Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Sebab Terlalu Lama Bekerja Bahayakan Kesehatan Mental dan Fisik

logo Tempo.co Tempo.co 23/07/2021 Tempo.co
foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam upaya untuk mendapatkan pujian dari atasan, banyak orang bekerja lebih dari 40 jam seminggu, bahkan sampai 50 jam. Durasi bekerja berjam-jam ini sebenarnya cukup berbahaya bagi kesehatan.

Bekerja berjam-jam secara perlahan akan membuat kurang produktif dan mempengaruhi kesehatan mental untuk jangka panjang. Melansir dari Times of India, berikut enam alasan mengapa harus menghentikan kebiasaan bekerja selama berjam-jam.

Produktivitas berkurang

Sebuah penelitian menyatakan peserta yang bekerja selama 40 jam dan menambahkan 20 jam lagi ke jadwal mencatat peningkatan produktivitas selama beberapa minggu pertama. Namun, setelah itu mulai mengalami hal negatif dan tingkat produktivitas turun ke tingkat yang sangat rendah. Ini membuktikan orang akan menghadapi tingkat produktivitas yang rendah jika terus bekerja lebih lama dari yang dibutuhkan.

Merusak kesehatan

Kesehatan memburuk karena kelelahan akibat kerja berlebihan. Anda mungkin merasa sangat mengantuk, lelah, stres, sakit kepala, dan bahkan jengkel pada hal-hal kecil. Jika ini tidak ditangani, produktivitas kerja akan memburuk dan tentunya membahayakan hidup.

Tidak ada kehidupan sosial

Terlalu banyak pekerjaan membuat sering mengabaikan kehidupan sosial. Alhasil, menyebabkan keretakan dalam hubungan dan keluarga karena ketidakmampuan memberi mereka waktu. Mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang baik sulit. Waktu untuk keluarga sama pentingnya dengan pekerjaan.

Rawan kecelakaan

Ketika stres dan lelah, Anda cenderung melakukan hal-hal yang salah. Tetapi, yang lebih berbahaya adalah ancaman keselamatan. Anda lebih rentan terhadap kecelakaan dan cedera karena tidak berada di puncak kapasitas mental. Anda tidak boleh mengabaikan kemungkinan ini. Lebih baik aman daripada menyesal.

Serangan jantung dan kerusakan otak

Laporan menunjukkan kemungkinan serangan jantung meningkat sebesar 67 persen bagi yang cenderung bekerja lebih dari 40-45 jam. Tekanan ekstra berdampak buruk pada jantung dan juga otak. Faktor-faktor lain seperti tekanan darah naik, migrain, hingga diabetes.

Obesitas

Waktu yang dihabiskan untuk bekerja dapat mempengaruhi aktivitas lain di siang hari, seperti berjalan, berolahraga, memasak, dan tidur, yang merupakan faktor risiko utama obesitas. Sambil duduk di sofa selama berjam-jam, Anda juga cenderung mengunyah makanan cepat saji untuk mendapatkan kenyamanan dan itu merupakan faktor penyebab kenaikan berat badan yang ekstrem.

Baca juga: Kiat agar Anak Tak Terabaikan kala Bekerja dari Rumah

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon