Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Tantangan Yang Dihadapi Tiongkok Demi Jadi Kekuatan Sepakbola Baru

logo Goal.com Goal.com 02/08/2017

Wakil presiden CFA membicarakan rencana jangka panjang Tiongkok dan membandingkannya dengan kemapanan negara-negara Eropa.

Sejumlah tantangan harus dihadapi Federasi Sepakbola Tiongkok(CFA) guna meningkatkan mutu sepakbola mereka dan menjadi kekuatanbaru di masa mendatang, demikian ungkap wakil presiden federasi,Zhang Jian.

Chinese Super League (CSL) selaku kompetisi utama Tiongkok, takdimungkiri telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhirdan dengan dukungan para pengusaha kaya klub-klub mampu memikatnama-nama besar dengan rayuan gaji mewah.

Kekuatan finansial Guangzhou Evergrande, Shanghai Shenhua,Shanghai SIPG hingga deretan klub promosi seperti Tianjin Quanjiandan Hebei China Fortune mampu membuat mereka menjadi pusatperhatian baru di Asia dengan sukses menggaet sejumlah bintangdunia seperti Hulk, Oscar, Carlos Tevez, Axel Witsel dan EzequielLavezzi.

Klub-Klub Kaya Tiongkok Dapat Surat Ancaman Dari AFC

Meski aktivitas belanja besar klub-klub tersebut mendapatkontrol ketat dari pemerintah Tiongkok, Zhang, yang juga merupakananggota dewan FIFA, meyakini hal tersebut akan menjadi tantangantersendiri bagi CFA untuk bisa tetap berjalan pada trek rencanabesar yang dicanangkan tahun lalu.

"Kami berada di fase pertama dari pertumbuhan sepakbolaprofesional dan banyak sekali uang yang datang ke pasar, itumembuat liga kami menjadi sangat kompetitif dan banyak orangmenyaksikannya," tuturnya kepada Reuters.

"Liga profesional Tiongkok baru berjalan sekitar 20 tahun,dibandingkan dengan Eropa, di mana mereka telah memainkannya lebihdari seratus tahun maka kami masih sangatlah muda."

"Tapi kami berkembang sangat cepat dan pemerintahan pusatsekarang sangat fokus pada sepakbola. Liga sepakbola adalah halyang sangat menarik, namun regulasi dan administrasi kami harusbenar-benar cocok dengan liga."

"Kami menghadapi beberapa tantangan. Yang pertama dikarenakanadanya pertumbuhan cepat klub-klub, mereka berkembang sangat cepatnamun situasinya tak sebanding dengan CFA yang baru melakukanreformasi dan punya arah kebijakan baru," lanjut Zhang.

"Di sistem yang lama, ketika CFA mempublikasi beberapa kebijakanmaka semuanya akan mengikuti, tapi sekarang karena liga kamiberkembang cepat maka harus ada sistem baru. Sekarang CFA danklub-klub akan berembuk agar memastikan segalanya cocok denganaturan baru."

Sejumlah kebijakan baru yang dibuat CFA mencakup regulasitentang pembatasan daya belanja klub agar tak terus menggilaseperti yang terjadi selama 18 bulan terakhir, serta menerapkanaturan yang tetap menguntungkan perkembangan pemain usia muda,terutama di bawah 23 tahun.

© 2017 Goal.com

Lukas Podolski: Sepakbola Tiongkok 'Kriminal'

"Sekarang, level sepakbola Tiongkok ada karena kesalahan yangkami lakukan pada 10 hingga 20 tahun yang lalu," sebut Zhang."Jadi, tak seorang pun yang tahu berapa lama itu bisa diperbaiki,mungkin 20 tahun ke depan."

"Di Inggris atau Jerman, ketika tim mereka tampil buruk makafederasi mereka butuh 20 tahun untuk menaruh rencana pengembangandan itu yang kami lakukan sekarang di Tiongkok. Kami tak bisamengatakan akan melakukan sesuatu dan tim akan mencapai leveltertinggi dalam tiga atau lima tahun ke depan."

"Kami harus mempunyai rencana untuk mencapai level tertinggi diAsia pada 2030 nanti, jadi kami masih memiliki lebih dari 10 tahununtuk melakukannya dan memang butuh kesabaran. Tanpa kesabaran makakami tak akan bisa sukses."

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon