Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Waspada! Inilah 10 Tanda Tubuh Alami Stres Kronis, Jangan Diabaikan Bila Tak Mau Menyesal Nantinya

logo TRIBUN TRAVEL TRIBUN TRAVEL 12/01/2018

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizkianingtyas Tiara

TRIBUNTRAVEL.COM - Setiap orang pasti mengalami apa yang disebut stres.

Stres merupakan gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan, mengutip laman Wikipedia.

Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya.

Serta tekanan tersebut bisa berasal dari dalam diri, atau dari luar.

Namun, ternyata tak hanya mental yang bisa mengalami stres.

Tubuh kita pun demikian.

Nah, tubuh memberikan sinyal atau pertanda yang menunjukkan kalau ia sedang stres.

Jika kamu sering mengalami hal-hal sebagaimana dirangkum TribunTravel.com dari laman Bright Side di bawah ini, tandanya kamu sedang kena stres.

Yuk simak terus deretannya di bawah ini.

1. Penyakit kulit

© Disediakan oleh Tribun News

(brightside.me)

Psoriasis (peradangan kronis pada kulit, ditandai bercak putih, perak, atau merah bersisik tebal), jerawat, dan penyakit kulit lainnya bisa diakibatkan oleh stres.

Para ilmuwan melakukan penelitian di kalangan siswa, dan ini menunjukkan adanya hubungan langsung antara tingkat stres psikologis dan masalah kulit yang tinggi.

Percobaan dengan tikus memberikan hasil yang sama.

Hewan yang terpapar stres dalam dosis besar lebih rentan terhadap infeksi kulit.

2. Perubahan berat badan

© Disediakan oleh Tribun News

(brightside.me)

Kamu mungkin berada dalam situasi tidak dapat menstabilkan berat badan dengan diet atau latihan fisik.

Beberapa pengalaman yang intens bisa membuat bertambah gemuk.

Ternyata, kondisi stres-lah yang sering meningkatkan produksi hormon kortisol.

Hormon kortisol menstabilkan metabolisme lemak dan karbohidrat dan mendukung kadar gula yang diperlukan dalam darah.

Jika seseorang memiliki terlalu banyak hormon kortisol, orang tersebut akan makan lebih banyak.

Pada saat yang sama, tubuh juga akan menghasilkan lebih sedikit testosteron, dan membakar lebih sedikit kalori.

Hal inilah yang akan membuat tubuh bertambah gemuk.

Terkadang stres dan kecemasan juga bisa menyebabkan berat badan seseorang turun drastis.

Peningkatan kadar adrenalin dalam darah adalah penyebabnya.

Adrenalin mempercepat metabolisme, tapi memperlambat ekskresi lemak.

Ilmuwan juga menuding hormon CRH yang dapat menyebabkan turunnya berat badan.

3. Mengalami demam yang cukup sering

© Disediakan oleh Tribun News

(brightside.me)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, stres menyebabkan produksi kortisol, yang bisa menekan peradangan.

Namun, jika seseorang mengalami stres kronis, sistem kekebalan tubuh malah menjadi kurang sensitif terhadap kortisol.

Hal ini berakibat pada peradangan yang lebih serius.

Tubuh kemudian memiliki risiko lebih tinggi terkena flu.

Jangan salahkan cuaca dingin karena itu hanya menjadi pemicu demam bagi tubuh dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Jika sering sakit, perhatikan hal apa saja yang sering membuatmu khawatir dalam hidup dan cobalah untuk menghilangkannya.

4. Gangguan gastrointestinal

© Disediakan oleh Tribun News

(brightside.me)

Ada bukti ilmiah, stres dapat memiliki efek negatif pada saluran gastrointestinal.

Terkadang, obat untuk distensi abdomen dan sakit perut tidak akan bisa membantu.

Dalam hal ini, berkonsultasi kepada psikolog bisa menjadi jalan keluar.

Dokter akan menemukan penyebab kecemasan dan mencoba membantumu mengatasinya.

5. Kesulitan berfokus

© Disediakan oleh Tribun News

(brightside.me)

Orang-orang yang mengalami stres dalam waktu lama merasa sulit untuk fokus pada suatu tugas.

Jika kamu menyadari telah menjadi kurang fokus dari biasanya, mungkin sudah waktunya untuk membuat diri 'seloow' atau santai, dan beristirahat cukup.

Hal ini terjadi karena adanya ketegangan saraf.

6. Rambut rontok

© Disediakan oleh Tribun News

(brightside.me)

Para ilmuwan telah menyimpulkan, stres dapat membuat botak sebagian atau bahkan sepenuhnya.

Jika kamu menyadari rambutmu jauh berkurang dari sebelumnya, dan vitamin yang berbeda tidak memberi efek positif, stres bisa jadi penyebab utamanya.

Jadi, jika kamu ingin menjaga kondisi rambut, jagalah dirimu dari stres.

7. Sakit kepala

© Disediakan oleh Tribun News

(brightside.me)

Sakit kepala bisa disebabkan oleh berbagai alasan: osteochondrosis, posisi yang salah saat tidur, tekanan darah rendah atau tinggi, sinusitis, kehamilan, dan masih banyak lainnya.

Tapi terkadang sakit kepala disebabkan oleh stres emosional yang kamu alami di tempat kerja atau di rumah.

Minum obat memang bisa membantu meredakan sakit kepala.

Tapi jika kamu tidak menghindari situasi stres dari hidupmu, maka sakit kepala akan kembali lagi dan lagi.

8. Libido yang rendah

© Disediakan oleh Tribun News

(brightside.me)

Seseorang yang kelelahan secara emosional atau sering terkena stres, biasanya memiliki libido rendah.

Para ilmuwan melakukan penelitian dan sampai pada kesimpulan itu.

Jadi jika kamu tidak berhubungan seks dengan pasangan untuk waktu yang lama, jangan marah atau khawatir karena hal ini tidak akan membantu situasi.

Jika alasannya benar-benar stres, maka itu hanya akan memperburuk keadaan.

Hal terbaik untuk mengatasinya adalah pergi berlibur bersama pasangan.

9. Gangguan tidur

© Disediakan oleh Tribun News

(brightside.me)

Situasi stres bisa menjadi alasan untuk masalah serius bagi aktivitas tidur.

Seseorang dapat menderita insomnia jika mengalami stres berat dalam waktu lama.

Ini adalah situasi yang sangat sulit karena seseorang tidak bisa bekerja normal dan menikmati hidup tanpa tidur nyenyak.

Saat obat tidur tidak lagi manjur, maka kamu harus waspada dan segera berkonsultasi kepada dokter.

Adalah hal yang sangat penting untuk menemukan alasan di balik gangguan tidur yang kamu alami dan menghilangkannya secepat mungkin.

10. Penyakit kardiovaskuler

© Disediakan oleh Tribun News

(brightside.me)

Jantung telah melalui banyak hal selama hidup kita, baik hal baik dan buruk.

Nah, stres sendiri memiliki pengaruh buruk pada jantung.

Para ilmuwan membuktikan, stres kronis adalah satu di antara penyebab paling sering dari penyakit kardiovaskular.

Keadaan seperti kerja keras atau, sebaliknya, tidak ada pekerjaan sama sekali, hidup dalam kemiskinan, dan masalah dalam keluarga bisa membuat kondisi jantung semakin buruk.

Tanda tubuh stres © Bright Side Tanda tubuh stres

Lainnya dari TRIBUN TRAVEL

image beaconimage beaconimage beacon