Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Indonesia Open: Ganda Putra Denmark Terima Ancaman Pembunuhan

logo Liputan 6 Liputan 6 19/06/2017

Dua kali menjegal langkah wakil tuan rumah di Indonesia Open 2017 membuat atlet ganda putra Denmark Mathias Boe menerima ancaman di media sosial. Dia menyayangkan aksi tersebut, karena dianggap tindakan kriminal.

Boe bersama rekannya Carsten Mogensen berhak ke final Indonesia Open usai mengalahkan ganda putra tuan rumah Fajar Alfian/M Rian Ardianto di empat besar. Di fase ini dia sempat membuat tarian selebrasi dengan menggoyang-goyangkan bokong ke arah tribun sehingga yang mengundang amarah netizen.

Alfian / Ardianto Terhenti di Semifinal Indonesia Open 2017 © Ganda Putra Denmark, Mathias Boe/Crasten Mogensen saat melawan M Rian Ardianto/Fajar Alfian (Indones... Alfian / Ardianto Terhenti di Semifinal Indonesia Open 2017

Sebelumnya, pasangan yang naik ke peringkat satu dunia itu lebih dulu menyingkirkan Berry Angriawan/Hardianto di babak pertama. Kemenangan ini menyusul hasil positif rekan kompatriotnya Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen yang lebih dulu menyingkirkan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon.

"Gangguan suporter tak terlalu berpengaruh. Saya pikir saat turnamen di Eropa dan fans Jerman atau Denmark teriak 'go home go home' (pulang pulang!) ke atlet Asia itu dianggap rasis," kata Boe dalam jumpa pers usai menantang Li Junhui/Liu Yuchen di final Indonesia Open.

Bagi Boe, dia berhak menunjukkan emosi di lapangan karena dia telah berjuang sungguh-sungguh untuk mendapatkan poin. Selebrasi kemenangan dianggapnya sangat manusiawi.

"Saya tidak mengerti, saya selalu menunjukkan perjuangan besar di lapangan dan menunjukkan emosi kapan pun saat kami menang jadi merayakannya dengan sebuah gerakan tarian. Itulah bedanya kami dengan mesin," kata Atlet 36 tahun itu.

Pasca kemenangan dia semifinal, akun media sosialnya seperti di Instagram, Twitter, dan Facebook dibanjiri komentar netizen. Mulai dari hujatan hingga ancaman pembunuhan yang membuatnya risih.

"Kalau Anda mengancam kehidupan seseorang pasti di manapun di dunia ini akan memenjarakan Anda. Anda pikir itu lelucon seperti 'Saya ingin meledakkan bom bunuh diri' dan sebagainya. Saya dapat ratusan ancaman di media sosial," ucapnya.

"Kalau saya tak dihormati mungkin itu bagian dari pertandingan. Tapi kalau kalian pikir mengancam orang itu lucu berarti Anda salah didikan orang tua," katanya.

Peraih perak Olimpiade London 2012 ini mengaku bukan tekanan fans di JCC yang mempengaruhi hasil buruk di partai final. Boe menilai dia dan Mogensen memang lebih lambat dari Li Junhui/Liu Yuchen hingga kalah 21-19, 19-21, 21-18.

"Ya kami kehilangan banyak poin. Pertandingan yang ketat dan mereka lawan yang tangguh. Saya pikir kami tak beruntung hari ini," tutur Boe.

"Kami juga kehilangan momentum untuk membalikkan keadaan sehingga mereka mengambil kesempatan. Kami akui kami bermain agak terlalu pelan sedangkan lawan bertahan dengan kecepatannya," katanya.

LAINNYA DARI LIPUTAN 6

image beaconimage beaconimage beacon