Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Belajar dari Kesuksesan Pola Asuh ala Bill dan Melinda Gates

logo Kompas.com Kompas.com 4 hari lalu Nabilla Tashandra

LIFESTYLE

Belajar dari Kesuksesan Pola Asuh ala Bill dan Melinda Gates

Bill dan Melinda Gates memutuskan mengakhiri pernikahan dibina selama 27 tahun. Mari lihat kembali kesuksesan pola asuh mereka terhadap tiga anaknya.

May 4th, 9:06 PM May 4th, 9:06 PM Bill dan Melinda Gates bersama putri sulungnya Jennifer di New York, September 2017. JAMIE MCCARTHY/GETTY IMAGES FOR BILL & MELINDA GATES FOUNDATION VIA BUSINESS INSIDER © Disediakan oleh Kompas.com Bill dan Melinda Gates bersama putri sulungnya Jennifer di New York, September 2017. JAMIE MCCARTHY/GETTY IMAGES FOR BILL & MELINDA GATES FOUNDATION VIA BUSINESS INSIDER

KOMPAS.com - Pasangan miliarder filantropi Bill Gates dan Melinda Gates mengumumkan perceraiannya setelah menjalani pernikahan selam 27 tahun.

Meski rumah tangga keduanya berakhir, kesuksesan pola asuh ala Bill dan Melinda Gates terhadap tiga anak mereka, Jennifer, Rory, dan Phoebe Gates, tak boleh dipinggirkan dan layak untuk dilihat kembali.

Seperti dilansir Insider, Bill pernah mengungkapkan bahwa istrinya punya peran yang lebih besar dalam pengasuhan anak.

"Istri saya 80 persen (pengasuhan)," ungkapnya di depan para mahasiswa Harvard, 2018 lalu.

Beberapa pola asuh anak ala Bill dan Melinda Gates yang dapat menginspirasi para orangtua, antara lain:

Berita Terpopuler:

1. Menggunakan model pola asuh "Cinta dan Logika"

Menurut Gates, ia dan sang istri menerapkan model pola asuh "Cinta dan Logika" ala 1970an.

Formula pola asuh ini dibuat oleh sebuah kelompok yang terdiri dari tiga orang dengan latar belakang berbeda, yakni psikolog, psikiater, dan mantan administrator di sekolah.

Gagasan dari pola asuh tersebut berpusat pada meminimalkan reaksi emosional, seperti berteriak atau menegur anak.

Co-founder model pola asuh tersebut, Charles Fay menjelaskan dalam unggahan di blog-nya bahwa manfaat dari penerapan model pola asuh Cinta dan Logika adalah membantu orangtua belajar menjaga emosi dan lidahnya ketika menghadapi anak.

Meski begitu, Bill dan istrinya mengaku tidak sempurna dalam menerapkannya.

"Bisakah kita menyingkirkan emosi? Tentu kita tidak bisa melakukan itu sepenuhnya," kata dia.

Baca juga: Kisah Cinta Bill Gates dan Melinda Gates, Sejoli Murah Hati yang Kini Bercerai

2. Bill Gates mengantar anak ke sekolah

Melinda Gates pernah meluncurkan buku berjudul The Moment of Lift: How Empowering Women Changes The World.

Melansir NPR, buku ini berisi ajakan untuk para wanita mendukung wanita lainnya untuk bisa mengangkat masyarakat di sekitarnya.

Dalam buku tersebut ia juga membuka tentang bagaimana dirinya dan sang suami membagi tugas rumah.

Salah satu tanggung jawab Bill Gates yang diceritakan di dalam buku tersebut adalah lebih sering mengantar anak ke sekolah.

Melinda mengungkapkan, alasan dirinya menulis cerita spesifik tersebut adalah sebagai contoh bahwa ada banyak wanita melakukan pekerjaan rumah tanda dibayar dan ini dilakukan di selluruh dunia.

Wanita melakukan hingga hal terkecil, seperti mencuci piring, mencuci pakaian, mengurus anak, dan lainnya.

Tanggung jawab tersebut membuat banyak wanita tidak bisa lebih produktif mengerjakan hal-hal yang mereka sukai.

Namun selain di dalam buku, pembagian tanggung jawab ala Bill dan Melinda Gates ternyata juga menginspirasi orang-orang di sekitarnya.

Menurut Melinda, salah satu temannya, misalnya, pernah melihat Bill berkendara dan mengantarkan anak-anak ke sekolah. Kemudian, temannya tersebut langsung berkata pada suaminya: "Bill Gates mengantarkan anaknya ke sekolah. Kau juga bisa begitu."

3. Membebaskan anak untuk memilih

Melinda pernah menulis untuk Time Magazine di 2017. Melalui tulisan tersebut ia mengungkapkan bahwa Bill dan dirinya menerapkan apa yang dilakukan orangtua mereka dulu, yakni membesarkan anak dengan keyakinan bahwa anak bisa melakukan apapun yang diinginkan tanpa keterbatasan gender.

"Orangtua saya mengajarkan bahwa saya dan saudara perempuan saya bisa melakukan apapun yang saudara laki-laki kami bisa lakukan," katanya, seperti dilansir CNBC.

Pelajaran berharga tersebut kemudian ia teruskan kepada anak-anaknya.

Meski begitu, kesetaraan gender bukanlah topik yang sering dibincangkan bersama ketika mereka berkumpul.

Fokus yang diberikan adalah mendorong anak untuk lebih percaya diri melakukan apa yang mereka sukai alih-alih membahas tentang batasan-batasan yang mungkin malah membuat mereka menahan langkahnya.

Baca juga: Usia Pernikahan Bukan Jaminan Aman dari Perceraian, Ini Alasannya

4. Mengajari anak untuk berjuang demi hal yang diinginkan

Rasanya sulit untuk menolak apa yang diminta oleh anak.

Namun, kita perlu belajar untuk tidak mengabulkan semua permintaan anak. Penting bagi orangtua untuk mengajarkan nilai-nilai yang lebih besar terhadap apa yang mereka punya.

Nilai ini juga diajarkan oleh Bill dan Melinda Gates kepada anak-anaknya terhadap beberapa hal.

Misalnya, dua anak tertua Bill harus menunggu hingga berusia 13 tahun untuk mendapatkan ponselnya sendiri dan putri bungsunya juga harus menunggu hingga ulang tahun berikutnya untuk punya ponsel sendiri.

Menurut Bill, seperti dilansir Asianparent, usia 13 tahun adalah usia yang tepat bagi anak untuk mendapatkan ponsel sendiri.

Memang aturan di setiap rumah berbeda. Namun, kita bisa mengajarkan anak untuk membangun kesabaran di dalam dirinya.

Selain itu, orangtua juga bisa mengajarkan anak untuk bekerja keras demi mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Misalnya, membelikan mereka mainan atau barang yang diimpikan jika berhasil melakukan suatu pekerjaan rumah atau mendapatkan target nilai tertentu.

5. Mengajarkan anak untuk memberi

Dalam sebuah wawancara, Melinda mengatakan bahwa anak-anaknya diharuskan untuk menyimpan sepertiga uang jajannya untuk memberikannya sebagai amal.

Untuk jangka panjang, nilai ini diajarkan agar anak menyisihkan berapa pun jumlah uangnya untuk berdonasi kepada orang-orang yang lebih membutuhkan.

Keluarga Bill dan Melinda Gates banyak melakukan pekerjaan sukarela bersama yang sering kali juga mengajak anak-anak mereka.

Ini mengajarkan anak bahwa jika mendapatkan sesuatu, kita juga harus membaginya untuk orang lain.

Sebagai awalan, kita bisa mengajak anak untuk mendonasikan mainan lama mereka ke panti asuhan atau tempat lainnya.

Anak-anak yang lebih besar mungkin bisa berpartisipasi dalam kegiatan sukarela untuk membantu membersihkan lingkungan atau penggalangan dana.

Nah, meski Bill dan Melinda Gates bercerai, nilai-nilai yang mereka tanamkan dalam mengasuh ketiga anaknya mungkin bisa menjadi inspirasi bagi para orangtua di dunia.

Baca juga: Tips Pernikahan Bahagia ala Sejumlah Selebritas

Berita Terkait:

Editor: Nabilla Tashandra

Sumber: CNBC, Business Insider,NPR,Asianparent Singapore

Copyright Kompas.com

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon