Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Tujuh Alasan Real Madrid Menderita Musim Ini

logo Goal.com Goal.com 01/11/2017

Raja sepakbola Spanyol dan Eropa ini sudah membuang sepuluh poin di La Liga, terkini mereka digilas Girona. Berikut masalah El Real musim 2017/18.

Setelah merajai La Liga Spanyol dan Liga Champions musim lalu,Real Madrid menambah dua trofi lainnya yaitu Piala Super UEFA danPiala Super Spanyol, khusus pada trofi kedua mereka memenangkannyadengan menghajar Barcelona pada dua leg pertandingan.

Mungkin kita juga semua masih ingat komentar Gerard Piquesetelah pertandingan, 'Tetap saja, dalam sembilan tahun saya beradadi sini, ini adalah pertama kalinya saya merasa inferior dari RealMadrid'.

Komentar bek Azulgrana tersebut seolah-olah mengamni Real Madridakan mengulang dominasi di kompetisi domestik dan Eropa.

Namun apa yang terjadi kemudian? Barcelona justru gemilang di LaLiga dengan meraup 28 poin dari kemungkinan 30 sementara LosBlancos tertinggal delapan angka.

Cukup jadi catatan, Los Merengues tidak pernah bisa merajai LaLiga setelah tertinggal jarak sejauh ini. Lalu apa yang terjadisebenarnya di Santiago Bernabeu? Simak ulasan Goal.

MINIM MOTIVASI

Ada sedikit ketidakpedulian terkait performa Real Madrid musimini, celakanya di Girona tuan rumah benar-benar bersemangat.

Setelah meraih sederet kesuksesan, motivasi jadi barang langkabagi El Real. Ditambah memenangkan dua trofi di awal musim, timasuhan Zinedine Zidane seperti tidak lagi haus gelar juara.

Tim hebat selalu mencatat kemenangan, kemenangan dan kemenanganlagi. Andai Madrid ingin mencicipi lagi hal seperti itu merekawajib menemukan motivasi yang tepat..

LINI BELAKANG KEROPOS

Lemah di lini belakang bukan kisah baru bagi Madrid. Bahkan disaat berjaya seperti pada musim lalu, benteng pertahanan merekakerap melakukan kekeliruan. Kesalahan seperti ini membuat situasimenjadi lebih buruk ketika ketika lini depan tim tumpul.

Dengan gelandang bertahan seperti Casemiro, Los Blancosseharusnya bisa bekerja lebih baik di sektor pertahanan, tetapisekarang di La Liga, gawang mereka sudah dibobol sepuluh kali.Sebagai perbandingan, kiper Barcelona baru tiga kali memungut boladari jaringnya sendiri dan ini jadi salah satu alasan mengapa timasal Catalan tersebut mentereng di klasemen.

Mengotak-atik pemain tidak banyak membantu karena Madrid memangterlau sering membiarkan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkanlawan. Contoh, di Liga Chmapions lawan Tottenham, tim asal Londontersebut punya 15 tembakan ke arah gawang. Parahnya, hal tersebutterjadi di Santiago Bernabeu.

CEDERA & SANKSI

Cedera benar-benar membuat pusing Zinedine Zidane.

Gareth Bale, Mateo Kovacic, Raphael Varane dan Dani Carvajalduduk manis di sisi lapangan sementara Karim Benzema, Marcelo, TheoHernandez, Keylor Navas dan Jesus Vallejo pernah bermasalah dengankebugaran.

Lebih jauh lagi, Cristiano Roonaldo mendapat sanksi laranganbertanding di lima laga setelah mendorong wasit di Clasico perdanamusim ini di Camp Nou. Begitu juga dengan Marcelo dan Sergio Ramosyang pernah terkena kartu merah.

Dengan sederet permasalahan ini, tidak heran jika Madridtertatih-tatih.

KETIDAKSEIMBANGAN ISCO

Isco adalah satu-satunya pemain Real Madrid yang mendapat pujiansaat mereka dikalahkan Girona.

Gelandang tim nasional Spanyol ini mencetak satu-satunya gol ElReal dan selalu membahayakan lawan. Banyak pihak meyakini Iscoseharusnya masuk dalam FIFPro XI pekan lalu.

Akan tetapi kehadiran Isco di line-up El Real menciptakanketidakseimbangan. Sosok Isco membuat peran Luka Modric terkadangjadi terbatas dan Madrid tidak punya kualitas kecepatan sepertiGareth Bale yang mampu merenggangkan pertahanan untuk membuka celahbagi Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.

Dengan segala kualitas top yang dimilikinya, Isco terkadangmalah membuat kecepatan tim menurun dan dia terlalu sering berdirijauh dari area lawan.

Meski sejauh ini Isco sanggup memperlihatkan performa top,Zidane masih bisa mengeksploitasi potensinya dan di saat yangbersamaan, Zidane juga harus bisa memastikan Modric lebih terlibatdalam permainan tim.

TIDAK ADA PENGGANTI MORATA & JAMES

Real Madrid tidak selalu bermain bagus pada sepanjang musim lalunamun ketika itu terjadi Zinedine Zidane punya opsi fantastis dibench pada diri Alvaro Morata dan James Rodriguez.

Kehadiran kedua pemain ini sangat penting. Musim lalu Moratamengemas 20 gol untuk Los Blancos (lebih banyak satu dari KarimBenzema) dan tidak jarang gol yang diciptakannya tercipta dimasa-masa krusial. Bagaimana dengan James? Dengan peran pelapis,superstar sepakbola Kolombia ini punya 12 gol dan delapanassist.

Secara khusus El Real jelas merindukan Morata karena Madridtidak punya lagi stok striker senior, sementara Dani Ceballos masihbutuh waktu untuk berada di level James.

Tidak berhenti di sana, Pepe, bek sarat pengalaman yangmenghabiskan satu dekade di ibu kota Spanyol juga dilepas. Situasiini disikapi manajemen dengan tidak mendatangkan pemain baru namunmempromosikan Jesus Vallejo.

RONALDO & BENZEMA TUMPUL

Dengan cederanya Gareth Bale dan menghilangnya Alvaro Morata,Real Madrid sekarang benar-benar menggantungkan harapan padagol-gol dari Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. Sayangnya, keduapenyerang tersebut belum memperlihatkan ketajaman musim ini.

Ronaldo lebih gemilang di Liga Champions dengan torehan lima golsementara sebiji golnya di La Liga benar-benar tidak menggambarkankarakteristik sang superstar sepakbola milik Portugal ini.

Bagaimana dengan Bezema? Penyerang Prancis ini juga kerapmembuang-buang pelaung. Tidak heran, El Real benar-benar sulitmengumpulkan gol.

© 2017 Goal.com

Tidak ada pertandingan Real Madrid di La Liga yang terlihatseperti ketika mereka menghabisi Barcelona di Piala Super Spanyol.Lini serang Madrid terasa tumpul dan mereka benar-benar harusberubah untuk menjaga kans mempertahankan gelar juara.

SISTEM ZIDANE TIDAK JELAS

Zinedine Zidane tidak luput dari sorotan. Pelatih asal Prancisini sukses besar setelah meneruskan pekerjaan Rafa Benitez padaJanuari 2016 dengan tujuh trofi sebagai juru taktik Real Madridtermasuk dua gelar Liga Champions beruntun.

Akan tetapi Zidane punya kecenderungan terlalu tergantung padaindividu tertentu dan mengandalkan kualitas lini tengah yangdimiliki untuk memenangkan pertandingan. Madrid seharusnya punyaskema yang lebih baik.

Tidak ada gaya atau filosofi yang jelas dan Madrid masihterlihat sebagai tim yang mengandalkan serangan balik. Hasilnya,ketika musuh menumpuk pemain di belakang, di saat yang samakesulitan pasti menghampiri Madrid.

Dengan sektor gelandang yang mewah, Real Madrid seharusnya bisabermain lebih efektif dalam membongkar skema pertahanan lawan.Zidane, benar-benar harus meningkatkan kualitas terkaitstrategi.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon