Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Takut Kalah Jonatan Christie Tampil Buruk

logo tribunnews.com tribunnews.com 09/02/2017 Deny Budiman

TRIBUNNEWS.COM - Jonatan Christie hanya bisa tertunduk lesu saat satu pengembaliannya menyangkut di net. Kesalahan ini mengakhiri pertandingan babak kedua Thailand Masters 2017 yang dijalaninya melawan Aditya Joshi (India), dengan skor 16-21, 19-21, Rabu (8/2) malam.

 Hasil ini memang bisa dibilang mengejutkan, Jonatan merupakan unggulan keempat. Diatas kertas ia lebih dijagokan untuk menang ketimbang Joshi yang non-unggulan. Namun sayang, Jonatan tampil di bawah performa terbaiknya

Pebulutangkis putra Indonesia Jonatan Christie berusaha mengembalikan kok dari pebulutangkis putra Taiwan Hsu Jen Hao dalam Turnamen BCA Indonesia Open Metlife BWF World Super Series Premier 2016, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2016). Dalam pertandingan tersebut Jonatan Christie berhasil mengalahkan Taiwan Hsu Jen Hao dengan Skor 21-12, 21-19. (Super Ball/Feri Setiawan) © Super Ball/Feri Setiawan Pebulutangkis putra Indonesia Jonatan Christie berusaha mengembalikan kok dari pebulutangkis putra Taiwan Hsu Jen Hao dalam Turnamen BCA Indonesia Open Metlife BWF World Super Series Premier 2016, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2016). Dalam pertandingan tersebut Jonatan Christie berhasil mengalahkan Taiwan Hsu Jen Hao dengan Skor 21-12, 21-19. (Super Ball/Feri Setiawan)

Sederet kesalahan tak perlu sering dilakukannya, bahkan sebagian besar poin yang diraih Joshi adalah buah dari kesalahan yang dilakukan Jonatan.

 Jonatan sudah mencoba untuk bangkit di game kedua. Ia mampu mengimbangi permainan Joshi dan sesekali unggul dalam perolehan angka. Saat kedudukan imbang 19-19, Jonatan lagi-lagi melakukan unforced errors yang kembali menguntungkan lawan. Tak seperti biasanya, smash keras Jonatan tak dapat dijadikan senjata yang mematikan, pertahanannya pun kerap dibobol oleh Joshi.

 “Saya tidak dapat keluar dari tekanan saat bertanding. Ini membuat saya tidak bisa tampil maksimal hari ini,” kata Jonatan seraya menutup wajahnya dengan handuk.

Pelatih tunggal putra,  Hendry Saputra pun mengaku terkejut dengan kekalahan tersebut. “Penampilan Jonatan malam ini memang diluar prediksi. Sekarang lawan-lawan sudah tahu siapa Jonatan, peringkatnya berapa. Bukannya berpikir bagaimana cara main, cara menerapkan stroke nya, tetapi dia hanya berpikir bahwa Jonatan tidak boleh kalah, nah ini yang bikin kacau,” kata Hendry kepada Badmintonindonesia.org.

 “Kekalahan ini sudah pasti karena faktor non-teknis, tadi kan gampang sekali mati sendiri. Tetapi ini tidak bisa dijadikan alasan, Jonatan perlu introspeksi. Dia harus mencari cara mengatasi dan menyesuaikan diri jika kembali berada di situasi seperti ini,” sambungnya.

 Dikatakan Hendry, kekalahan ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi Jonatan. Seandainya ia menang, mungkin Jonatan tak menyadari kekurangannya ini dan tak dapat belajar mengatur cara berpikirnya. Di turnamen level super series premier yang tingkatannya lebih tinggi, Jonatan tak jarang membuat kejutan, ia bahkan mampu menembus babak empat besar di Malaysia Super Series Premier 2016.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon