Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Menjelajah Dua Wajah Pantai Drini Gunung Kidul

logo AntaraAntara 6 hari lalu

Gelombang ombak yang besar menggulung khas pantai selatan, seperti di Pantai Drini, Wonosari, Gunung Kidul selalu kembali melemah diserap oleh pasir. Deburan buih ombak pantai selalu menenangkan untuk dinikmati sebagai sarana rekreasi.

Namun ada hal yang unik tersaji di Pantai Drini Wonosari, Gunung Kidul. Deburan ombak yang sering dicari wisatawan tidak semua terbentang di sepanjang pantai, karena Drini memiliki dua sisi tempat untuk menikmati pesona air asin tersebut.

Pantai Drini terletak di wilayah Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk mencapai daerah tersebut tidaklah sulit.

Sebab, infrastruktur jalanan sudah tersedia hingga lokasi parkir di Pantai Drini. Hanya saja sepanjang jalan terus berkelok karena melewati bukit-bukit.

Untuk memasuki kawasan Pantai Drini pengunjung harus membayar retribusi sebesar Rp10.000 per orang.

Ketika mencapai gerbang masuk di dekat parkir mobil, dari kejauhan sudah terlihat gulungan ombak yang berderu menuju pantai.

Namun lain halnya jika pengunjung masuk pantai melalui tempat parkir kendaraan besar (bus) maka tidak akan melihat pantai dan gulungan ombak. Hanya terlihat air tenang setinggi setengah lutut orang dewasa dengan kedangkalan yang terlihat jernih hingga ke rongga batuan dan karang di bawahnya.

Saking dangkalnya, banyak pengunjung yang memapah balita untuk berjalan bermain di antara bebatuan dan karang dangkal tersebut yang seluas hampir lapangan bola. "Terus awasi putra-putri anda, jangan sampai terlepas dari pandangan, sebab walaupun dangkal, pantai ini memiliki palung," kata salah satu petugas kemanan pantai dengan menggunakan pengeras suara.

Di kawasan area dangkal ini desewakan berbagai perlengkapan snorkling dan juga kayak serta perahu kecil jika pengunjung ingin menelusi pantai dengan naik di atas perahu kecil. Aneka biota laut dapat dilihat dengan mata telanjang, namun pengawas pantai mengingatkan untuk tidak menyentuh binatang laut yang belum pernah diketahui pengunjung.

 Selain itu juga dilarang merusak susunan karang yang sudah ada. Ada beberapa tawaran dalam menikmati pantai dangkal Drini ini yang lengkap juga dengan pasir putihnya.

Menjelajah Dua Wajah Pantai Drini Gunung Kidul © Antara Menjelajah Dua Wajah Pantai Drini Gunung Kidul

Bagi pengunjung yang tidak ingin berbasah-basahan atau hanya ingin menikmati suasana pantai disediakan pula banyak gazebo yang bisa disewa.

Jika ingin lebih mendekat lagi ke bibir pantai, banyak disewakan pula payung pantai serta tikar pantai yang cukup lebar muat untuk satu keluarga yang terdiri dari empat orang. Untuk biaya sewa tikar dan payung dikenakan biaya sebesar Rp20.000.

Pantai Drini sedikit memiliki tekstur yang lebih dalam, yaitu terdapat cekungan yang lebar setelah adanya pantai yang dangkal. Di kawasan ini para pengunjung bisa berenang di pantai, ketika berdiri pada kedalaman pantai tersebut, tinggi air kira-kira dimulai dari pinggang hingga sedada orang dewasa.

Lokasi ini sebenarnya merupakan jalan bagi kapal-kapal para nelayan untuk menepikan perahu mereka hingga naik ke atas pantai. Sebab tidak mungkin dilakukan diwilayah berkarang yang dangkal seperti Drini sebelahnya.

Perbatasan antara kedua wilayah dalam dan dangkal tersebut dipisahkan oleh Pulau Drini. Pengunjung pun dapat naik ke Pulau Drini yang berada di tengah laut.

Sudah tersusun tangga buatan yang rapi, cukup tinggi untuk bisa naik, namun di atas juga sudah dilengkapi dengan taman bermain serta fasilitas hiburan lainnya. Pengunjung akan ditarik uang sebesar Rp2.000 dengan dalih untuk memperbaiki serta perawatan wilayah Pantai Drini, tetapi ketika wartawan Antara meminta bukti bayar retribusi berupa karcis, penjaga tersebut tidak dapat memberikannya.

Dari atas Pulau Drini akan terlihat dua pantai yang terbelah oleh dataran dangkal di Pantai Drini. Jika mengarah ke selatan hanya ada cakrawala yang melintang seperti batas lautan.

Bukit untuk Swafoto

Pantai Drini juga menyajikan sebagai wisata yang "kekinian" selain infrastruktur wisata yang sudah cukup baik dengan banyaknya warung makan, toilet, gazebo serta cindera mata, kawasan Pantai Drini menyajikan banyak tawaran lokasi berfoto.

Dimulai jika pengunjung naik menuju bukit Kosakora maka akan ada pula gazebo di atas bukit, bahkan ada buritan kapal buatan tempat mirip ujung kapal yang terbuat dari panggung kayu menjorok di atas bebatuan bukit, sehingga pengunjung dapat berswasoto di lokasi itu dengan pemandangan latar belakang mengarah ke dua wajah Pantai Drini.

Berjalan lagi ke atas bukit akan menemukan tulisan "Pulau Drini" yang dapat digunakan sebagai lokasi foto. Benar saja, jalan setapak ke bukit tersebut cukup sempit, sehingga pengunjung wajib berhati-hati. Apalagi jika harus berswafoto haruslah sabar mengantre dan bergantian dengan tamu yang lain.

Jika naik lagi menuju ke arah dalam bukit akan keluar hingga dapat mencapai area parkir mobil secara langsung. Di area pantai banyak disediakan tempat untuk berfoto, seperti adanya frame berbentuk "LOVE", ada juga frame besar bertuliskan "Pantai Drini" dan juga berbagai bentuk kreativitas bingkai lainnya untuk berfoto.

Namun rata-rata bingkai tersebut sudah dipasang tarif untuk berfoto, dengan menyediakan kotak amal di bawah samping bingkai, pengunjung akan jelas melihat, seperti kotak amal yang bertuliskan membayar sebesar Rp2.000 per foto jika ingin berfoto di lokasi tersebut.

Gazebo yang tertata rapi membuat Pantai Drini seperti pantai yang memiliki bintang tingkatan lima. Nama Drini sendiri berdasarkan penuturan Roni salah satu warga setempat menjelaskan bahwa dulu di lokasi tersebut banyak ditumbuhi tumbuhan santigi yang biasa ada di bukit, dan warga menyebut santigi dengan sebutan Drini.

Penghasilan khas di wililayah ini adalah ikan asin dan udang, sehingga banyak dijual ikan asin seperti ikan teri serta udang goreng tepung yang disajikan di warung-warung kecil, dapat dijadikan buah tangan.

image beaconimage beaconimage beacon