho. Kopites sudah tentu cemas bukan kepalang.Sudah sasaran transfer meleset, datang pula tawaran yang tak bisaditolak untuk pemain terbaik yang mereka punya.

Suasana sirik dan panik di Merseyside tentu bisa dimaklumi dalamperiode tersebut. Tanda-tanda déjà vu musim 2014/15 sedikittercium. Jika The Reds kehilangan Luis Suarez yang merupakan pemainkunci dalam perjalanan ke posisi runner-up saat itu, musim iniCoutinho yang berpotensi hengkang. Kekhawatiran akan berulangnyakampanye buruk di semua kompetisi pun merasuk ke sanubari fans.

© 2017 Goal.com

Kopites semakin mencak-mencak dan mulai mencaci maki FenwaySports Group (FSG) ketika Coutinho mengajukan permintaan transfer.FSG sebagai pemilik saham mayoritas dinilai tidak becus mengurusklub, sampai beberapa meminta mereka angkat kaki. Saga transfer inidiikuti oleh pernyataan keras FSG, tapi Coutinho melanjutkanaksinya dengan mogok di lima laga awal.

SIMAK JUGA - Neymar Diklaim Minta Coutinho Jangan GabungBarca

Adapun atmosfer sesak yang berakar dari isu kepergian The LittleMagician mulai mereda jelang September. Penyebabnya jelas, The Redsberhasil lolos ke fase grup Liga Champions, membantai Arsenal, lalumeresmikan transfer Naby Keita untuk 2018. Ditambah denganmemanasnya isu kedatangan Van Dijk dan Thomas Lemar, kecemasan akantransfer Coutinho perlahan kabur.

Sebaliknya, Kopites gantian murka terhadap sang playmaker ketikafotonya berlatih di skuat Brasil beredar luas. Asumsi bahwaCoutinho memalsukan cederanya kian kuat dan opini publik mulaimenyudutkan bintang Brasil itu. Jika kepercayaan Jurgen Klopp ikutluntur, jangankan kembali ke skuat utama, Coutinho bisa sajabernasib sama seperti Mamadou Sakho.

Absen membela Liverpool, Coutinho tiba-tiba muncul di sesilatihan Brasil.

Bukan tidak mungkin Kloppo marah pada Coutinho karena pemalsuancedera punggung. Sakho yang jadi salah satu bek andalan di musim2015/16 saja diasingkan selama setengah musim, sebelum dipinjamkanke Crystal Palace, karena indisipliner. Sang manajer memang mengakusiap menerima kembali Coutinho pekan lalu, tapi situasi sudahberubah drastis di Anfield.

Kejadian ini kiranya akan mengubah sikap Klopp dan FSG terkaitpenjualan Coutinho ke Barcelona. Mereka memang menolak tawaran awalBlaugrana, namun raksasa Spanyol itu siap kembali dengan tawaranyang lebih besar. Seandainya tawaran superbesar kembali datang,publik takkan terkejut atau murka lagi ketika Coutinho hijrah keCamp Nou.

SIMAK JUGA - Liverpool Datangkan Keita Musim Depan

Skenario tanpa Coutinho mulai terbayang setelah Liverpoolmenghantam Arsenal empat gol tanpa balas akhir pekan lalu. Dalampertandingan tersebut, The Reds tampil sangat cari tanpa kehadiranplaymaker utamanya. Biasanya Liverpool akan langsung mengoper bolapada Coutinho jika buntu, tapi pemandangan yang menunjukkanketergantungan itu tak tampak lagi.

Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino melakukanpressing ketat nan akurat di jantung pertahanan Arsenal. Dengankeunggulan teknik trio tersebut, plus keseimbangan yang ditawarkanEmre Can dan Jordan Henderson, serangan kilat Liverpool selalumengalir dengan indah. Senjata ini sejatinya sudah cukup untukmenghadapi klub papan atas yang berfilosofi menyerang.

Bukan berarti Coutinho tidak dibutuhkan. Sepakan jarak jauh dandribel maut bintang Brasil itu masih berguna ketika menghadapimusuh yang parker bus. Adapun Kloppo berusaha mencari alternatifdan pelan-pelan memperkenalkan Liverpool tanpa Coutinho. Toh, jikadibandingkan dengan Suarez, Coutinho bukan sosok yang bisa seorangdiri menentukan hasil akhir pertandingan.

SIMAK JUGA - Liverpool Segera Dapatkan Lemar

Antisipasi kepergian Coutinho sudah dilakukan dengan transferNaby Keita. Setelah negosiasi sengit dengan RB Leipzig, akhirnyaMichael Edwards berhasil mendapatkan targetnya. Gelandang Guineaitu baru akan bergabung ke Anfield musim depan, tapi kedatangannyaseolah-olah menjadi pesan perpisahan untuk Coutinho – entah musimini ataupun musim depan.

Butuh dua transfer lagi dan Coutinho takkan dirindukan olehpublik Anfield. Virgil van Dijk jadi sosok yang paling dibutuhkanuntuk mengakhiri kekacauan lini belakang. Sementara itu, ThomasLemar diplot untuk memperkuat daya gedor sekaligus berpotensimengisi posisi Coutinho. Bayangkan jika pembelian itu benarterwujud, kedalaman skuat The Reds akan mampu bersaing dengan papanatas Liga Primer!

Grafik di atas menunjukkan formasi potensial The Reds untukmusim depan. Untuk musim ini, hanya perlu mengurangi Keita dariskuat bayangan - dengan pertimbangan Van Dijk dan Lemar merapat keAnfield sebelum tenggat bursa transfer.

Walau kedalaman skuatnya terkesan tidak spesial, jangan lupaKloppo punya deretan pemain yang versatile, mampu mengisi beberapaposisi. James Milner mampu menjadi bek kiri, sementara Lemar kadangdimainkan sebagai gelandang tengah. Mane dan Salah bisa bertukarposisi, lalu Milner dan Adam Lallana pernah bermain sebagai pemainsayap di klub sebelumnya. Untuk posisi bek, ada Joe Gomez yang bisabermain sebagai wingback kanan dan kiri.

SIMAK JUGA - Talenta Muda Terbaik Liga Primer 17/18

Jurgen Klopp akan dipersenjatai dengan kedalaman skuat unggulandengan selisih kemampuan yang tidak berbeda jauh. Masih jauh dariideal, mengingat minimnya pemain berpengalaman. Liverpool saat inimerupakan salah satu tim dengan rata-rata usia termuda di LigaPrimer Inggris. Namun siapa peduli? Borussia Dortmund bahkanmenaklukkan Bundesliga 2010/11 dengan rata-rata usia 23,77tahun.

Kedalaman dan kualitas potensial Liverpool tidak menyisakantempat untuk Coutinho. Bahkan bisa dikatakan, Jurgen Klopp sudahmenatap hari-hari tanpa keberadaan Coutinho. Sang manajer memangbersikeras tak ingin melepas Coutinho, tapi gerak-gerik transfernyamenunjukkan hal yang sebaliknya. Apapun keputusan sang playmaker,The Reds sudah siap menjalani musim tanpa kehadirannya.

Namun dalam semesta paralel, sebuah dunia yang paling idealuntul Liverpool, Coutinho akan bertahan di Anfield dan harusbersaing dengan Keita, Lemar, serta Lallana. Persaingan internalpun semakin ketat dan kualitas masing-masing pemain akan berkembangdengan pesat. Mungkin bakal ada yang terpental dalam persaingan,bisa saja Coutinho, tetapi hal tersebut bisa dibilang positif untuktim yang berusaha mengulang kejayaan masa lalunya.

Jadi, masih khawatir Coutinho akan pergi?

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon