Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Petenis Muda Ini Menangis dan Minta Maaf Usai Kandaskan Djokovic

logo Viva Viva 30/07/2021 Pratama Yudha
Petenis asal Jerman, Alexander Zverev © VIVA Petenis asal Jerman, Alexander Zverev

VIVA – Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, secara mengejutkan tumbang dari petenis muda Jerman, Alexander Zverev, di semifinal Olimpiade Tokyo 2020. Djokovic dihempaskan Zverev dengan skor 6-3, 3-6, 1-6 di Ariake Coliseum, Jumat 30 Juli 2021.

Hasil ini sekaligus memupus mimpi Djokovic meraih medali emas pertamanya di Olimpiade. Pasalnya, ini bisa jadi Olimpiade terakhir Djokovic lantaran sudah berusia 34 tahun.

© Disediakan oleh Viva

Ternyata, di balik kegembiraannya melaju ke partai final cabang olahraga tenis Olimpiade Tokyo, Zverev juga merasakan kekecewaan yang dialami oleh Djokovic. Bahkan, dia sampai menangis dan meminta maaf pada seniornya itu usai pertandingan.

"Anda adalah yang terbaik sepanjang sejarah. Saya meminta maaf," ujar petenis 24 tahun dikutip The Sun.

Zverev dijadwalkan menghadapi wakil Rusia, Karen Khachanov, pada partai puncak yang digelar pada Minggu, 1 Agustus 2021. Keduanya akan bertarung memperebutkan medali emas.

Sementara, Djokovic bakal bersua wakil Spanyol, Pablo Carreno Busta. Mereka bakal bersaing dalam duel perebutan medali perunggu.

Sejauh ini, Zverev baru sekali menjuarai ATP Tour Finals 2018 dan belum pernah meraih gelar Grand Slam. Jika berhasil menjuarai Olimpiade Tokyo, itu akan menjadi medali emas pertamanya sepanjang karier tenisnya selama ini.

Lainnya Dari Viva

image beaconimage beaconimage beacon