Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Selain Vaksin, Ternyata Konsumsi Suplemen Ini Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

logo tribunnews.com tribunnews.com 11/06/2021 Fitri Wulandari
Ilustrasi suplemen. © Shutterstock Ilustrasi suplemen.

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angka penderita virus corona (Covid-19) di Indonesia yang cenderung mengalami peningkatan setiap harinya, membuat masyarakat semakin waspada dengan virus yang telah melanda dunia sejak awal tahun lalu ini.

Pemerintah banyak negara termasuk Indonesia pun menerapkan sederet langkah pembatasan, protokol kesehatan, hingga program vaksinasi bagi warganya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Jumlah penerima vaksin yang diinisiasi pemerintah sejak Januari lalu pun telah mencakup lebih dari 16.594.581 orang untuk dosis pertama dan 10.714.300 untuk dosis kedua.

Hingga saat ini, angka penerimanya terus bertambah sesuai dengan angka yang ditargetkan pemerintah yakni sebanyak 40.349.049 orang.

Ilustrasi vaksinasi. Selain Vaksin, Ternyata Konsumsi Suplemen Ini Bisa Tingkatkan Daya Tahan TubuhShutterstock) © Shutterstock Ilustrasi vaksinasi. Selain Vaksin, Ternyata Konsumsi Suplemen Ini Bisa Tingkatkan Daya Tahan TubuhShutterstock)

Namun vaksinasi ternyata bukan menjadi satu-satunya faktor kuat yang dapat membuat tubuh kebal terhadap virus tersebut.

Karena menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga secara berkala tentunya harus dilakukan pula untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Selain itu, penting juga bagi masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan seperti Mencuci tangan, Menjaga jarak, Memakai masker, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas (5M).

Lalu apa yang dilakukan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat ?

Menggandeng Freebees.id, PT Kalbe Farma pun mengadakan survei yang dilakukan terhadap 82 responden Freebees.id yang berdomisili di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Survei ini dilakukan sejak akhir Maret hingga pertengahan Mei lalu.

Para responden ini awalnya diberikan 1 pack suplemen H2 Cordyceps Militaris untuk dikonsumsi selama 14 hari, setelah itu kondisi mereka pun dipantau melalui survei yang dilakukan secara daring.

Pasca melewati proses pemantauan, 100 persen responden mengatakan bahwa suplemen itu membuat mereka memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik serta tidak mudah sakit.

Seperti yang disampaikan member Freebees.id asal Jakarta, Lisna Viyanti yang mengaku tubuhnya lebih fit setelah mengkonsumsi suplemen peningkat daya tahan tubuh itu.

"Dari rekomendasi yang diberikan, tubuh saya lebih fit dan lebih kuat setelah mencoba H2 Cordyceps Militaris," kata Lisna, dalam keterangan resmi, Kamis (10/6/2021).

Sementara itu, Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengadakan survei ini untuk memberikan pengalaman terkait manfaat dari suplemen yang mengandung ekstrak jamur Cordyceps itu.

"Survei ini kami lakukan melalui kerjasama dengan Freebees.id agar para anggotanya dapat merasakan secara langsung manfaat dari ekstrak jamur Cordyceps yang memang sejak dulu dikenal sebagai antivirus dan antioksidan yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh," kata dr. Helmin.

Perlu diketahui, cara kerja jamur Cordyceps Militaris dalam menjaga stamina tubuh yakni melalui pembentukan Adenosin Trifosfat (ATP) dan menambah supply oksigen dalam sistem peredaran darah, sehingga daya tahan tubuh dapat meningkat.

Sifat dari suplemen ini adalah herbal, sehingga aman untuk dikonsumsi setiap hari.

Jamur Cordyceps yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan suplemen ini memiliki kandungan utama berupa Adenosis dan Cordycepin yang memiliki beragam manfaat untuk kesehatan.

Mulai dari antivirus, mengurangi gejala sesak atau gangguan pernafasan, imunoregulator karena dapat meregulasi sistem kerja imun tubuh, antioksidan hingga mengatasi proses inflamasi dan meningkatkan kesehatan jantung.

dr. Helmin menambahkan, inisiatif ini merupakan bukti konkret pihaknya untuk selalu berkomitmen dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.

Komitmen itu kali ini dibuktikan dengan menghadirkan teknologi dari tanaman herbal, jamur cordyceps militaris yang dipadukan dengan teknologi ilmiah.

"Inovasi yang kami lakukan melalui pengembangbiakkan jamur, yaitu melalui metode kultur jaringan. Metode ini memungkinkan jamur lebih cepat dipanen tapi tetap menjaga stabilitas kandungan bahan aktif serta higienitas yang terjamin," jelas dr. Helmin.

Lainnya dari tribunnews.com

image beaconimage beaconimage beacon