Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Komisi III Apresiasi KPK Telah Selamatkan Rp35 Triliun Uang Negara dan Daerah Sepanjang 2021

logo tribunnews.com tribunnews.com 01/01/2022 Reza Deni
Ilustrasi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). © Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra Ilustrasi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2021 yang telah bekerja secara maksimal dengan menyelamatkan keuangan negara Rp35,9 triliun dan memulihkan aset negara sekitar Rp374,4 miliar.

"Ini sebuah prestasi, tetapi KPK jangan terlalu puas diri," kata Andi Rio dalam siaran pers ya g diterima Tribunnews, Sabtu (1/1/2022).

Menurutnya, KPK harus lebih melakukan refleksi soal apa yang menjadi kekurangan dan dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara baik ke depan.

Lebih lanjut, Politikus Golkar itu menjelaskan bahwa hasil survei tingkat kepercayaan publik terhadap KPK di tahun 2021 menurun.

Baca juga: Respons KPK yang Dapat Ponten Merah dari ICW: Kami Selalu Terbuka Terhadap Saran yang Konstruktif

Namun Andi Rio berharap hasil survei itu tidak membuat pesimis dan menurunkan semangat KPK untuk terus melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia.

"KPK harus dapat mengembalikan tingkat kepercayaan publik di tahun 2022 dengan bekerja maksimal dan siap menerima kritik, selama kritik itu membangun tentunya akan membawa kemajuan bagi KPK itu sendiri," ujarnya.

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu berharap KPK ke depannya dapat lebih mengutamakan pencegahan dengan memberikan sebuah edukasi kepada publik dan para penyelenggara negara mengenai bahaya dan dampak dari korupsi.

"KPK harus lebih mengutamakan pencegahan bukan penindakan. Jangan jadikan Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebagai tanda sebuah keberhasilan. Namun hilangnya korupsi dari bangsa ini adalah bukti nyata bahwa KPK berhasil memberantas korupsi dengan mengedepankan pencegahan," ujar dia.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan upaya penyelamatan keuangan negara dan daerah telah dimaksimalkan sepanjang 2021.

Puluhan triliun rupiah uang negara dan daerah berhasil diselamatkan KPK sepanjang tahun ini.

"Capaian pencegahan keuangan negara dan daerah tahun 2021, sejumlah total Rp35,965 triliun," ucap Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam Konferensi Pers Kinerja KPK 2021 di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (29/12/2021).

Kata Ghufron, sebanyak Rp4,952 triliun merupakan piutang pada pajak daerah.

Utang itu berpotensi tidak tertagih jika KPK tidak membantu.

Lalu, sebanyak Rp11,222 triliun berasal dari pengembalian sertifikat aset milik daerah maupun negara.

Pengembalian aset ini dikembalikan dengan bantuan stakeholder terkait.

Kemudian, sebanyak Rp10,318 triliun merupakan penyelamatan aset daerah.

Penyelamatan aset ini berupa pemulihan dan penertiban aset yang bermasalah di daerah.

Terakhir, sebanyak Rp9,472 triliun berasal dari penyelamatan aset fasilitas sosial dan umum.

Pengembalian aset ini juga dibantu oleh stakeholder terkait.

"KPK mendorong masing-masing pemda agar melakukan penyelamatan keuangan aset daerah," ujat Ghufron.

Kepala daerah juga diminta memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan, dan Kepolisian jika ada aset yang bermasalah.

Bantuan itu juga bisa dilakukan untuk penagihan piutang pajak.

"KPK juga melakukan monitoring penagihan piutang pajak daerah kepada seluruh pemda," tutur Ghufron.

Lainnya dari tribunnews.com

image beaconimage beaconimage beacon