Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Sutradara Indonesia Raih Penghargaan di Festival Film Shanghai 2019

logo Medcom.id Medcom.id 22/06/2019 Cecylia Rura

Jakarta: Sutradara film asal Palu, Yusuf Radjamuda dinobatkan sebagai Best Scriptwriter untuk film Mountain Song dalam Asian New Talent Award Shanghai International Film Festival (SIFF) 2019. Kabar ini dibagikan Yusuf, Jumat, 21 Juni 2019.

Sutradara film asal Palu, Yusuf Radjamuda dinobatkan sebagai Best Scriptwriter untuk film Mountain Song dalam Asian New Talent Award Shanghai International Film Festival (SIFF) 2019. © Cecylia Rura Sutradara film asal Palu, Yusuf Radjamuda dinobatkan sebagai Best Scriptwriter untuk film Mountain Song dalam Asian New Talent Award Shanghai International Film Festival (SIFF) 2019.

"Mountain Song meraih Best Scriptwriter Asian New Talent Award Shanghai International Film Festival 2019. Semoga menjadi semangat dan awal yang baik. Amin," tulis Yusuf Radjamuda dalam akun @papa_al.

Film Mountain Song juga diputar perdana di SIFF 2019. Mountain Song masuk sebagai nomine untuk Best Director dan Best Scriptwriter dalam SIFF 2019. Sehari sebelum pemberian piala, Yusuf bersama para nomine menerima plakat. Dia mengucapkan rasa syukur tentang pengalamannya sebagai sineas asal Palu berhasil tampil di ajang festival film Shanghai. Pencapaian ini dipersembahkan untuk warga Palu.

"Daerah asal saya baru saja kena bencana dan merenggut ribuan nyawa, ribuan lainnya tinggal di tenda dan huntara dalam ketidak pastian. Mereka berusaha bangkit secepatnya dalam kecemasan hidup di atas patahan. Lalu mereka mendengar film dari daerahnya masuk nominasi jauh di Shanghai, mereka ikut bahagia, mendoakan, ikut bangga dan bahkan memberi semangat pada saya dan tim," cerita Yusuf melalui akun @papa_al belum lama ini.

Mountain Song adalah proyek dari Fourcolours Films, Halaman Belakang Films, dan proyek pertama bagi ReelOne Project. ReelOne adalah platform gagasan Fourcolours Films bagi bakat-bakat baru kreator film Indonesia dalam bentuk dapur pengembangan naskah, produksi dan distribusi film cerita berdurasi panjang. Produser dan sutradara Ifa Isfansyah memaparkan film ini turut mendapat apresiasi dan dukungan dari beberapa pihak seperti penghargaan The Most Promising Project dan fasilitasi post produksi dari Fix It Works dan Four Mix Audio Post.

Mountain Song berkisah tentang Gimba, anak laki-laki berusia 6 tahun yang memiliki sikap pemalu. Gimba tinggal bersama ibunya berusia 45 tahun yang dalam keadaan sakit. Mereka tinggal di daerah terpencil Pegunungan Pipikoro, Sulawesi Selatan, desa yang terisolasi dengan kesulitan akses ke dataran rendah. Tidak sedikit dari mereka meninggal dunia di perjalanan, salah satunya ayah Gimba.

 

Sejak kepergian sang ayah, Gimba tidak ingin jauh dari ibunya. Ke manapun Gimba pergi, dia membawa ibunya menggunakan tandu. Ibunya mengajarkan Gimba sebuah lagu yang dipercaya dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan ketika sendiri.

 

Dalam perjalanan, Gimba bertemu anak perempuan seusianya, Lara yang sangat misterius. Gimba duduk di tempat teduh memerhatikan orang berlalulalang sembari menunggu kehadiran Lara yang datang dan pergi dari hutan.

Selain Mountain Song, ada lima film Indonesia ikut dalam pemutaran film di SIFF yang digelar pada 15-17 Juni 2019 di antaranya 27 Steps of May, Aruna dan Lidahnya, Generasi Micin, Humba Dreams, dan Kafir.

View this post on Instagram

A post shared by Yusuf Radjamuda (@papa_al) on Jun 21, 2019 at 6:22am PDT

More from Medcom.id

image beaconimage beaconimage beacon