Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Facebook Kembangkan Pembaca Pikiran, Kirim Pesan Tanpa Mengetik

logo Tempo.co Tempo.co 31/07/2019 Tempo.co
foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

TEMPO.CO, Jakarta - Facebook sedang mengembangkan perangkat teknologi yang bisa mengirim pesan dengan hanya membaca pikiran, tanpa mengetik.

Facebook menyatakan bahwa proyek ini hampir rampung setelah diuji coba pada 3 penderita epilepsi dengan 9 pertanyaan sederhana seperti, “Kapan Anda ingin saya periksa?” yang dilakukan oleh peneliti dari University of California, San Francisco.

Mesin mempelajari pola algoritma melalui kata-kata dari aktivitas otak secara langsung yang membuat sistem dapat menebak kapan mereka akan mendapatkan pertanyaan dan kapan mereka harus menjawabnya. Prediksi dibentuk oleh konteks sebelumnya setelah sistem menentukan subyek pertanyaan mana yang didengar, sehingga dapat menjawab pertanyaan dengan benar.

Sistem ini telah membuktikan keakuratan jawaban sebesar 61 hingga 76 persen. Namun hanya dapat mendeteksi beberapa kata sejauh ini. Facebook masih harus bekerja keras dalam mengembangkan fitur agar perangkat semakin mudah digunakan.

“Meskipun masa depan masih jauh, namun tahap percobaan awal seperti sekarang menjadi titik awal menuju harapan tersebut,” tutur Facebook dalam lamannya, Tech.fb.com, 30 Juli 2019.

Penemuan ini membantu mereka mengembangkan teknologi yang mudah dipakai seperti kacamata augmented reality, sehingga manusia dapat berhubungan secara nyata, tanpa menggunakan smartphone.

Regina Dugan yang pernah memimpin proyek ini mengatakan, Facebook ingin membuat sistem tanpa komando suara yang dapat mengetik 100 kata per menit dengan menggunakan pikiran . Ini akan menjadi 5 kali lebih cepat jika seseorang mengetik dari telepon genggam.

“Alat ini akan menghubungkan seseorang dengan dunia sekitarnya, daripada menunduk ke layar telepon genggam atau menggunakan laptop, kita dapat melakukan kontak mata dan mendapatkan informasi berguna tanpa salah mengintrepertasikan sebuah makna,” seperti yang tertulis pada laman Facebook.

Tim peneliti lain, termasuk Stanford University telah menemukan cara agar alat ini dapat digunakan oleh penderita paralisis. Tetapi untuk melakukan hal itu, perlu operasi penanaman elektroda pada otak. Facebook berharap untuk menciptakan teknologi yang mudah untuk dipakai dan tidak bersifat invasif.

Sebelumnya, Facebook telah menghadapi serangkaian skandal mengenai privasi dan keamanan yang berkaitan dengan data pribadi pengguna. Citra buruk Facebook diperkirakan membuat pengguna waspada untuk memberikan mereka akses membaca pikiran.

Facebook pertama kali mengumumkan bahwa Building 8 sedang mengerjakan proyek teknologi komputer otak pada tahun 2017 di konferensi F8. Tujuan awal proyek ini dikembangkan untuk sistem pendeteksi kalimat yang tidak terucapkan.

Serupa dengan Facebook, perusahaan Elon Musk juga sedang mengembangkan proyek start-up bernama Neuralink yang dapat menghubungkan otak ke perangkat komputer.

CNET | THE VERGE | TECH RADAR | CAECILIA EERSTA

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon