Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Satu Wasit Piala Dunia 2018 Mundur karena Dugaan Suap

logo Kompas.com Kompas.com 07/06/2018 Aloysius Gonsaga AE

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Logo FIFA.Dok. Google

Wasit asal Kenya, Aden Range Marwa, mengundurkan diri sebagai salah satu asisten wasit Piala Dunia 2018. Dia diduga menerima suap saat bertugas pada ajang Piala Afrika.

Seorang jurnalis, Anas Aremeyaw Anas, memberi bukti lewat rekaman video yang memperlihatkan Range Marwa menerima uang tunai dari seorang yang menyamar sebagai perwakilan asosiasi sepak bola Ghana.

FIFA selaku federasi tertinggi sepak bola dunia membenarkan bahwa Range Marwa telah mengundurkan diri. Namun ketika dikonfirmasi oleh BBC, Range Marwa menolak tuduhan telah menerima suap tersebut.

Dalam video itu, terlihat Range Marwa duduk satu meja dengan orang yang memberi suap di sebuah hotel. Seusai menerima uang, Range Marwa mengucapkan terima kasih dan menyebut uang ini sangat penting bagi kedua belah pihak.

Anas Aremeyaw adalah seorang jurnalis yang membuat video dokumenter tentang sisi kelam sepak bola Afrika dalam dua tahun terakhir. Dalam investigasinya, terbukti lebih dari 100 wasit dan perangkat pertandingan telah menerima suap sebelum pertandingan.

Tidak hanya itu, presiden asosiasi sepak bola Ghana, Kwesi Nyantakyi, juga terbukti menerima suap. Kwesi Nyantakyi juga merupakan tokoh penting dalam perkembangan sepak bola Afrika.

Dalam video tersebut, Kwesi Nyantakyi terlihat menerima sejumlah uang dalam keperluan kerja sama sponsor. Sama seperti Range Marwa, Kwesi Nyantakyi juga enggan memberi komentar terkait hal ini.

Saat ini, Kwesi Nyantakyi menjabat sebagai salah satu komite eksekutif di FIFA. Mendengar hal ini, FIFA menyebut akan melakukan investigasi untuk membuktikan dan berkeinginan agar organisasinya bisa bersih terutama dari tindakan suap.

Selain pejabat yang berhubungan langsung dengan sepak bola, Anas Aremayaw juga membuktikan bahwa pemerintah dan sejumlah politisi masuk dalam lingkaran suap sepak bola Afrika.

Film dokumenter ini akhirnya menggegerkan warga Afrika terutama Ghana. Dalam setiap penampilannya, Anas Aremayaw tidak memberi tahu identitas aslinya seperti wajah dan latar belakang.

Meskipun begitu, Anas Aremayaw mendapat dukungan dari berbagai pihak terutama di sosial media. Tagar #IamAnas digaungkan untuk mendukung Anas Aremayaw yang berhasil membongkar sisi negatif dari sepak bola Afrika.

Penulis: M. Hafidz Imaduddin

Editor: Aloysius Gonsaga AE

Sumber: BBC

Copyright Kompas.com

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon