Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Eks Staf Ahok Ungkap Anggaran Janggal: Ada Pasir dan Helm Proyek

logo Tempo.co Tempo.co 5 hari lalu Tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Ima Mahdiah menemukan sejumlah anggaran janggal dalam rancangan APBD 2020 di bidang pendidikan. Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP ini ditemukan ketika pembahasan anggaran di Komisi E.

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

“Temuan ini sumbernya di dokumen yang sudah direvisi dan terbaru. Yang total anggarannya Rp 89 triliun,” kata Ima di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 7 November 2019.

Salah satu contoh anggaran janggal yang ditemukan Ima adalah pengadaan pasir untuk anak sekolah senilai Rp 52,1 miliar. Pengadaan pasir itu, kata Ima, masuk dalam kelompok alat peraga yang ditujukan untuk sekolah seperti SMPN, SMK jurusan bisnis manajemen serta SMK jurusan teknologi.

Dalam dokumen tersebut, kata Ima, pengadaan pasir bukan untuk rehabilitasi sekolah. “Di luar dari rehab. Ini Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Itu kami telusuri,” ujarnya. Ia pun mengaku tak tahu tujuan pengadaan pasir itu oleh Dinas Pendidikan.

Selain pasir, kejanggalan lain yang ia temukan antara lain pengadaan helm proyek senilai Rp 34,2 miliar, penghapus cair Rp 31,6 miliar, cat tembok Rp 18,9 miliar, meja tulis Rp 105,3 miliar serta kaca bening Rp 18,5 miliar.

Terkait cat tembok, Ima mengatakan kalau ditujukan untuk rehabilitasi, seharusnya tidak masuk ke dalam komponen pengadaan BOP dan BOS lantaran sudah ada anggaran tersendiri khusus utuk renovasi sekolah.

Ima pun berencana mempertanyakan temuannya itu dalam rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). “Mungkin pas di Banggar nanti saya tanyakan juga,” kata dia.

Ima menunjukkan 27 item mata anggaran janggal yang bakal dipertanyakan dalam rapat Badan Anggaran DPRD DKI pekan depan. Berikut adalah rincian komponen belanja tersebut:

1. Ballpoint: Rp 633,6 miliar

2. Tinta printer: Rp 258,3 miliar

3. Laptop: Rp 217,4 miliar

4. Komputer PC: Rp 206,7 miliar

5. Kertas F4: Rp 186,7 miliar

6. Buku guru tematik kelas II: Rp 127,7 miliar

7. Lem aibon: Rp 126,2 miliar

8. Meja tulis: Rp 105,3 miliar

9. Buku folio: Rp 78,7 miliar

10. Tinta/toner printer: Rp 59,1 miliar

11. Kursi murid: Rp 53,04 miliar

12. Pasir: Rp 52,1 miliar

13. Tinta printer laserjet: Rp 43,4 miliar

14. Thinner: Rp 40,1 miliar

15. Balliner: Rp 37,3 miliar

16. Helm proyek: Rp 34,2 miliar

17. Kalkulator: Rp 31,6 miliar

18. Penghapus cair: Rp 31,6 miliar

19. Tinta Fujixerox Docuprint 3105 (CT350936): Rp 26,05 miliar

20. Cat minyak berwarna: Rp 19,7 miliar

21. Cat tembok: Rp 18,9 miliar

22. Kaca bening: Rp 18,5 miliar

23. Toner printer: Rp 16,5 miliar

24. Penjilidan buku registrasi akta catatan sipil: Rp 16,1 miliar

25. Rotring: Rp 15,6 miliar

26. Lemari: Rp 10,4 miliar

27. Air mineral: Rp 10,1 miliar

Sebelumnya ditemukan juga anggaran janggal yang diajukan Dinas Pendidikan, antara lain pembelian lem aibon Rp 82 miliar dan pulpen Rp 123 miliar. Ada juga anggaran yang patut dipertanyakan seperti pembelian buku folio di Dinas Pendidikan senilai Rp 78,8 miliar dan anggaran pembelian tenis meja Rp 8,9 miliar.

---------------------------------

Artikel Terkait Rekomendasi MSN:

Daftar 27 Anggaran Janggal Temuan Anggota DPRD DKI Ima Mahdiah 

Ungkap Anggaran Lem Aibon DKI, William PSI Dipanggil Badan Kehormatan  

William PSI: Saya Siap Pertaruhkan Jabatan 

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon