Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Nasib OS HongMeng Setelah Huawei Diizinkan Berbisnis dengan AS

logo Kumparan Kumparan 05/07/2019 Bianda Ludwianto

Hubungan Huawei dengan pemerintah Amerika Serikat mulai membaik, pasca pertemuan Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Jepang pada Juli ini..

Hasil pertemuan membawa angin segar bagi Huawei yang diizinkan menjalin bisnis dengan perusahaan-perusahaan AS. Tandanya, Huawei bisa kembali membeli perangkat-perangkat teknologi atau software dari perusahaan AS, seperti Google, Micron, Intel, dan lainnya.

Tetapi urusan Huawei sebenarnya belum tuntas. Sejauh ini belum ada pengumuman dari Google yang mengembalikan izin lisensi memakai Android kepada Huawei.

Di tengah posisi seperti ini, publik lalu bertanya tentang nasib sistem operasi HongMeng yang dikembangkan Huawei sebagai alternatif Android?

President of the Consumer Business Group Huawei wilayah Eropa, Walter Ji, memberi tanggapan posisi perusahaan pasca rujuk dengan pemerintah AS, termasuk dengan perkembangan HongMeng.

Toko Huawei di Beijing, China. Foto: Thomas Peter/Reuters © Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Toko Huawei di Beijing, China. Foto: Thomas Peter/Reuters

Menurutnya, apa pun bisa saja berubah dan terjadi, sampai batas waktu penangguhan lisensi Android dari Google pada 19 Agustus mendatang. Meskipun, ada rencana B yang diyakini HongMeng hanya akan digunakan dalam situasi di mana perusahaan tidak memiliki pilihan.

© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

"Kami tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, mengenai aplikasi dan toko aplikasi, dan sistem operasi. Kami sangat berkomitmen untuk tetap berada di ekosistem Android," kata Ji dilansir Digital Trends.

Ji juga menambahkan saat ini prioritas Huawei adalah konsumen. Meski apa pun yang terjadi ke depannya, Huawei tetap akan berbisnis seperti biasa dan tidak akan ada perubahan dalam hal strategi.

"Semua 180.000 karyawan bekerja lebih keras, bukannya panik, untuk mendukung konsumen kami dengan lebih baik," imbuhnya.

LAINNYA DARI Kumparan

image beaconimage beaconimage beacon