Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Manfaat dan Cara Tepat Memperkenalkan Campuran Warna pada Anak

logo HaiBunda HaiBunda 4 hari lalu Maya Sofia
© Disediakan oleh HaiBunda

Sejak dini anak bisa mulai diajarkan tentang berbagai hal seperti huruf dan angka. Selain itu, tak ada salahnya Bunda juga mulai memperkenalkan tentang campuran warna.

Ini bisa jadi topik yang menyenangkan lho, sebab di sekitar ada banyak benda yang dapat menunjukkan aneka ragam warna itu sendiri.

Dikutip dari What to Expect, sejak usia 3 tahun anak mulai bisa diperkenalkan lebih detail tentang warna. Termasuk mulai mengenali berbagai campuran warna.

Di tahap usia ini, anak umumnya sudah dapat mengenal dan menyebutkan 4 warna atau lebih. Topik tentang warna dapat Bunda perkenalkan lewat benda di sekitar, seperti baju yang ia pakai atau mainan kesayangannya.

Ingat, jangan terlalu memaksa anak untuk segera mengerti dan hapal semua nama warna. Berikan anak kesempatan untuk mempelajari dan mengingatnya dengan cara sendiri.

Apa saja teori campuran warna dan tips mengajak si Kecil belajar tentang hal ini, ya? Yuk simak ulasan lengkapnya berikut, Bunda!

Memahami tentang konsep campuran warna

Sebelum memperkenalkan tentang campuran warna pada si Kecil, Bunda perlu memahaminya terlebih dahulu. 

Terdapat tiga kategori warna, yakni primer, sekunder dan tersier. Masing-masing memiliki kelompok warna sendiri yang bersifat tetap.

  • Primer: merah, biru, kuning
  • Sekunder: ungu, hijau, oranye
  • Tersier: magenta, violet, aquamarine, cokelat, abu-abu, dll

Campuran dua warna primer akan menjadi warna sekunder. Misalnya merah dan biru menjadi ungu, merah dan kuning menjadi oranye, dan lain sebagainya.

Sementara itu, warna tersier didapat dari campuran warna sekunder. Kelompok campuran warna ini sangat luas lho, Bunda. Jumlah warna yang ada saat ini masih sangat mungkin terus bertambah.

Cara mudah memperkenalkan campuran warna pada anak

Dunia anak merupakan dunia bermain. Maka dari itu, mempelajari hal baru bagi anak akan terasa lebih menyenangkan jika dilakukan sambil bermain. Termasuk saat belajar tentang campuran warna.

Untungnya, saat ini sudah tersedia banyak media warna yang bisa Bunda manfaatkan. Misalnya seperti krayon, cat warna, hingga pensil warna.

Bunda juga dapat mengenalkan tentang campuran warna dengan bermain menggunakan clay. Sediakan clay berwarna putih dan beberapa pewarna makanan. Lakukan eksperimen campuran warna sambil belajar.

Jika tak ada clay, eksperimen campuran warna bisa dilakukan dengan memakai botol bening berisi air bersih. Biarkan si Kecil mencoba mencampurkan warna dari pewarna makanan.

Lebih sederhana lagi, Bunda dapat menyiapkan krayon atau cat warna dan kertas gambar. Ajak anak untuk mencoba berbagai campuran warna. Sebutkan juga nama-nama warna tersebut agar ia mudah mengingatnya.

Nah, agar tidak terlalu kotor dan merepotkan Bunda nantinya, jangan lupa siapkan kain alas sebelum mulai melakukan eksperimen warna. Dengan demikian, warna yang dipakai tidak meninggalkan jejak kotor pada perabotan.

Ingatkan juga si Kecil untuk segera cuci tangan setelah selesai bermain warna ya, Bunda.

Manfaat belajar campuran warna

Selain belajar mengenal campuran warna, anak juga bisa melatih seni kreativitasnya. Penelitian mengungkapkan bahwa seni membantu proses berpikir anak lho, Bunda.

Ya, ini juga menjadi alasan mengapa melukis, menggambar, dan kerajinan tangan menjadi salah satu bagian dari kurikulum prasekolah.

"Seni dapat membantu meningkatkan proses pembelajaran. Anak-anak yang belajar seni rata-rata mampu menyimpan informasi lebih lama," kata Eric Jensen, peneliti dan penulis buku Arts with the Brain in Mind, seperti dikutip dari Baby Center.

Jensen juga menuturkan bahwa belajar seni membantu anak memiliki tingkat percaya diri lebih tinggi dan keterampilan berpikir mandirinya berkembang lebih baik.

Nah, secara khusus belajar tentang campuran warna juga memiliki manfaat lain bagi anak, di antaranya:

Melatih pola berpikir dengan mengamati, memprediksi dan membandingkan, dan bereksperimen. Misalnya, 'apa yang akan terjadi jika kita mencampur ketiga warna primer bersama-sama?' atau 'seberapa banyak kuning yang perlu ditambahkan untuk menciptakan warna hijau?'.

Melatih keterampilan pemecahan masalah, termasuk mencari tahu apa yang harus dilakukan jika warna yang dicampur tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Demikian ulasan tentang campuran warna dan manfaat mempelajarinya bagi anak. Jangan lupa ajarkan juga anak untuk membereskan barang-barang belajarnya agar terbiasa rapi ya, Bunda!

Lainnya dari HaiBunda

image beaconimage beaconimage beacon