Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Taufik Hidayat Angkat Bicara Soal Rencana Pembubaran Satlak Prima

logo tribunnews.com tribunnews.com 09/10/2017 Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Mantan atlet bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat berkomentar terkait lembaga pemerintahan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yang rencananya akan dibubarkan oleh pemerintah.

Pemerintah membubarkan Satlak Prima demi memotong alur birokrasi anggaran Asian Games 2018.

Kebijakan ini dengan tujuan agar jarak antara pengambil keputusan dan pelaksanaan Asian Games 2018 lebih pendek.

Satlak Prima pun segera dibubarkan.

"Kebijakan itu memang sudah diambil oleh pemerintah. Rasanya susah untuk dibatalkan. Cuma, dari kacamata sebagai mantan atlet, saya bertanya, apa pembubaran Satlak Prima itu akan menyelesaikan masalah? Apalagi, penyelenggaraan Asian Games 2018 tinggal 10 atau 11 bulan lagi," kata Taufik seperti rilis yang diterima Tribunnews.com. Senin (9/10/2017).

"Dari berita yang saya baca, proses birokrasi penyaluran dana pemusatan latihan nasional selama ini dinilai terlalu panjang. Ini yang menjadi biang kerok permasalahannya," tuturnya.

Dengan pembubaran Satlak Prima, diharapkan pengambilan keputusan makin cepat.

Tidak ada lagi masalah yang menyangkut, seperti keterlambatan soal uang saku, pembelian peralatan baru, dan kebutuhan pelatnas lainnya.

Taufik Hidayat © ist Taufik Hidayat

"Cuma, sepertinya para pembisik bagi pembuat keputusan di atas tidak tahu. Sejatinya Satlak Prima itu adalah lembaga pembuat program latihan agar performa para atlet elite dan andalan bisa lebih optimal. Satlak Prima fungsinya hanya membantu dan mendukung induk-induk organisasi dengan berbagai program untuk meningkatkan performa para atlet bisa tampil optimal," ujar peraih medali emas Olimpiade Athens 2004 itu.

Dikatakannya, Satlak Prima tidak pernah mengurusi soal masalah keuangan dan distribusi penyaluran dana bagi pelatnas.

"Segala urusan uang dan penyaluran dana bagi kebutuhan pelatnas, semua birokrasi dan KPA-nya ada di Kemenpora. Jadi menurut saya, pembubaran Satlak Prima ini blunder atau salah arah," bebernya lebih jauh.

Setelah Satlak Prima dibubarkan, kabarnya KONI akan diberi peran lebih besar, menurut dia birokrasinya tetap panjang dan berbelit.

Taufik berpesan agar para pemangku kepentingan duduk bersama mencari terobosan terbaik dan sekaligus mencari solusi agar penampilan atlet-atlet Indonesia bisa tampil optimal dalam Asian Games 2018.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon