Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Yusril Tuding Garuda Sengaja Ingin Lumpuhkan Sriwijaya Air

logo Tempo.co Tempo.co 4 hari lalu Tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum dan sekaligus salah seorang pemegang saham maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra mengatakan sedang menyiapkan langkah untuk mengakhiri kerja sama manajemen dengan Garuda Indonesia Group.

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Langkah tersebut diambil karena adanya instruksi mendadak dari GA Group kepada semua anak perusahaannya (GMF, Gapura Angkasa dan Aerowisata) untuk hanya memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran cash di muka pada hari Kamis kemarin.

Dalam instruksi itu, kata Yusril, disebutkan jika tidak bayar cash di muka maka diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan service dan maintenance apapun kepada Sriwijaya Air. "Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran yang tidak fair ini dan menganggap GA sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya," kata Yusril dalam keterangan tertulis, Sabtu, 9 November 2019.

Akibat instruksi mendadak itu, kata dia, terjadi kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya hari Kamis 7 November 2019. Hal ini terjadi karena terhentinya pelayanan oleh anak-anak perusahaan GA Group.

Yusril mengatakan sejak Kamis lalu Sriwijaya berusaha keras untuk mengaktifkan seluruh rute penerbangannya sendiri atau dengan bekerja sama dengan pihak lain di luar Garuda Grup. "Sriwijaya kembali mengaktifkan sendiri layanan servis pesawat, line maintenance, groundhandling dan catering sendiri tanpa kerja sama dengan GA Group lagi," ujarnya.

Pekerjaan itu, kata dia, sebelumnya memang ditangani oleh Sriwijaya sendiri. Namun setelah kerja sama dengan GA Group, semua pelayanan itu diambil alih oleh anak-anak perusahaan Garuda dengan biaya yang jauh lebih mahal. Kendati begitu, hari ini, seluruh rute penerbangan Sriwijaya kembali normal.

Menurut Yusril, seluruh peralatan line manintenance dan spare parts pesawat milik Sriwijaya yang selama ini digudangkan oleh GA Group, kemarin diserahkan kembali oleh GMF setelah didesak berkali-kali bahkan diancam akan dilaporkan ke polisi.

"Sriwijaya menganggap kerja sama dengan Garuda Group selama ini merugikan kepentingan Sriwijaya karena terlalu banyak konflik kepentingan antara anak-anak perusahaan GA dengan Sriwijaya," kata Yusril.

Performance Sriwijaya, menurut dia, juga tidak bertambah baik di bawah manajemen yang diambil alih oleh GA Group melalui Citilink. Bahkan, kata dia, perusahaan malah dikelola tidak efisien dan terjadi pemborosan yang tidak perlu.

Tadi malam di kantor Garuda, Yusril mengatakan pihaknya semula mau menyelesaikan draf perpanjangan perjanjian kerjasama dengan GA Group. Namun karena deadlock dalam menyusun Board of Directors, maka dalam rapat Jumat pagi para pemegang saham memutuskan untuk mengambil langkah menghentikan kerja sama manajemen dengan Garuda Grup.

Nota pemberitahuan pengakhiran kerja sama itu dikirimkan ke Garuda, Citilink dan GMF hari ini. Sriwijaya Air juga memberitahukan secara resmi Menteri Perhubungan bahwa manajemen Sriwijaya kini diambil alih dan dijalankan sendiri oleh Sriwijaya.

Sebagai langkah awal pengakhiran, para pemegang saham telah memutuskan mengangkat BOD Sriwijaya yang baru yang seluruhnya berasal dari internal Sriwijaya Air. Pihak Sriwijaya kemarin juga telah mengembalikan semua tenaga staf perbantuan dari GA Group untuk tidak bekerja lagi di Sriwijaya.

Yusril mengatakan langkah selanjutnya adalah pihaknya akan mengundang GA Group untuk duduk satu meja membahas pengakhiran kerjasama yang sudah berlangsung selama setahun itu. Dia meminta agar BPKP dan auditor independen melakukan audit terhadap Sriwijaya selama manajemen yang direksinya mayoritas berasal dari GA Group untuk mengetahui kondisi perusahaan yang sesungguhnya selama dikelola oleh GA Group.

Kepada masyarakat, Yusril memohon maaf atas kurang baiknya pelayanan Sriwijaya Air selama manajemennya ditangani oleh direksi yang mayoritas berasal dari GA Group. "Selanjutnya, Sriwijaya akan kembali bekerja secara profesional melayani pelanggan sebagaimana selama ini dilakukan oleh Sriwijaya," ujar dia.

Selepas rapat Kamis lalu, Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dan VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan bungkam. Mereka tidak mau menjawab pertanyaan wartawan soal kerja sama dengan Sriwijaya Air tersebut.

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon