Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Polemik Konten YouTube Kimi Hime yang Dinilai Vulgar

logo Kompas.com Kompas.com 25/07/2019 Andi Muttya Keteng Pangerang

Tangkapan layar akun Youtube Kimi Hime. © Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Tangkapan layar akun Youtube Kimi Hime. JAKARTA, KOMPAS.com - Jagat media sosial baru-baru ini diramaikan dengan pembahasan konten-konten yang diunggah oleh akun YouTube Kimi Hime.

Pemilik akun tersebut adalah YouTuber bernama Kimberly Khoe yang memuat sejumlah video yang dianggap vulgar.

Berdasarkan biodata singkat pada akun Kimi Hime, Kimi adalah seorang influencer di bidang games dan teknologi.

Akun yang dibuat sejak 23 Desember 2012 tersebut memiliki lebih dari 2,2 juta subscriber dan sejauh ini, Kimi telah mengunggah sekitar 468 video.

Lantas, bagaimana konten-konten Kimi bisa dinilai vulgar?

Berdasarkan laporan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendapatkan banyak laporan terkait konten Kimi Hime yang dianggap vulgar.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Set mengatakan, pelaporan terkait konten Kimi Hime tak hanya disampaikan ke Kementerian Kominfo.

Menurut dia, laporan itu juga dilayangkan ke Komisi I DPR RI berdasarkan dari keresahan masyarakat.

Di mana, konten-konten dari Kimi menampilkan thumbnail YouTube yang dinilai tak pantas, sementara sebagian besar berkomentar serta subscriber-nya adalah anak di bawah umur.

"Komisi I DPR meminta kami mengambil tindakan," kata Ferdinand.

Surat panggilan

Kementerian Kominfo sudah memberikan surat pemanggilan kepada Kimi melalui pesan elektronik dan DM (Direct Message) Instagram.

Namun, sejak surat tersebut dilayangkan pada Senin (22/7/2019), kata Ferdinan, belum ada tanggapan dari Kime.

Ferdinan mengatakan bahwa surat pemanggilan berlaku sampai Sabtu (27/7/2019). Lalu bagaimana jika Kimi mangkir dan tidak memenuhi pemanggilan tersebut?

"Kami akan suspend lagi konten-kontennya," kata Ferdinan.

Tidak blokir

Namun, pihak Kominfo tidak akan memblokir akun YouTube Kimi Hime, melainkan hanya men-suspend tiga konten dan membatasi konten Kimi dengan kategori umur, yakni di atas usia 18 tahun.

Kementerian Kominfo beralasan bahwa pihaknya tidak ingin mematikan kreativitas konten kreator Indonesia.

"Hanya konten, tidak sampai kanal. Kenapa? Karena kami masih menyayangi konten kreator Indonesia. Jangan sampai mereka tidak berkreasi lagi," kata Ferdinan.

3 konten di-suspend dan 6 konten dibatasi

Kominfo telah men-suspend 3 konten dan membatasinya secara umur dalam akun kanal Kimi Hime.

"Siang tadi kami sudah melakukan suspend tiga konten dari akun Kimi Hime dan membatasi enam konten untuk umur," kata Ferdinan.

Langkah tersebut diambil lantaran konten yang dibuat Kimberly dinilai sangat vulgar.

"Berdasarkan profiling kami (konten tersebut) sudah melanggar kesusilaan. Di mana beberapa konten dia melakukan misleading thumbnail. Thumbnail-nya dibikin unik bahasa-bahasanya, sehingga membuat orang dapat berfantasi," kata Ferdinand.

Ferdinand mengatakan konten-konten yang dimaksud banyak dikomentari anak-anak.

Empat mata

Kementerian Kominfo melalui perwakilannya rupanya ingin bertemu empat mata dengan Kimi terkait.

Mereka berniat membahas konten-konten YouTube Kimi yang dinilai terlalu vulgar secara langsung.

"Enaknya sih empat mata, ya, biar jelas. Enggak wajib ke kantor (Kominfo)," kata Ferdinan.

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon