Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Turnamen Campus Cup Kecewakan Sponsor

logo Goal.com Goal.com 24/11/2017

UPI melakukan aksi WO sebagai sikap protes terhadap kepemimpinan wasit.

© 2017 Goal.com

Pertandingan final turnamen Campus Cup di Malang berakhirantiklimaks setelah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)melakukan aksi walk-over (WO) saat menghadapi UniversitasMuhammadiyah Malang di Stadion Cakrawala kemarin.

Kejadian ini cukup mengecewakan pihak Torabika sebagaipenyelenggara, karena fair play yang didengungkan di awal turnamentidak terlaksana.

“Sebagai sponsor kami memang cukup keecewa. Soal evaluasi nantikami menunggu pihak penyelenggara. Kami di sini hanya sebatas pihaksponsor,” terang marketing Director Torabika Eka Semesta, LoniLim.

UPI memilih WO sebagai protes terhadap kualitas wasit BangilSaputra dari Kota Batu yang notabenenya masih berasal dari wilayahMalang Raya. Secara kasat mata terlihat jelas terutama di babakkedua jika wasit beberapa kali telah salah mengambil keputusan.Puncaknya, di menit ke-71 Bangil menunjuk titik putih untuk UMMyang kemudian membuat seluruh pemain UPI langsung ke luarlapangan.

“Kami dipukul, kami ditendang, namun tidak pernah adapelanggaran untuk kami. Bahkan lawan mendapatkan penalti, tentupercuma saja dilanjutkan pertandingannya, karena merekamenginginkan UMM untuk menjadi juara,” cetus pelatih UPI, RamdhanBreh.

“Sudah sejak awal berjalan seperti itu. Tidak kami saja yangmemprotes, tetapi dari UM [Universitas Negeri Malang], Padanghingga Makassar, semua memprotes. Lihat semua di luar lapangan,semuanya memberikan dukungan kepada kami. Bahkan suporter tuanrumah (UM) memberikan aplaus kepada kami. Biarlah kami mundur saja,dan UMM yang menang karena saya pikir mereka sangat ingin pialaitu.”

Dari sisi penyelenggaraan, memang banyak protes yang dilakukanoleh peserta, meskipun secara kasak kusuk. Salah satunya penggunaanpemain non-mahasiswa. Padahal kegiatan liga kampus seperti inipesertanya harus mahasiswa. Beberapa tim justru menggunakan pemainyang bermain di kompetisi Liga 2.

“Memang pemahaman aturan untuk pemain profesional berbeda. Diaturan pemain yang tidak boleh main adalah yang terikat kontrak,sehingga banyak yang menggunakannya. Sementara untuk pemainnon-mahasiswa kami belum menerima laporan seperti itu,” ujar ketuapanpel Haris Tofli.

Sementara itu, Mahaka yang ditunjuk sebagai pelaksana eventTorabika Campus Cup ini menyesalkan telah terjadi aksi WO yangdilakukan UPI. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karenamemang event ini tidak digelar PSSI. Mereka hanya bisa memberikanhukuman sebatas kampus itu tidak boleh ikut lagi tahun depan.

“Banyak laporan yang masuk ke kami, karena itu kami akanmelakukan beberapa evaluasi terkait kejadian seperti ini, tentuagar tahun depan jika masih ada akan berlangsung lebih baik lagi,”tegas Tjahjadi Wanda selaku vice president mahaka sports.(gk-48)

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon