Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Hari AIDS Sedunia, Ini Deretan Artis Pengidap HIV dan Kisahnya

logo Tempo.co Tempo.co 01/12/2019 Tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta - Hari AIDS Sedunia diperingati pada 1 Desember. Bagi siapapun itu, menerima diagnosis HIV tentu tidaklah mudah, termasuk untuk para sederet artis penderita HIV ini. Umumnya, mereka butuh waktu bertahun-tahun hingga akhirnya bersedia terbuka tentang kondisi kesehatannya. Sebagian dari mereka telah berpulang akibat penyakitnya, sebagian dari mereka masih berkarya dan tetap terbuka dengan kondisinya sambil mengadvokasi para penderita HIV lainnya untuk terus menerima perawatan.

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Memang tidak semua orang perlu terbuka secara publik mengenai kondisi kesehatannya. Begitupun dengan para artis ini, yang awalnya tidak membeberkan diagnosis HIV yang diterimanya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, mereka akhirnya terbuka dengan kondisinya.

1. Freddy Mercury

Freddy Mercury sempat menyimpan rapat status HIV positifnya. Awalnya, vokalis band legendaris Queen ini, tertutup akan kondisinya. Freddie menyembunyikan statusnya yang positif HIV dan AIDS selama bertahun-tahun dengan rapat.

Baru pada ujung usianya, ia terbuka kepada publik mengenai penyakit yang dideritanya. Beberapa hari setelah ia mengumumkan pada khalayak bahwa dirinya positif HIV dan menderita AIDS, Freddie Mercury meninggal dunia akibat penyakit komplikasi yang timbul karena infeksi virus ini. Usianya saat itu 45 tahun.

Dalam pengumuman yang dibuatnya beberapa hari sebelum tutup usia, ia mengungkapkan alasannya menyembunyikan status kesehatannya. Salah satu alasan Freddie adalah untuk melindungi orang-orang di sekitarnya. Sementara itu, alasan Freddie Mercury memutuskan untuk membuat pengumuman secara publik mengenai HIV yang dideritanya adalah agar semua orang semakin menyadari betapa berbahayanya penyakit ini. Ia juga menginginkan semua pihak turut melawan penyebaran infeksi HIV.

2. Charlie Sheen

Didiagnosis menderita HIV merupakan pukulan yang tidak bisa diterima Charlie Sheen. Bintang utama serial Two and A Half Men ini terus menutup rapat mengenai kondisi kesehatannya selama kurang lebih empat tahun. Charlie, bahkan memberikan uang dalam jumlah yang fantastis ke orang lain yang mengetahui kondisinya, agar mereka tidak menceritakan hal ini kepada siapapun.

Aktor asal Amerika Serikat ini, akhirnya terbuka mengenai kondisi kesehatannya pada tahun 2015. Sejak itu, Charlie telah menjadi duta untuk sebuah merek kondom dan lembaga advokasi yang rutin mengkampanyekan pentingnya melakukan hubungan seksual secara aman.

3. Jonathan Van Ness

Bintang televisi asal Amerika Serikat yang namanya mendunia karena acara realiti Queer Eye ini, baru terbuka akan kondisi HIV yang dideritanya. JVN, panggilan akrabnya, pertama kali terbuka soal HIV di dalam buku biografinya yang berjudul Over The Top.

JVN bercerita, bahwa dirinya pertama kali didiagnosis menderita HIV saat berusia 25 tahun, atau tujuh tahun yang lalu. Selama tujuh tahun belakangan ini, ia tidak pernah terbuka kepada publik mengenai kesehatannya. Jonathan, yang semasa remajanya pernah menerima kekerasan seksual, kemudian menjerumuskan dirinya ke kehidupan yang kurang bertanggung jawab. Ia kerap melakukan hubungan seksual secara sembarangan dan mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Sebuah kisah yang mencengangkan bagi banyak orang, terutama jika melihat persona yang begitu ceria dan hangat yang selama ia tampil di televisi. Namun, kisah kehidupan kelam tersebut sudah ia tinggalkan. Diagnosis HIV yang diterimanya menjadi titik balik hidupnya untuk, berubah ke arah yang baik.

4. Magic Johnson

Magic Johnson adalah seorang mantan atlet basket asal Amerika Serikat, yang pernah bermasin untuk Los Angeles Lakers. Pada tahun 1991, saat stigma masyarakat mengenai HIV masih sangat kuat, Johnson sudah terbuka dengan kondisi yang dialaminya.

Setelah mengumumkan mengenai HIV yang dideritanya, ia kemudian pensiun sebagai atlet, dan menghabiskan waktunya membangun yayasan yang bergerak di bidang pencegahan penularan HIV. Hingga saat ini, 28 tahun sejak ia pertama kali mengumumkan status HIV positifnya, Johnson masih terlihat sehat dan aktif sebagai komentator olahraga.

SEHATQ

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon