Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

2 Sosok Penyebar Super Virus Corona: Pasien 31 dan Steve Walsh

logo Kumparan Kumparan 27/02/2020 kumparanTECH

Keberadaan penyebar super menjadi momok di tengah wabah virus corona baru SARS-2-CoV. Menurut studi terbitan Journal of American Medical Association (JAMA), ada beberapa pasien yang dapat menularkan novel coronavirus lebih mudah daripada orang kebanyakan.

Individu dengan kemampuan tersebut dianggap sebagai penyebar super atau super spreader. Sejauh ini, sudah ada dua kasus penyebar super yang ditemukan. Pertama, seorang pengusaha Inggris bernama Steve Walsh yang menginfeksi 11 orang. Dan nenek berusia 61 tahun asal Korea Selatan, yang dijuluki Pasien 31, menulari hingga 37 orang.

© Disediakan oleh Kumparan

Bagaimana Steve Walsh Infeksi Banyak Orang?

Nama Steve Walsh pertama kali mencuat setelah otoritas kesehatan Inggris, Public Health England, menyebut kemungkinan pria itu tanpa sadar telah menginfeksi setidaknya 11 orang. Penularan secara masif tersebut berlangsung saat Walsh bepergian dari Singapura ke Prancis, ke Swiss, lalu kembali lagi ke Inggris, dengan detail kronologi sebagai berikut:

  • Jadi peserta konferensi dagang di Singapura

Petugas medis menduga Walsh mulai terjangkit virus saat menghadiri konferensi dagang pada 18-22 Januari 2020 di Hotel Grand Hyatt, Singapura. Walsh hadir dalam acara tersebut sebagai pemimpin manajemen proyek Servomex, sebuah perusahaan analisis gas.

Suasana di Merlion Park di Singapura setelah penetapan status level oranye. Foto: REUTERS/Feline Lim © Disediakan oleh Kumparan Suasana di Merlion Park di Singapura setelah penetapan status level oranye. Foto: REUTERS/Feline Lim
  • Inap di sebuah resor ski di Prancis

Usai menghadiri konferensi dagang, Walsh mengunjungi sebuah resor ski di Pegunungan Alpen, Prancis. Dia menginap di sebuah chalet atau villa kecil bernama Les Contamines-Montjoie bersama dua kawannya, pasangan Bob dan Catriona Syanor, yang juga membawa sang anak berusia 9 tahun.

  • Naik pesawat rute Jenewa-London

Usai berlibur, Walsh pulang ke Inggris dari Bandara Jenewa, Swiss, menuju Bandara Gatwick, London, Inggris, pada 28 Januari 2020. Dia pulang dengan maskapai penerbangan EasyJet yang berpenumpang sekitar 200 orang.

  • Mampir ke kota kelahirannya

Sesampainya di Inggris, Walsh mampir ke sebuah pub di Hove, East Sussex, Inggris Tenggara. Walsh didiagnosis positif mengidap virus corona saat berada di Brighton, yang masih masuk wilayah East Sussex.

Penumpang memasuki pesawat easyJet di Prancis Foto: Shutter Stock © Disediakan oleh Kumparan Penumpang memasuki pesawat easyJet di Prancis Foto: Shutter Stock
  • Positif terjangkit virus corona dan menulari 11 orang

Setelah dikonfirmasi positif mengidap COVID-19--penyakit yang disebabkan virus corona SARS-2-CoV, Walsh segera menghubungi otoritas kesehatan Inggris, lantas secara sukarela meminta masuk ruang isolasi di Guy’s Hospital, London. Padahal, saat itu ia belum menunjukkan gejala. Sebagai tindakan pencegahan, keluarganya juga diminta mengisolasi diri.

Otoritas kesehatan Inggris pun segera melacak orang-orang yang mungkin melakukan kontak dekat dengan Walsh selama ia bepergian sebelum akhirnya tertular virus. Hasilnya mengejutkan: 11 orang positif terinfeksi virus corona yang dibawa Walsh.

Sebelas orang yang terjangkit, yaitu Bob Saynor dan putranya yang berusia 9 tahun, teman menginap Walsh di Prancis. Lalu tiga warga negara Inggris yang menginap di resor ski yang sama. Dua pengunjung resor juga dinyatakan positif, satu saat berada di Inggris, lainnya saat berada di Mallorca, Spanyol. Terakhir, empat orang di Inggris juga dikonfirmasi mengidap COVID-19 usai mengunjungi Prancis.

Bagaimana Pasien 31 Infeksi Banyak Orang

Kasus virus corona ke-31 di Korea Selatan terungkap, dengan pasiennya adalah seorang nenek berusia 61 tahun. Tim medis setempat kemudian menyebutnya “Pasien 31”. Kasusnya terkonfirmasi di klinik kesehatan di Daegu, kota yang berjarak sekitar 200 kilometer dari Seoul, pada 17 Februari 2020.

Setelah dinyatakan positif terjangkit novel coronavirus, otoritas kesehatan setempat langsung bergerak melacak riwayat perjalanan Pasien 31. Hasilnya cukup mengejutkan, dalam 10 hari terakhir pasca kasusnya terkonfirmasi, ia sempat menghadiri dua kebaktian di Gereja Yesus Shincheonjiang yang diikuti sekitar 1.000 jemaat. Berikut detail pergerakan sang nenek:

  • Berobat ke rumah sakit karena sakit kepala usai kecelakaan mobil

Usai mengalami kecelakaan mobil pada 6 Februari 2020, Pasien 31 memeriksakan dirinya di Rumah Sakit Obat China Saeronan dengan keluhan sakit kepala pada keesokan harinya, yakni 7 Februari 2020. Tidak ada gejala demam, batuk, atau gangguan pernapasan lainnya. Ia diputuskan untuk menjalani rawat inap.

Pejalan kaki menggunakan masker melintasi distrik perbelanjaan Dongseongro di kota Daegu, Korea Selatan. Foto: AFP/JUNG YEON-JE © Disediakan oleh Kumparan Pejalan kaki menggunakan masker melintasi distrik perbelanjaan Dongseongro di kota Daegu, Korea Selatan. Foto: AFP/JUNG YEON-JE
  • Demam usai 3 hari opname

Pasien 31 mulai menderita demam selang tiga hari sejak diopname. Pemeriksaan flu di laboratorium dilakukan, namun hasilnya negatif.

  • Izin pergi 2 jam ikuti kebaktian gereja

Sehari setelah hasil pemeriksaan dinyatakan negatif, Pasien 31 izin meningalkan rumah sakit selama 2 jam untuk menghadiri misa pagi di Gereja Yesus Shincheonji cabang Daegu. Praktik ini memang lazim dalam perawatan medis di Korsel. Pasien boleh keluar-masuk rumah sakit meski tengah menjalani rawat inap.

  • Makan siang bersama teman di restoran hotel

Masih menjalani rawat inap, Pasien 31 sempat izin keluar rumah sakit untuk makan siang bersama teman di sebuah hotel di Daegu timur pada 15 Februari 2020. Pihak rumah sakit mengaku meminta Pasien 31 untuk menjalani tes novel coronavirus karena mengalami demam tinggi. Tapi permintaan tersebut diabaikan dan Pasien 31 malah keluar makan siang dengan temannya.

Hal itu dibantah Pasien 31 saat wawancara dengan koran lokal. Ia mengklaim, pihak rumah sakit tidak pernah memintanya untuk uji lab novel coronavirus.

Pejalan kaki memakai masker di luar Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan. Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji © Disediakan oleh Kumparan Pejalan kaki memakai masker di luar Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan. Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
  • Dinyatakan positif dan menulari 37 jemaat gereja

Keesokannya harinya, Pasien 31 kembali beribadah di gereja yang sama pada 16 Februari 2020. Gejala demam yang dialami kian parah pada 17 Februari 2020. Di hari yang sama, hasil pemeriksaan menunjukkan ia positif virus corona penyebab COVID-19.

Menyusul kasus positif virus corona pada Pasien 31, otoritas setempat mengkarantina 9.000 jemaat Gereja Yesus Shincheonji cabang Daegu. Pada Sabtu (21/2), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan menyebut dari seluruh jemaat gereja yang dikarantina, sekitar 1.200 orang di antaranya menderita gejala flu.

Diberitakan AFP, Kamis (20/2), total dia beribadah di Gereja Yesus Shincheonji sebanyak empat kali. Dari hasil investigasi, ia dilaporkan telah menulari setidaknya 37 jemaat, hingga virus menyebar keluar gereja.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki bagaimana Pasien 31 bisa tertular SARS-CoV-2. Pasalnya, ia tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri atau kontak dengan pengidap.

------------------------

Artikel Terkait Rekomendasi MSN:

Dunia Dibayangi Gelombang Kedua Corona, Ayo Lindungi Diri! 

Virus corona: Mungkinkah terinfeksi tapi tidak sakit? 

Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Positif Corona 

Galeri Rekomendasi MSN:

Kondisi Kota-kota di China yang Ditutup karena Virus Corona 

LAINNYA DARI Kumparan

image beaconimage beaconimage beacon