Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Gempa Berskala Kecil Tetap Berpotensi Merusak

logo Medcom.id Medcom.id 06/08/2018 MEL

Jakarta: Pakar gempa sekaligus dosen geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meliano mengamini gempa susulan pasca-gempa utama yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat akan terus terjadi sampai waktu yang tidak diketahui.

Meski secara frekuensi dan kekuatan cenderung lebih menurun, dia mengatakan masyarakat tetap harus waspada sebab gempa susulan berskala kecil pun dapat berpotensi merusak.

"Terutama terhadap bangunan yang sudah retak akibat gempa 7.0 skala richter tadi. Gempa susulan dengan magnitudo akan tetap terjadi makanya kewaspadaan jangan sampai berkurang," ujarnya melalui sambungan satelit dalam Breaking News Metro TV, Senin, 6 Agustus 2018.

Irwan mengatakan tidak ada jaminan gempa yang lebih besar atau kapan intensitas kegempaan akan berakhir. Namun secara statistik dan ilmu kegempaan masih ada kemungkinan adanya guncangan sedikit lebih besar meskipun peluangnya sangat kecil. 

Secara keilmuan, kata Irwan, energi utama gempa memang sudah terlepas tapi bukan tidak mungkin dapat meningkatkan rilis energi di titik lain yang berdekatan.

Belajar dari pengalaman, pada 2004 gempa besar pernah terjadi di Aceh, tahun berikutnya gempa terjadi di Nias. Peristiwa lain misalnya pada 2009 gempa juga sempat terjadi di Padang dan satu tahun setelahnya berlangsung di Mentawai.

Terutama terhadap bangunan yang sebelumnya terdampak gempa utama.: Gempa Berskala Kecil Tetap Berpotensi Merusak © MEL Gempa Berskala Kecil Tetap Berpotensi Merusak

"Segmennya berdekatan. Kalau di selatan jaraknya akan jauh dari garis pantai, lebih dari 200 kilometer. Tapi kalau di busur belakang, terutama utara Bali dan Lombok jarak dengan garis pantai cukup dekat sehingga dampaknya bisa lebih serius," kata dia.

Kemungkinan lain, kata Irwan, adalah aktivitas vulkanis di Indonesia kerap terpengaruh oleh aktivitas tektonik Menjadi perhatian bersama ketika di sekitar Lombok terdapat beberapa gunung api aktif seperti Gunung Agung di Bali dan Gunung Rinjani. 

"Harus lebih waspada potensi kenaikan gunung api tetap ada meskipun tidak kita harapkan terjadi. Tetapi berdasarkan pengalaman aktivitas tektonik terkadang bisa memicu aktivitas vulkanis," jelas dia.

More from Medcom.id

image beaconimage beaconimage beacon