Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Versi Charta: Prabowo Hanya Menang di Sumatera, Sisanya Dilibas Jokowi

logo Kumparan Kumparan 25/03/2019 Nabilla Fatiara

Lembaga survei Charta Politika merilis survei elektabilitas capres-cawapres jelang hari pencoblosan pada 17 April 2019 mendatang. Termasuk juga elektabilitas di seluruh wilayah di Indonesia, yang hampir sebagian besar didominasi oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Dari seluruh wilayah yang disurvei, pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya unggul di Pulau Sumatera dengan 48,3 persen, sementara Jokowi-Ma'ruf 43,3 persen. 

Kedua Pasangan Capres menyampaikan pendapatnya saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Foto: ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY © Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Kedua Pasangan Capres menyampaikan pendapatnya saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Foto: ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY

"Dilihat dari segi wilayah, Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di hampir semua wilayah, kecuali di Sumatera di mana Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, dalam paparan survei di Jaksel, Senin (25/3).

Berdasarkan hasil survei itu, Jokowi-Ma'ruf melibas hampir seluruh provinsi, bahkan beberapa angkanya cukup jauh dengan Prabowo-Sandi. Jika dilihat di Jawa Tengah dan DIY, Jokowi-Ma'ruf bahkan mencapai 68,1 persen, berbanding jauh dengan Prabowo-Sandi dengan 18,4 persen.

Hasil survey Charta Politika. Foto: Dok. Charta Politika © Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Hasil survey Charta Politika. Foto: Dok. Charta Politika

Lalu di Jawa Barat Jokowi-Ma'ruf 47,4 persen, sementara Prabowo-Sandi 40 persen dengan total 17,5 persen pemilih dari seluruh Indonesia.

Selain itu, Yunarto menjelaskan, sebanyak 36,4 persen responden menyatakan penampilan kedua paslon saat debat menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan pilihannya.

"Penampilan debat kandidat capres–cawapres merupakan alasan utama swing voters di dalam menjatuhkan pilihannya," ujar dia.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya. Foto: Mirsan Simamora/kumparan © Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya. Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Selain penampilan debat, responden juga memilih berdasarkan arahan atau imbauan tokoh agama (10%), bantuan sembako (9,2%), lalu pemberian uang (8,4%).

Sementara hasil survei Charta Politika sendiri menyatakan paslon Jokowi-Ma'ruf 53,6 persen, dan Prabowo-Sandi 35,4 persen. Sisanya tak menjawab.

Survei digelar pada 1-9 Maret 2019 melalui wawancara tatap muka dengan 2.000 responden di 34 provinsi se-Indonesia. Margin of error +/- 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Charta meski mengklaim independen, namun Yunarto jamak dikenal di Twitter cenderung mendukung Jokowi dan pengkritik Prabowo.

© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Survei Charta berbeda sedikit dengan Litbang Kompas yang menyebut Prabowo menguasai Banten, Jawa Barat, Sumatera, dan DKI Jakarta.

LAINNYA DARI Kumparan

image beaconimage beaconimage beacon