Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Hewan Kurban di Agam Didandani Sebelum Dipotong

logo Kompas.com Kompas.com 01/08/2020 Teuku Muhammad Valdy Arief

Hewan kurban saat di dandani di sebuah daerah di Kabupaten Agam. doc © Disediakan oleh Kompas.com Hewan kurban saat di dandani di sebuah daerah di Kabupaten Agam. doc PADANG, KOMPAS.com-Masyarakat Kabupaten Agam, Sumatera Barat memiliki tradisi unik dalam pelaksanaan kurban.

Sebelum disembelih, hewan kurban terlebih dahulu didandani dan diarak keliling kampung.

Hal ini terjadi di Silayang Jorong IV Parik Parik Panjang, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Baca juga: Menyusuri Anak Tangga di Pinggir Jurang, Ganjar Antar Sendiri Daging Kurban ke Dusun Girpasang

Tetua Kampung Silayang Darmansyah mengatakan, pengiring arak-arakan hewan kurban ini akan membawa sejumlah jamba (piring besar yang diisi dengan sejumlah makanan dan hal lainnya yang diperlukan, red).

Biasanya isi jamba adalah nasi kuning, lepat inti, bedak lengkap dengan cermin, sisir, kain, dan wewangian.

"Sampai di lokasi penyembelihan, hewan kurban seperti sapi dan kambing diberi makan, didandani dan dipasangkan kain putih sebagai pakaian, " ucap Darmansyah, Sabtu (1/8/2020) dalam rilisnya.

Menurut Darmansyah alasan, hewan kurban diperlakukan seperti ini adalah sebagai pemaknaan dari bentuk kasih sayang Nabi Ibrahim kepada anaknya Nabi Ismail.

“Karena Nabi Ismail anak satu- satunya, tentu kasih sayang ibu dan bapak tercurah kepadanya. Untuk itulah diberi kasih sayang, dengan cara diberi pakaian, diberi bedak dan disisir, " ucap Darmansyah.

Baca juga: Lepas dan Mengamuk, Seekor Sapi Kurban di Salatiga Ditembak Polisi

Sementara itu, Ninik Mamak Silayang Anto Dt. Basa mengatakan, tradisi tersebut sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam yang hingga kini terus dipertahankan.

Menurutnya, perilaku mendandani hewan kurban bermaksud untuk menunjukkan kesabaran, keikhlasan dan pengorbanan peserta agar hewan yang dikurbankan menjadi bersih.

“Tradisi ini tetap dipertahankan, untuk mengingat kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan nabi,” tuturnya.

Selesai pemotongan bagi yang berkurban disarankan melakukan shalat sunat dua rakaat.

Baca juga: Meninggal Saat Sembelih Sapi Kurban, Ustaz Asmala Disebut Punya Riwayat Jantung

“Hal demikian sebagai bentuk syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang telah memberikan rezeki sepanjang tahun,” jelasnya lagi.

Dalam tradisinya, setelah pemotongan hewan kurban dilakukan, juga dilangsungkan prosesi makan bersama.

“Makan bersama menyiratkan bentuk kebersamaan yang terjalin di antara masyarakat,” sebutnya.

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon