Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Menjelaskan tendangan pisang legendaris Roberto Carlos

logo SPORTYOU SPORTYOU 5 hari lalu SPORTYOU

Siapapun pasti ingat akan tendangan lengkung memukau dari Roberto Carlos pada ajang Turnoi de France 1997, saat laga Brazil Vs. Prancis.

Dengan jarak yang jauh dari gawang, Carlos melepaskan tendangan super keras. Bola terlihat melebar di sisi kiri pagar betis para pemain Prancis. Semua pemain, termasuk sang kiper, berpikir bola itu tidak akan tepat sasaran. Tapi ajaib, bola itu lantas meliuk dan bersarang di gawang Prancis. Bagaimana mungkin?

© @

Menurut media Insinyur X, sebuah tendangan melengkung, atau yang kerap disebut tendangan pisang, bisa terjadi lantaran adanya hukum fisika bernama Magnus Effect.

Sederhananya, bola yang ditendang oleh Roberto Carlos itu berubah arah lantaran pengaruh udara. Carlos menendangnya dari sudut dan dengan kecepatan tertentu. Dan ketika bola sudah mengudara, udara itulah yang mengubah arah bola.

Mengacu pada prinsip Bernoulli, udara yang menyisiri permukaan bola yang searah dengan putaran akan melaju lebih cepat.

Rata-rata kecepatan bola dalam sebuah tendangan adalah 104 km per jam, maka ia akan berputar sekitar 10 kali per detik. Ketika bola sudah melaju sejauh 10 meter, kecepatannya akan menurun drastis dan ‘tarikan’ yang disebabkan oleh udara akan meningkat pesat.

Alhasil, arah bola pun berubah signifikan dengan amat cepat". Itulah yang terjadi dengan kiper Prancis saat berhadapan dengan tendangan Roberto Carlos. 

jp.sportyou.comの関連記事

image beaconimage beaconimage beacon