Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Film Televisi Trans7 Diprotes Cicit Tjong A Fie, Ada Apa?

logo Tempo.co Tempo.co 31/01/2018 Tempo.co

Keluarga besar Tjong A Fie geram atas penayangan film televisi berjudul Misteri Rumah Tjong A Fie yang di salah satu tv swasta. Ricco Richeza Prawira Tjong, salah satu cicit tokoh masyarakat di Medan Sumatra Utara itu, menyampaikan kekesalannya di akun media sosialnya, lengkap dengan gambar poster film tersebut.

“Semoga Tuhan memberkati stasiun tv lokal ini @transtv_cop @officialtrans7,” sindir salah satu cicit dari Tjong A Fie dalam akun Instagramnya @riccocheza, Selasa, 30 Januari 2018.

Dihubungi oleh Tempo, Ricco mengatakan penayangan film tersebut tidak mendapat izin dari pihak keluarga besar Tjong A Fie. “Saat pertama kali saya tahu soal semua ini, saya klarifikasi dulu ke ibu saya yang kebetulan tinggal di mansion Tjong A Fie, apakah trans ada syuting di sana baru-baru ini. Jawaban ibu cuma ada yang datang, tapi enggak dibolehin,” cerita Ricco.

Ia juga melakukan pengecekan terhadap yayasan Tjong A Fie. Hasilnya, pihak yayasan juga tidak memberikan izin sama sekali terkait acara yang ditampilkan di Trans 7 itu.

Ricco mengatakan, kediaman Tjong A Fie di Medan sebetulnya sudah beberapa kali diliput oleh stasiun televisi untuk membuat konten tentang rumah salah satu orang legendaris di Medan, Sumatera Utara tersebut. “Tapi pasti semuanya melalui proses perizinan keluarga dimana semua data ataupun perizinan harus dikeluarkan oleh yayasan Tjong A Fie itu sendiri,” kata Ricco.

© Disediakan oleh PT. Tempo Inti Media , TBK Keluarga memprotes film televisi Misteri Rumah Tjong A Fie. Instagram

Tjong A Fie adalah sosok terpandang dalam masyarakat Medan, Sumatra Utara. Selama hidupnya, bukan hanya membantu orang yang tidak mampu, Tjong A Fie juga membangun beberapa tempat ibadah di Medan seperti Masjid Raya Al-Mashum, Masjid Gang Bengkok, kuil Buddha di Brayan, kuil Hindu untuk warga India.

Selain itu, Tjong A Fie juga membangun Jembatan Kebajikan di Jalan Zainul Arifin. Sebelum meninggal pada 1921, Tjong A Fie memberikan seluruh kekayaannya kepada Yayasan Toen Moek Tong yang didirikan di Medan. Yayasan ini bertujuan untuk memberikan bantuan keuangan kepada pemuda berbakat dan berkelakuan baik untuk menyelesaikan pendidikan.

Oleh sebab itu, Ricco beserta keluarga besar dari Tjong A Fie kecewa dengan dibuatnya film tentang kediaman buyut mereka yang masih menjadi tempat keluarga besar berkumpul. “Saya tidak habis pikir dan ingin mengetahui landasan berpikir seperti apa hingga stasiun tv nasional @officialtrans7 dan @maxpictures.ftv bisa memproduksi dan menayangkan acara tersebut, terlebih tidak ada izin apapun baik lisan atau tertulis dari pihak keluarga kami. Sungguh sangat mengecewakan dan menyayat hati,” tulis Anggiea Tjong dalam akun Instagramnya.

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon