Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

OJK: Dolar Tembus Rp 14.400 Sementara Saja

logo Kumparan Kumparan 29/06/2018 Wendiyanto Saputro
Ilustrasi Gedung OJK © Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Gedung OJK

Nilai tukar rupiah masih melemah pada Jumat (29/6) hingga sempat tembus Rp 14.400/USD. Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menilai, hal itu sifatnya sementara saja. 

“Ini sementara, kalau sementara rupiah bisa menguat lagi. (Ini akibat) respons terhadap berbagai kejadian luar negeri saja. Enggak ada faktor domestik,” kata Wimboh saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, di Jakarta, Jumat (29/6).

Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS dibuka di Rp 14.355. Dolar AS posisinya sempat merangkak naik ke Rp 14.410. Namun pada siang hari akhirnya melemah terhadap rupiah dan dolar AS berada di Rp 14.354 atau melemah tipis dibandingkan pembukaan pagi tadi di Rp 14.355. 

Wimboh juga menambahkan, pelemahan rupiah tak terlalu berdampak ke perbankan karena dari sisi likuiditas perbankan nasional cukup baik. 

Penilaian serupa sebelumnya diungkapkan lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings. Perbankan Indonesia cukup kuat terhadap sejumlah risiko pasar, kredit, dan likuiditas global yang timbul dari pengetatan moneter AS. Hal ini berdasarkan sejumlah uji ketahanan atau stress test oleh lembaga yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, tersebut. 

Bank © Disediakan oleh Kumparan Bank

Uji ketahanan dilakukan dengan sejumlah skenario, mulai dari peningkatan kredit macet (non performing loan/NPL), biaya kredit yang tinggi, serta pelemahan rupiah terhadap dolar AS. 

Dari hasil stress test tersebut, rata-rata pencadangan sembilan bank di Indonesia akibat biaya kredit yang tinggi sebesar 5,3% dari total kredit. Angka ini lebih tinggi dari kondisi normal yang hanya 1,7% pada tahun lalu. 

"Ini menekankan bahwa pendapatan rata-rata bank mencukupi untuk mengatasi lonjakan biaya kredit," tulis Fitch dalam keterangan resmi, Jumat (22/6) pekan lalu. 

LAINNYA DARI Kumparan

image beaconimage beaconimage beacon