Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Wisata Sumba - Saking Indahnya, Surga Tersembunyi di Waikudu Bikin Betah dan Ogah Pulang

logo TRIBUN TRAVEL TRIBUN TRAVEL 5 hari lalu POS KUPANG/Robertus Ropo
Perumahan warga yang berbentuk rumah tradisional orang Sumba. © POS KUPANG/Robertus Ropo Perumahan warga yang berbentuk rumah tradisional orang Sumba.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Robertus Ropo

Pulau Sumba terkenal dengan padang sabana yang sangat indah dan dikagumi wisatawan.

Nah, jika traveler tengah berada di sana, jangan lupa mampir ke Waikudu, yang terletak di Desa Mbata Kapidu, Kecamatan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Waikudu memang seperti surga yang masih tersembunyi.

Destinasi yang lokasinya sekitar 20 kilometer ke arah selatan dari Waingapu ini memiliki panorama alam yang sungguh menakjubkan!

Traveler bisa menyaksikan tebing nan indah dengan lukisan bebatuan yang menakjubkan.

Karena tingginya mencapai 100-200 meter, tebing ini bisa dimanfaatkan untuk olahraga paralayang dan panjat tebing.

Namun, kamu harus berhati-hati sebab sebagian bebatuan di tebing itu bercampur batu kapur.

Selain itu, Waikudu juga memiliki air jernih berwarna hijau dan sangat bersih.

Aliran Sungai Waikudu juga dibilang sangat unik, sebab lekukannya berbentuk seperti ular yang berjalan melengkung dan berkelok.

Di Waikudu, traveler juga dapat menyaksikan sederetan rumah milik warga Dusun Lima Kambata Wundut.

Deretan rumah warga itu memiliki desain asli rumah adat Sumba, namun sudah bergaya modern.

Pasalnya, atap dari rumah tersebut terbuat dari seng, bukan lagi alang-alang.

Di sana, traveler bisa berfoto dan berselfie karena lukisan alam waikudu sangat indah.

Selama perjalanan menuju Waikudu, traveler akan dimanja dengan keindahan Sungai Lamba Napu yang mengalir tenang dan sejuk di pinggir jalan.

Juga padang sabana di atas bukit.

Jalan menuju Waikudu memang sudah cukup baik dan beraspal, meski di beberapa ruas saat masuk ke kampung Kambata Wundut, belum diaspal.

Lainnya dari TRIBUN TRAVEL

image beaconimage beaconimage beacon