Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Valentino Rossi Senang Lorenzo Hengkang

logo tribunnews.com tribunnews.com 03/01/2017 Dodi Esvandi

Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi mengaku senang sudah tak lagi bersama Jorge Lorenzo setelah empat terakhir menjadi rekan satu tim.

Lorenzo pada MotoGP 2017 memutuskan hengkang ke Ducati. Sementara Rossi di musim 2017 ini bakal bertandem dengan rekan barunya, Maverick Vinales dari Suzuki Ecstar.

”Saat saya kali pertama sadar Lorenzo pergi, saya berpikir, 'Aaah bagus! Sangat sulit memiliki rekan setim secepat Lorenzo. Dan saya rasa, bisa lebih baik dengan pembalap lain. Sekarang, kelihatannya Maverick akan sama dengan Lorenzo,” kata Rossi kepada Motorcyclenews, Sabtu (31/12), kemarin.

Rossi sebenarnya juga mengaku seandainya bisa memilih, pebalap berjuluk ”The Doctor” itu  lebih senang berada satu tim dengan Dani Pedrossa. Namun, dia sadar tak punya wewenang untuk memilih rekan setim. ”Pedrosa bisa menjadi rekan setim yang lebih bagus. Dia sedikit lebih tua, namun dia masih bakal menjadi rekan setim yang suit. Bagaimanapun, saya tak punya hak menentukan rekan setim. Yamaha yang bisa memutuskan,” ucapnya.

Meskipun demikian, diakui Rossi, kehadiran Vinales telah membawa atmosfer baru ke dalam tim Yamaha menyambut musim 2017. ”Bersama Maverick justru ini lebih baik,” tambahnya.

Di sisi lain Lorenzo mengklaim para penggemar Rossi tidak akan pernah memaafkannya meskipun saat ini dirinya sudah pindah ke Ducati. Hal itu disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan La Stampa, Minggu (1/1).

”Pindah ke Ducati tidak akan cukup. Karena saya pernah mengalahkan Valentino Rossi dengan motor yang sama. Penggemarnya tetap tidak akan pernah memaafkan saya,” ungkap Lorenzo.

Walaupun penggemar Rossi bersikap sensitif terhadap Lorenzo, namun itu tidak akan mengubah apapun. Pasalnya juara dunia tiga kali di kelas utama MotoGP sudah telanjur membuat keputusan untuk bergabung dengan tim pabrikan Italia. ”Ini normal dalam olahraga. Mereka tahu bahwa kita kuat, dan mereka takut kita akan mengalahkan pembalap kesayangan mereka,” katanya.

Lorenzo sendiri menatap musim 2017 dengan optimisme tinggi, kendati dia ditinggalkan Marc Rovira yang dalam tiga tahun terakhir menjadi pelatihnya. Rovira tak mengikuti jejaknya ke Ducati, tetapi memilih untuk melatih pebalap anyar KTM, Pol Espargaro.

Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo © SKYSPORTS Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo

Rovira yang saat ini masih bekerja dengan Lorenzo, akan fokus ke persiapan yang dilakukan Espargaro. Dia akan bekerja pada program yang bisa menolong mantan juara Moto2 itu beradaptasi cepat dengan KTM.

Keputusan Rovira jelas menjadi pukulan telak buat Lorenzo. Sebelumnya, pemegang tiga gelar juara dunia MotoGP itu berharap Casey Stoner yang bisa menjadi mentornya.  Namun, Stoner dan Ducati memastikan hal itu tak akan terjadi. Lorenzo juga sempat melirik Max Biaggi, tapi keinginan itu dimentahkan pebalap legenda asal Italia itu.

”Motor Ducati sangat kompetitif di beberapa lintasan di mana motor mempunyai keunggulan di trek lurus. Tapi ketika motor berada di sirkuit yang banyak memiliki tikungan, kami masih kurang. Inilah yang harus segera ditingkatkan,” kata Lorenzo.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon