Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Tensi Tinggi di Tegal Waton Pada Pacuan Jateng Derby, Minggu Ini

logo tribunnews.com tribunnews.com 18/02/2017 Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, SALATIGA - Tatapan komunitas pacuan kuda kembali mengarah ke Tegal Waton Salatiga.

Pacuan Jateng Derby 2016 lalu © ist Pacuan Jateng Derby 2016 lalu

Arena perseteruan pacuan kuda terbaik di Jawa Tengah ini kembali menjadi ajang pertemuan kuda dan kuda pacu terbaik dari berbagai klub/stable maupun daerah, Minggu (19/2/2017) ini, melalui Jateng Derby.

Maka, jangan sampai luput untuk memusatkan perhatian pada persaingan seru, ketat dan sengit dari klub-klub tenar seperti Aragon, Lembang, Tombo Ati, Surakarta, serta Eclipse Stable, Solo. Itulah tiga perkumpulan yang menjadi episentrum dari pergulatan di pacuan kuda sekarang ini.

Kendati demikian, tentu tidak sepatutnya pula untuk mengabaikan perlawanan dari rival-rival berat yang datang dari Jatim, Kalsel, dan bahkan kuda-kuda handal DKI Jakarta.

Rivalitas menegangkan akan tersaji di hampir semua kelas yang dilombakan, dengan puncak persaingan terjadi di nomor atau Kelas Derby yang menyediakan hadiah Rp 100 juta.

Di Derby ini akan mengadu ketrampilan sebanyak 12 joki di atas kuda andalannya masing-masing. Aragon, misalnya, di Derby ini menurunkan Ande Lumut.

Dia akan mengadu kecepatan dengan 11 kuda tangguh lainnya, termasuk jagoan dari Eclipse Stable dan Tombo Ati Stable.

Menariknya, berbeda dari biasanya, kubu Aragon kini terkesan merendah. Sikap "low profile" langsung ditunjukkan petinggi Aragon, yakni H. Mohammad Chaidir Saddak, MBA, yang juga Ketua Umum PP Pordasi itu.

Alih-alih mengutarakan kesiapannya merenggut gelar juara umum, pemilik Aragon yang biasa disapa Eddy Saddak justru merendah dengan menyebutkan kemungkinan bisa merebut tiga gelar.

Padahal, Aragon mengomentisikan sebanyak 13 ekor kuda.

"Kira-kira tiga menanglah," demikian antara lain dikemukakan Eddy Saddak, Sabtu (18/2/2017) malam.

Apa yang membuat Eddy Saddak sepertinya agak pesimistis? Oh, ini rupanya.

"Red Silanos dan Savero tak bisa berlari di Kelas Terbuka 2000 meter karena lagi sakit," ucap Eddy Saddak.

Ke-13 kuda yang diturunkan Aragon adalah: Djohar Manik, Kessa, Black Top, Arya Tegar, Dewi Mayangkara, Motivator, Samaratungga, Trisula Bhakti, Mutu Manikam, Samurai, Arum Cahaya, Thunder Jr, dan Mahesa Agni.

Joki-jokinya: D.Suhendar, paling senior, serta joki-joki muda Firman, A.M Suhara, dan T. Tamunu.

Menariknya lagi, sikap jauh dari jemawa juga dilontarkan kubu Eclipse Stable dan Tombo Ati Stable, dua rival terberat Aragon.

"Kami ikut 8 race dengan 10 kuda," ungkap Ir. Iman Hartono, dari Solo.

"Mudah-mudahan bisa lima ekor yang winner,"ujar pemilik Eclipse Stable yang rutin mengomentisikan kuda-kuda pacunya di kejuaraan global, seperti di Singapura.

Dari kubu "tuan rumah" lainnya, yakni Tombo Ati Stable, tujuh ekor kuda tangguh mereka siap memberikan kemampuan terbaiknya.

"Ya, kami menurunkan 7 ekor kuda, semoga suksess di kelasnya masing-masing," seru H.M.Munawir, pemilik Tombo Ati Stable yang juga Wakil Ketua Umum PP Pordasi Bidang Pacuan itu, dari Surakarta.

Saling merendah, tapi pastinya saling mengintai. tb

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon